Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 38


__ADS_3

Pertiwi bergeming dengan penuturan Hamiz. Hatinya sudah dikuasai kebencian terhadap pria yang kini masih berlutut di hadapannya.


" Kalau kamu pikir dengan sikapmu yang seperti ini, aku akan memaafkanmu... Kamu salah besar, Mario... " ucap Pertiwi kemudian.


Kyra ingin membantu Hamiz untuk berdiri, namun Pertiwi justru menarik tangan Kyra kembali.


" Lepas, Mi... " ucap Kyra berontak saat Pertiwi berhasil meraih tangannya kembali.


" Kamu ikut pulang sama Mami ! " seru Pertiwi sambil menarik Kyra dengan paksa agar menjauh dari Hamiz.


" Astaga... Mami.. " ucap Farhan saat melihat sang istri yang menarik sang anak dengan paksa sementara Hamiz masih dalam posisi berlutut. Ia bisa melihat dengan jelas emosi yang menguasai sang istri. Dan inilah yang selama ini Farhan khawatirkan.


Farhan berlari mendekati sang istri, lalu menarik dan memeluk istrinya yang tengah dilanda amarah.


" Tenang, Wi... Tenang ! " ucap Farhan berusaha menenangkan sang istri.


Mendapat pelukan dari sang suami, membuat Pertiwi sedikit meluruhkan amarahnya hingga tarikan tangannya pada Kyra terlepas. Pertiwi kini menumpahkan air matanya di dada sang suami.


" Pi... Mami gak rela... Mami gak rela Kyra bersama laki-laki brengsek itu ! " ucap Pertiwi menahan pedih hatinya sambil menunjuk ke arah Hamiz.


" Bawa Kyra pulang, Pi... ! Jangan biarkan Kyra bersamanya... " pinta Pertiwi dengan berurai air mata.


Farhan menghela nafasnya. Ia melihat ke arah Kyra yang baru saja menghampiri Hamiz dan membantu sang kekasih untuk berdiri.


" Kita ke mobil dulu, Mi... Jangan sampai kita menjadi tontonan orang banyak " seru Farhan lalu memapah sang istri menuju mobil mereka.


" Kyra, Pi... Kyra... " ucap Pertiwi saat mendudukkan diri di dalam mobil.


" Papi akan mengurusnya. Mami tunggu saja disini, Ok ! " ucap Farhan kemudian berlalu meninggalkan Pertiwi.


Farhan berjalan ke arah Kyra dan Hamiz.


Setelah mendekati mereka, Farhan menarik tangan Kyra.


" Pi....Kyra gak mau ikutin maunya Mami... " ucap Kyra sambil menahan tangan sang ayah.


" Kyra, untuk sementara ini kalian jangan berhubungan dulu... " seru Farhan.


" Kenapa, Pi ? Kenapa kami tidak bisa berhubungan dulu ? " tanya Kyra kini ia tak lagi bisa membendung air matanya.

__ADS_1


" Hanya sementara, sayang... Tunggu sampai Mamimu bisa berpikir jernih " jawab Farhan.


" Tapi sampai kapan, Pi ? " tanya Kyra lagi.


" Kyra... Semua butuh waktu... Mungkin Mamimu masih shock dengan hubungan kita, apalagi dengan kejadian yang terjadi di masa lalu. Tentunya tidak akan mudah untuknya melupakan kejadian yang sudah terjadi " jawab Farhan kemudian


" Ini sudah lebih dari 20 tahun berlalu dan Mami masih belum bisa melupakannya... " keluh Kyra.


" Kamu pulanglah dulu... Jangan menentang ibumu. Kamu jangan khawatir, aku akan selalu menunggumu " ucap Hamiz menatap Kyra dengan lembut.


" Maafkan istriku... Terlalu sulit baginya menerima ini semua..." pinta Farhan dan Hamiz hanya mengangguk pelan


Akhirnya, dengan bujukan dari sang kekasih, Kyra mau mengikuti permintaan sang ayah untuk pulang bersamanya.


Kyra masuk ke dalam mobil, ia memilih untuk duduk di jok belakang.


" Kyra... Mami minta kamu akhiri hubungan kamu dengan laki-laki itu " titah Pertiwi sambil menatap Kyra.


" Kyra gak mau... " sahut Kyra.


" Kyra... Dia bukan pria baik-baik " timpal Pertiwi.


" Mami kenapa sih segitu bencinya sama Om Hamiz ? Mami belum bisa move on ? Atau mami gak bisa terima kalau mantan tunangan mami itu bakalan jadi menantu Mami ? " cerca Kyra.


" Kyra... " ucap Farhan dengan suara meninggi. Walaupun ia merestui hubungan Kyra, ia tidak ingin Kyra melawan sang ibu.


Setelahnya Kyra tak mengucapkan apapun. Hingga sang ayah menghentikan laju kendaraannya di halaman rumah, Kyra secepatnya keluar dari dalam mobil lalu setengah berlari masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya.


Baru saja Kyra menaiki anak tangga, suara sang ibu menghentikan langkahnya.


" Berhenti Kyra... ! Mami ingin bicara " seru Pertiwi.


Kyra membuang nafasnya kasar kemudian berbalik menuju sang ibu.


" Kyra... Sekali lagi Mami minta, tinggalkan dia... " seru Pertiwi menegaskan.


" Berapa kali lagi Kyra harus bilang sama Mami kalau Kyra gak akan pernah tinggalin Om Doteng, Kyra gak peduli Mami suka atau enggak " sahut Kyra tak mau kalah.


" Kyra !! " bentak Pertiwi.

__ADS_1


" Mi... Kyra mohon... Kyra sayang sama Mami, Kyra menghormati Mami. Tolong jangan paksa Kyra menentang Mami " pinta Kyra tak ingin terus beradu pendapat dengan sang ibu.


" Oh, jadi sekarang kamu berani menentang Mami hanya karena laki-laki itu ? " tuding Pertiwi.


" Laki-laki itu punya nama Mi... Hamiz namanya Hamiz. Dan laki-laki itu pula yang anak Mami cintai " sahut Kyra tegas.


" Jadi kamu sudah berani melawan Mami ? Karena dia kamu berani melawan Mami yang sudah melahirkan dan merawatmu ? " Pertiwi menaikkan nada suaranya.


" Kyra tidak melawan Mami. Kyra sudah katakan Kyra sangat menghormati juga menyayangi Mami sebagai orang tua Kyra. Kyra hanya minta Mami juga menghormati keputusan Kyra untuk mencintai laki-laki pilihan Kyra... " jelas Kyra, kali ini Kyra menyahut dengan intonasi suara rendah, tidak menggebu tetapi sarat makna.


" Kyra sudah menentukan pilihan dan Kyra sudah menerima lamaran Om Doteng. Kalau Mami mengijinkan, Om Doteng akan datang melamar Kyra secara resmi " tambah Kyra.


" Cukup Kyra, Mami tidak akan membiarkannya datang untuk melamarmu ! Jangan pernah berharap Mami akan merestui hubungan kalian !"


" Kyra akan tetap memilih Om Hamiz sebagai calon suami Kyra. Kyra gak peduli Mami setuju atau tidak... "


Mendengar penuturan Kyra itu, membuat Pertiwi semakin geram, ia tak menyangka jika putrinya berani mengambil keputusan penting seperti itu.


Plak...


Satu tamparan mendarat di pipi Kyra yang putih mulus membuat pipinya memerah.


Kyra langsung memegang pipinya yang terasa panas dan perih.


" Tampar lagi Mi... Tampar !! " pekik Kyra menatap sang ibu. Tanpa terasa air mata mengalir dari sudut matanya.


" Kalau dengan menampar Kyra membuat Mami berubah pikiran, Kyra rela Mi... Tapi, asal Mami tahu... Sekalipun Mami membunuh Kyra, Kyra gak akan pernah tinggalin Om Hamiz " tegas Kyra kemudian berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya dengan deraian air mata.


" Kamu keterlaluan, Wi...Sampai hati kamu menampar wajah anak kamu sendiri " tegur Farhan.


Farhan tadi menyaksikan perdebatan antara Kyra dan sang istri. Belum sempat ia melerai, Pertiwi sudah melayangkan tamparan pada Kyra.


" Papi tahu, Mami emosi... Tapi bukan berarti diakhiri dengan kekerasan. Mami harus bisa menahan diri..." ucap Farhan memberi nasihat kepada sang istri yang juga terlihat kaget karena telah menampar putrinya untuk pertama kali.


Farhan membawa sang istri untuk duduk di sofa.


" Mi... Papi mengerti perasaan Mami. Papi paham jika Mami takut kejadian dulu terulang kembali kepada Kyra... Tapi, Mami jangan egois... Mami harus memikirkan perasaan Kyra " tutur Farhan berusaha menyampaikan pendapatnya setenang mungkin.


" Jadi maksud Papi, Mami harus memaafkan Mario demi Kyra, begitu ? "

__ADS_1


__ADS_2