
Seorang wanita berpenampilan seksi berdiri di depan pintu sambil menatap Kyra. Wanita yang mengenakan dress super pendek dengan bagian leher berbentuk V yang memperlihatkan dengan jelas belahan dadanya kini membuka pintu lalu bertanya kepada Kyra.
" Mau ketemu siapa dek ? " tanyanya sambil memperhatikan gadis muda di depannya.
Kyra menggaruk kepalanya, ia bingung sendiri akan berkata apa. Mana mungkin ia tiba-tiba mengatakan jika diberi alamat ini oleh seeorang.
" Cari siapa dek ? " tanya wanita itu lagi mengagetkan Kyra.
" Em... Itu... Saya lagi cari... "
Kyra tak meneruskan ucapannya saat melihat sekelebat sosok yang sangat ia rindukan di dalam apartemen itu. Kyra menerobos masuk ke dalam apartemen dan menemukan sang kekasih sedang duduk di sofa dengan bertelanjang dada.
" Om... Lagi apa disini ? " tanya Kyra sambil berdiri di hadapan Hamiz.
Hamiz terjingkat saat melihat Kyra disana, lantas ia pun berdiri menghampiri Kyra.
" Sayang, kamu kok bisa disini ? " tanya Hamiz bingung tetapi juga bahagia karena bisa melihat sang kekasih.
" Om ngapain disini ? " pekik Kyra lagi tanpa menjawab pertanyaan Hamiz. Bahkan matanya kini sudah berkaca-kaca melihat Hamiz yang bertelanjang dada dengan wajah yang basah.
" Ini yang Om lakuin selama ini ? Kembali ke sifat Om yang dulu " tuding Kyra.
" Sayang... Kamu ngomong apa sih ? Aku gak ngerti ? " tanya Hamiz sambil meraih tangan Kyra.
" Gak usah pegang-pegang, Kyra jijik sama Om ! " tolak Kyra sambil menjauhkan diri dari Hamiz.
Wanita yang tadi membukakan pintu, kini ada diantara Kyra dan Hamiz.
" Kyra, sayang... Kamu salah paham. Aku kesini karena... " Hamiz tak meneruskan ucapannya saat mengingat ucapan Pertiwi jika ia harus merahasiakan hal ini yang merupakan ujian terakhirnya kepada Kyra.
" Karena apa Om ? Jelasin sama Kyra ! " seru Kyra dengan air mata yang sudah jatuh mengaliri pipinya.
" Nona Prita, bisakah kamu menjelaskan kepada tunangan saya ini " pinta Hamiz kepada wanita seksi yang ada diantara mereka.
" Tentu saja bisa... " ucap Prita lalu mendekati Hamiz. Tanpa canggung Prita memeluk tubuh Hamiz dan itu semakin membuat air mata Kyra membanjiri wajahnya.
" Apa yang anda lakukan Nona Prita ? " sentak Hamiz berusaha melepaskan tangan Prita dari tubuhnya.
__ADS_1
" Sayang... Bukankah kita akan bersenang-senang hari ini " jawab wanita itu genit.
" Apa maksud anda ? " Hamiz mencekal lengan wanita itu.
" Oh, jadi kamu suka main keras ya sayang... Oke, kita bisa mulai sekarang " ucapnya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya serta memainkan jarinya di dada Hamiz. Sontak Hamiz mendorong wanita itu hingga terhuyung.
Hamiz berjalan mendekati Kyra, namun sang kekasih berjalan mundur menjauhinya.
" Kyra... Sayang.... Aku bisa jelasin semuanya ! Ini gak seperti yang kamu pikir " ucap Hamiz mencoba menjelaskan.
" Stop, Om... ! Jangan deket-deket ! Kyra salah percaya sama Om... Ternyata Om masih belum berubah... " teriak Kyra.
"Tidak Kyra... Kumohon, dengar penjelasanku... Aku baru bertemu dengannya sebelum kamu datang. Aku disuruh datang kesini. Saat aku datang, wanita itu menumpahkan minuman di pakaianku. Sebagai permintaan maafnya, ia memintaku untuk membuka baju sementara ia membersihkannya, karena itu aku tidak mengenakan pakaian kemejaku " jelas Hamiz.
Kyra tersenyum sinis...
" Om pikir Kyra percaya ? Bahkan wanita itu memanggilmu sayang... " tukas Kyra tak percaya.
" Itu... aku tidak tahu dan tak mengerti " timpal Hamiz menatap tajam wanita yang kini duduk santai di sofa.
" Cukup, Om... Hentikan sandiwara ini ! Om berhasil... Om berhasil membuat Kyra percaya sama Om, berhasil membuat Kyra mencintai Om, dan juga berhasil membuat luka di hati Kyra " sahut Kyra, lalu bergerak ke luar apartemen.
" Lepas Om... Lepas ! " berontak Kyra.
" Tidak Kyra... Aku tak akan melepasmu ! Kumohon dengarkan aku, dengar penjelasanku "
Ucap Hamiz semakin mengeratkan pelukannya.
" Kyra gak mau denger apapun ! " teriak Kyra berusaha melepaskan tangan Hamiz yang melingkar di pinggangnya.
" Ok... Aku akan berkata dengan jujur. Sebenarnya Mami kamu yang memintaku datang ke tempat ini sebagai ujian terakhir darinya " ucap Hamiz jujur. Ia tak lagi peduli jika harus merahasiakannya dari Kyra. Daripada kekasihnya itu semakin salah paham.
Kyra terhenyak sesaat namun kemudian ia segera membalik badannya dan menampar pipi Hamiz.
Plak...
" Mana mungkin Mami tega berbuat seperti itu ? Om keterlaluan... Om yang salah tapi bisa-bisanya Om salahin Mami ! " kesal Kyra.
__ADS_1
" Aku tidak membohongimu Kyra, kamu bisa tanyakan pada Papimu tentang hal ini. Dia juga mengetahuinya " ucap Hamiz lagi mencoba membuat Kyra percaya padanya.
Ucapan Hamiz membuat Kyra terdiam... Kyra menatap ke dalam mata Hamiz, tak ada kebohongan yang ia temukan disana.
Baru saja Kyra akan mengatakan sesuatu, mulut Kyra kemudian terkunci saat Prita mendekap tubuh kekar Hamiz sambil menggesek-gesekkan dadanya ke punggung Hamiz.
Mata Kyra membelalak kaget, tak lama kemudian ia menarik paksa Prita lalu mendorong wanita itu hingga terjatuh ke lantai.
" Heh... Kalau cari cowok tuh yang sama gatelnya kayak kamu ! " caci Kyra dengan berkacak pinggang.
Kyra berjalan ke sekeliling ruangan, lalu mendapati kemeja millik Hamiz yang basah berada di atas meja makan. Kyra mengambilnya lalu segera berjalan mendekati Hamiz. Kyra menarik tangan Hamiz untuk meninggalkan apartemen itu. Sebelum mereka benar-benar meninggalkan tempat itu, Kyra kembali mendekati Prita. Kyra berjongkok agar bisa melihat wajah Prita.
" Jangan pernah deketin cowok gue lagi... Dia dikasih gue yang masih orisinil aja nolak. Apalagi elu yang bekas orang banyak " bisik Kyra di depan wajah Prita lalu mendorong bahu Prita.
Kyra berdiri kembali dan berjalan menuju pintu dimana sang kekasih sudah menunggunya dengan memakai kembali kemejanya yang basah.
" Ayo, Om ! " ajak Kyra sambil menggandeng tangan Hamiz.
" Dasar sial ! Untung aja gue dibayar gede. Yah walaupun pengen sih nyicipin punya si Om tapi ya udahlah. Yang penting kerjaan gue dah kelar " gumamnya lalu berdiri dan merapikan pakaiannya.
" Gila ya tuh bocah, tenaganya gede juga " ucap Prita sambil geleng-geleng kepala.
Prita memang seorang wanita bayaran. Ia dibayar oleh Pertiwi untuk menjebak Hamiz agar Kyra memutuskan hubungannya dengan Hamiz. Sayangnya, perkiraan Pertiwi salah karena Kyra tidak melakukan itu.
" Sayang... Kamu masih marah ? " tanya Hamiz saat mereka masuk ke dalam mobil milik Hamiz.
Kyra tak menjawab ucapan Hamiz, ia hanya melempar pandangan ke arah luar.
" Sayang... " panggil Hamiz sambil meraih wajah Kyra kemudian menempelkan bibirnya di bibir Kyra.
" Ih....Om apa-apaan sih " gertak Kyra sambil mendorong Hamiz, debaran jantungnya berdetak hebat.
" Masih marah ? " tanya Hamiz lagi.
Kyra meletakkan kedua tangannya di depan dada.
" Seneng bisa berduaan sama cewek seksi tadi, gitu ? Habis ngapain aja tadi di dalam ? Keganggu ya sama kedatangan Kyra " cerca Kyra.
__ADS_1
Melihat sang kekasih yang melontarkan banyak pertanyaan justru membuat Hamiz terkekeh. Ia merasa gemas dengan tingkah sang kekasih yang sedang cemburu.
" Ish, kok malah ketawa sih Om. Kyra nih lagi marah lho, bukan ngelawak ! " oceh Kyra.