Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 44


__ADS_3

Kyra baru saja keluar dari bandara. Ia mencari taksi untuk mengantarkannya pulang ke kediaman sang Tante.


" Halo, Kyra... " sapa seseorang.


Kyra yang tak mempedulikan keadaan di sekitarnya, lantas menolehkan wajahnya ke arah datangnya suara.


" Kamu ? Ngapain disini ? " tanya Kyra heran tiba-tiba saja pria itu berada di dekatnya.


" Aku mau jemput kamu lah. Tadi Tante Tiwi minta tolong supaya aku jemputin kamu disini " jawab Jodi jujur.


" Ck... Mami kelewatan banget " gumam Kyra perlahan.


" Jadi, ayo aku anterin kamu pulang ! " seru Jodi.


" Gak perlu... Aku bisa naik taksi kok " tolak Kyra kemudian.


" Ya gak bisa gitu dong, Kyra. Aku udah janji lho sama Tante Tiwi untuk jemput dan antar kamu pulang " sahut Jodi.


" Aku bilang, aku bisa pulang sendiri. Jadi mendingan kamu balik deh " tukas Kyra.


Tak lama, ponsel Kyra berbunyi. Rupanya sang ibu yang menghubunginya.


" Iya, Mi... Ada apa ? Tanya Kyra saat mengangkat panggilan telpon.


" Kamu sudah sampai bandara, sayang ? " tanya Pertiwi.


" Iya, baru keluar dari bandara nih, Mi....Ada apa ?" tanya Kyra.


" Mami tadi minta Jodi jemput kamu. Orangnya udah ada kan ? " jawab sang ibu, lalu bertanya kepada Kyra.


" Heem... Lagian kenapa harus dijemput segala. Kyra kan bisa pulang sendiri, Mi " ucap Kyra tak suka.


" Ini, termasuk dalam syarat yang Mami bilang lho... " sahut Pertiwi.


" Iya, Mi... Tapi kenapa harus dia sih orangnya ? " tanya Kyra setengah berbisik sambil melirik ke arah Jodi.


" Karena dia mau deket sama kamu, Kyra sayang ! Sudah ya, Mami tutup telponnya. Inget, kamu kemana-mana dianter sama Jodi " seru Pertiwi lalu menutup telpon tanpa rasa bersalah.


Maafkan Mami sudah memaksamu, Kyra... Mami tidak mau terjadi hal buruk sama kamu seperti Mami dulu.

__ADS_1


Kyra mencebik sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


" Tante Tiwi yang nelpon ya ? Aku gak bohong kan " ucap Jodi merasa benar.


Kyra memutar bola matanya dengan malas.


" Ayo, cepetan. Mami bilang kalau kamu harus anterin aku dengan selamat ! " ucap Kyra ketus lalu berjalan mendahului Jodi.


Jodi tersenyum penuh kemenangan, ia lalu mensejajarkan langkahnya dengan Kyra.


" Biar aku yang bawain koper kamu " tawarnya.


Tanpa banyak bicara, Kyra langsung menyerahkan koper miliknya kepada Jodi lalu ia melenggang berjalan kembali sambil memainkan ponselnya.


Kyra memberitahukan kepada sang kekasih bahwa kini ia sudah mendarat dengan selamat dan akan pulang ke kediaman sang Tante dengan diantar oleh Jodi.


Sang kekasih pun mengiyakan pemberitahuan Kyra. Padahal tanpa Kyra ketahui, Hamiz melihat Kyra bersama dengan Jodi dari kejauhan. Semenjak Kyra memberitahu akan kembali dari Singapura hari ini, maka Hamiz menunggu di bandara sejak pagi. Meskipun tak bisa mendekati sang kekasih, tetapi hanya melihatnya dari kejauhan saja sudah membuat rasa rindunya sedikit terobati. Meskipun ia sedikit cemburu karena menyaksikan Kyra dijemput oleh Jodi.


Jauh di dalam hati Hamiz, ia bersyukur karena Kyra tidak merahasiakan apapun kepadanya. Termasuk Jodi yang diminta oleh sang ibu untuk dekat dengannya. Ia sangat percaya kepada Kyra bahwa Kyra bisa menjaga hatinya. Orang yang tidak ia percaya saat ini adalah Jodi. Karena meskipun Jodi mengetahui jika Kyra adalah kekasihnya, tetapi pria muda itu tetap berusaha mendekati sang kekasih.


Hamiz diam-diam mengikuti mobil yang dikendarai oleh Jodi. Ia sengaja meminjam mobil milik rekan kerjanya di klinik agar Kyra tidak mengetahui jika dirinya mengikuti Kyra. Kendaraan Jodi masuk ke kediaman Adinda, dan Hamiz pun segera pergi ke klinik setelah memastikan Kyra sampai dengan selamat di rumah Adinda.


" Dara... " pekik Kyra memanggil sang sahabat saat memasuki area kampus.


Andara berbalik kemudian melebarkan matanya saat melihat Kyra setengah berlari ke arahnya.


" Ya, ampun Ra... Kamu kapan balik ? " tanya Andara begitu senang dengan keberadaan Kyra setelah satu bulan lamanya tak bersua.


" Kemarin... Kangen deh... " ucap Kyra sambil memeluk Andara.


" Samaaaa... " ucap Andara pun balas memeluk Kyra.


" Ehem... Ehem... " dehem seseorang mengganggu keakraban mereka.


Kyra menatap pria itu dengan malas, sementara Andara mengernyitkan keningnya melihat pria yang ada di hadapan mereka. Pria muda yang nampak keren dan tampan.


" Nanti aku jemput jam berapa ? " tanyanya pada Kyra.


" Gak usah... Gue bisa pulang sendiri " jawab Kyra ketus.

__ADS_1


" Lagian emangnya Lo gak ada kerjaan lain apa ? Mau bolos kuliah terus gara-gara ngikutin gue melulu " tambah Kyra ngegas.


Pria itu memasang senyum manis namun bagi Kyra senyumnya itu nampak memuakkan.


" Saat ini prioritasku itu kamu. Lagian kuliah aku udah mau selesai kok " jawabnya santai.


Kyra mencebik, lalu menggandeng tangan Andara yang masih bingung dengan keberadaan pria itu. Mereka meninggalkan Jodi sendirian disana.


" Kalau gitu, aku tungguin kamu aja ya ! " seru Jodi setengah berteriak karena Kyra sudah berjalan jauh meninggalkannya. Kyra hanya mengangkat tangannya tanpa menoleh pada Jodi.


Seringai terbit di wajah tampan Jodi.


" Kyra... Kyra... Untung aja gue suka. Kita tunggu saja, sampai kamu akhirnya jatuh ke pelukanku ! " gumam Jodi sambil melihat ke arah Kyra dan Andara yang terus berjalan masuk.


Kyra mengalungkan tangannya ke pundak Andara.


" Eh, Ra... Cowok tadi siapa sih ? Kok bisa barengan sama Lo " selidik Andara.


" Oh, dia itu anaknya temen Mami Tiwi. Mami sengaja nyuruh dia deketin gue sebagai salah satu ujian buat gue sama Om Doteng " jawab Kyra.


" Hah, maksudnya gimana ? " Andara menggaruk kepalanya.


Kyra pun menceritakan tentang syarat dan ujian yang diajukan sang ibu kepada dirinya dan Hamiz untuk memperoleh restunya.


" Oh, gitu... Segitu bencinya ya Mami lo sama kakak gue ? " tanya Andara lirih.


" Mami cuma takut kejadian dulu, terulang lagi sama gue. Maslahnya, Mami tuh belum percaya kalau kakak lo itu udah jauh berubah. Makanya kita harus bisa menjalani syarat dari Mami supaya lulus ujian dapet restu. He...he... " jawab Kyra.


Andara manggut-manggut.


" Semoga, kalian bisa lewati semua halangan dan rintangan dalam hubungan kalian. Gue selalu berharap yang terbaik buat kalian " harap Andara.


" Aamiin... " jawab Kyra sambil mengangkat kedua tangannya.


" Eh, hubungan lo sama Kak Fabian gimana ? Aman kan ? " tanya Kyra kemudian.


" Ya, gitu deh Ra... Masih gini-gini aja. Kak Bian lagi nyari cara supaya bisa putusin pertunangan mereka " jawab Andara sambil menerawangkan pandangannya.


Kyra menepuk-nepuk bahu Andara.

__ADS_1


" Sabar ya, Dar... Kisah cinta kita mungkin banyak rintangannya. Tapi gue yakin kok kalau semua akan indah pada waktunya... Tinggal nungguin aja kapan waktu yang tepat. Anggap aja kita lagi memantapkan hati dengan pilihan kita. Jadi kita harus saling dukung dan saling menguatkan ya ! " seru Kyra yang langsung diangguki oleh Andara.


__ADS_2