Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 36


__ADS_3

" Kalau aku jadi suami kamu, boleh ? " tanya Fabian sambil menatap Andara yang berada dalam pelukannya.


Andara mengangguk perlahan. Fabian tersenyum kemudian mendaratkan sebuah kecupan di kening Andara.


" Jadi gak sabar deh, jadi suami kamu ! " goda Fabian sambil merapikan helaian rambut Andara ke belakang telinganya.


" Tapi sebelumnya, selesaikan dulu masalah pertunangan Kak Fabian. Dara gak mau dicap sebagai pelakor " ucap Andara lalu bangkit dari tubuh Fabian.


" Hai... Kamu ini bukan pelakor tapi peciku " sahut Fabian kemudian mendudukkan diri di tepi ranjang.


Andara yang sudah berjalan menjauh kemudian melihat ke arah Fabian dengan kedua alis yang saling tertaut.


" Maksudnya apa Kak ? " tanya Andara bingung dengan ucapan Fabian.


Fabian lantas berdiri kemudian berjalan mendekati Andara. Ia meletakkan kedua tangannya di lengan Andara sambil menatap kekasihnya itu dengan penuh cinta.


" Kamu itu Peciku... Pencuri cinta aku ! " jawab Fabian kemudian membawa Andara ke dalam pelukannya kembali.


Andara tersenyum dalam pelukan hangat Fabian.


" Gak ada yang bisa gantiin kamu di hatiku Dara ! Aku benar-benar mencintai kamu " ucap Fabian sungguh-sungguh membuat Andara merasa berbunga-bunga.


" Katakan kamu tidak akan pernah meninggalkanku... " pinta Fabian lalu menatap Andara.


" Iya, Kak... Dara gak akan tinggalin Kak Fabian " jawab Andara pasti.


" Sekarang Kak Fabian pulang ya ! " seru Andara melepaskan diri dari pelukan Fabian.


" Kamu mengusirku ? " tanya Fabian. Ia mengangkat sebelah alisnya sambil menatap lekat Andara.


" Iya... Kak ini sudah malam, lagi pula tidak baik kita berada di kamar Dara berduaan begini " jawab Andara.


" Kenapa kamu takut terjadi sesuatu ? " tanya Fabian lagi.


Andara mengangguk.


" Dara takut Kak Hamiz pulang lalu menemukan kita berdua di sini. Dara gak mau Kak Hamiz berpikir yang tidak-tidak... "


" Biar saja kakakmu menemukan kita berdua disini. Biar saja dia berpikir macam-macam. Jika itu cara supaya dia langsung menikahkan kita saat ini juga, aku bersedia " potong Fabian menyeringai.


Andara melebarkan matanya lalu memukul dada Fabian.


" Ya ampun, Kak... Memangnya Kak Fabian mau nikahin Dara dengan mengorbankan nama baik Kakak ? " Andara menepuk jidatnya.


" Kak... Kalau kakak mengambil jalan begitu, berarti kakak itu pengecut. Pengecut yang tidak bisa berupaya memperjuangkan cintanya. Pengecut yang bisanya mengambil jalan pintas...


Dara gak mau Kak Fabian jadi pengecut !! " tutur Andara.


" Baiklah jika itu maumu... " sahut Fabian mengalah.

__ADS_1


" Jadi sekarang sebaiknya kakak pulang... " seru Andara lagi.


" Baiklah... Aku akan pulang. Aku berjanji akan segera memberi tahu orang tuaku yang sebenarnya dan aku akan segera menikahimu setelah semua masalah ini selesai " sahut Fabian sambil mengelus pipi Andara.


Fabian akhirnya meninggalkan kamar Andara lalu kembali menuju mobilnya. Andara mengantarkan Fabian hingga ke depan pintu, lalu menatap kepergian sang kekasih yang sudah melajukan mobilnya keluar dari kediamannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kyra menemui kekasih hatinya setelah satu minggu tak bertemu. Rasa rindu yang membuncah membuatnya nekad menemui sang kekasih meskipun sang ayah sudah mewanti-wantinya agar tidak pergi bersama dengan Hamiz dulu, mengingat sang ibu yang bisa saja memergoki mereka berdua.


Setelah menunggu Hamiz selesai memeriksa seluruh pasien, Kyra masuk ke ruangan Hamiz. Hamiz tak bisa menutupi rindunya, ia segera menyambut sang kekasih dengan langsung memeluk Kyra.


" Aku kangen kamu ! " ucap Hamiz membawa Kyta ke dalam pelukannya sambil menghirup aroma wangi parfum Kyra.


" Kirain Kyra doang yang kangen... " sahut Kyra sambil membalas pelukan Hamiz.


Setelah puas melepas rindu, mereka melepaskan pelukan.


" Papi kamu tahu kamu datang kemari ? " tanya Hamiz menatap wajah cantik Kyra.


Kyra menggelengkan kepalanya.


" Papi gak tahu, Om... Kalau Kyra kasih tahu, pasti dilarang. Padahal kan Kyra kangen banget " jelas Kyra lalu menggandeng lengan Hamiz kemudian duduk di kursi.


" Ini kan untuk kebaikan kita... " sahut Hamiz sambil tersenyum.


Hamiz mengacak rambut Kyra dengan gemas.


" Kamu tuh ya... Bandel !! " ucap Hamiz kemudian sambil menjawil dagu Kyra.


" Om... Nonton yuk ! Udah lama gak nonton... " ajak Kyra kemudian.


" Hemm... Tapi... "


" Udah gak usah mikirin omongan Papi. Lagian kan belum tentu juga ketemu sama Mami. Mami juga lagi sibuk sama Papi " potong Kyra.


" Ya sudah... Terserah tuan putri saja " ucap Hamiz menyetujui kemauan sang kekasih.


" Yes , Om memang terbaik... Love you full !! " sorak Kyra.


Mereka berdua akhirnya menuju sebuah pusat perbelanjaan dimana terdapat bioskop. Dua insan beda generasi yang tengah dimabuk cinta itu menikmati kebersamaan mereka.


Setelah menonton film, Hamiz dengan sabar dan setia menemani sang kekasih untuk berbelanja. Ia bahkan tidak mengeluh saat Kyra keluar masuk toko untuk mencari barang yang ia inginkan.


Hingga akhirnya, mereka menepi di sebuah restoran untuk mengisi perut setelah asyik berkeliling. Ketika asyik menyantap makanan, seseorang menghampiri meja Kyra dan Hamiz.


" Hai, Kyra... Gak nyangka bisa ketemu kamu lagi " ucap pria tampan itu sambil menatap lekat gadis cantik di depannya.


" Ah iya... " jawab Kyra sopan. Sementara Hamiz hanya melihat interaksi mereka.

__ADS_1


" Kamu sama siapa ? " tanyanya lagi.


" Oh... Aku sama calon suamiku. Kenalin, itu calon suamiku, namanya Hamiz. Dokter Hamiz " jawab Kyra sambil mengenalkan Hamiz kepada Jodi.


Hamiz mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan pria muda tersebut. Jodi menyambut uluran tangan Hamiz sambil menelisik penampilan Hamiz yang sangat dewasa.


" Hamiz... "


" Jodi... "


Mereka melepaskan jabatan tangan mereka.


" Anda sangat beruntung bisa mendapatkan cintanya " ucap Jodi pada Hamiz.


" Kamu salah... Aku yang beruntung bisa mendapatkan cintanya " ucap Kyra meralat ucapan Jodi.


Jodi tersenyum sinis. Di dalam hatinya, bertanya-tanya mengapa pria berumur di depannya ini bisa mendapatkan cinta seorang Kyra. Walaupun harus ia akui jika pria ini terlihat tampan juga berkharisma.


" Baiklah, kalau begitu aku pamit... Aku tidak ingin mengganggu kalian berdua " ucap Jodi kemudian meninggalkan mereka.


" Dia siapa ? " tanya Hamiz setelah Jodi meninggalkan mereka.


" Dia itu anaknya temen Mami... Kemarin ketemu di pestanya Kak Fabian " jawab Kyra santai sembari meminum minumannya.


" Sepertinya dia menyukaimu " tebak Hamiz.


" Uhuk...uhuk... " Kyra tersedak minuman yang diminumnya.


" Ya ampun... Kok ngomong gitu sih Om ? "


" Aku ini laki-laki, Kyra... Aku bisa melihat jika dia menyukaimu dari caranya menatapmu " jawab Hamiz merasa kesal sendiri.


" Om cemburu ? " selidik Kyra.


Hamiz tidak menjawab pertanyaan Kyra. Ia hanya menyandarkan punggung di kursi sambil melipat tangannya di dada. Moodnya mendadak berubah.


Kyra menarik ujung bibirnya.


" Om gak usah khawatir... Hati Kyra udah milik Om kok. Gak ada tempat lagi buat yang lain " jelas Kyra membuat Hamiz tersenyum samar.


Hamiz meraih tangan Kyra.


" Aku mencintaimu, Kyra... Hanya dirimu yang aku mau. Hanya bagimu seluruh hidup dan cintaku ! " tegas Hamiz lalu mengecup punggung tangan Kyra.


Mendapat perlakuan manis dari Hamiz membuat Kyra begitu bahagia. Keduanya sama-sama larut dalam rasa bahagia yang membuncah.


" Kyra... "


Sebuah suara menginterupsi kebersamaan mereka. Otomatis keduanya menengok ke arah datangnya suara dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat seseorang yang kini berada di hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2