Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 56


__ADS_3

Tok... Tok...Tok...


Terdengar ketukan pintu dari luar kamar Kyra. Adinda yang sedang menemani keponakannya itu kemudian membuka pintu.


Pertiwi berdiri di depan pintu ditemani oleh sang suami yang senantiasa setia berada di sisinya.


" Kak... " ucap Adinda lalu mempersilakan keduanya memasuki kamar.


Kyra menatap sinis kepada sang ibu.


" Mami mau ngapain lagi ? Belum puas Mami sakitin Kyra... " ucap Kyra yang langsung mengena di hati Pertiwi.


" Kyra... Tidak baik bicara seperti itu ! " Adinda mengingatkan keponakannya.


" Kyra... Mami tahu kamu kecewa sama Mami. Mami akui Mami memang bersalah. Mami egois hingga tak peduli dengan perasaan Kyra... Tapi percayalah, Mami hanya ingin melihat Kyra bahagia " ucap Pertiwi menatap sang anak yang sepertinya masih enggan untuk bertatap muka dengannya.


Pertiwi berjalan menuju tempat tidur Kyra, selanjutnya ia duduk di tepi ranjang sambil memandangi sang putri yang belum mau menatap wajahnya. Pertiwi meraih tangan Kyra


" Kyra sayang... Maafkan Mami nak ! Mami sadar kesalahan Mami. Maafkan Mami... Mulai saat ini kamu bebas berhubungan dengan lelaki pilihanmu. Mami merestui hubungan kalian " ucap Pertiwi sambil terus menatap sang putri.


" Beneran Mami merestui hubungan Kyra ? " tanya Kyra sambil membalas tatapan sang ibu.


Pertiwi mengangguk penuh keyakinan.


" Mami gak bohong kan ? Mami serius ? Tanya Kyra lagi memastikan.


" Tentu sayang... Mulai sekarang, Mami tidak akan menentang hubungan kalian lagi. Asalkan kamu bahagia... " jawab Pertiwi.


Kyra menghambur ke pelukan sang ibu. Air mata kini mengaliri pipinya. Air mata kebahagiaan.


Akhirnya setelah perjuangan yang dilaluinya, sang ibu merestui hubungannya dengan orang yang ia cintai.


Begitupun dengan Pertiwi yang juga mengalirkan air matanya. Ia bahagia bisa memberikan kebahagiaan untuk sang anak. Walaupun sedikit terlambat namun ia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan sang anak.


" Terim kasih, Mi... Terima kasih " ucap Kyra memeluk sang ibu dengan eratnya. Bahkan kini air matanya tumpah membasahi pakaian sang ibu.

__ADS_1


" Semoga kamu bahagia, Nak ! Mami akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu "


" Terima kasih, Mi... " ucap Kyra. Ia tak bisa menjabarkan betapa hatinya begitu penuh dengan kebahagiaan saat ini.


Tak ingin hanya menjadi penonton, Farhan pun bergerak mendekati istri dan anaknya. Lantas ia pun ikut serta memberi pelukan kepada istri dan juga putrinya.


Melihat kebersamaan keluarga sang kakak, Adinda tersenyum kemudian berlalu dari kamar Kyra. Dalam hatinya Adinda bersyukur karena sang kakak akhirnya bisa menerima hubungan Kyra dan Hamiz. Adinda menuju ke ruang kerja sang suami. Disana nampak Zaid dan Hamiz tengah berbincang.


" Mas... Dinda ganggu ga ? " tanya Adinda saat masuk ke dalam ruang kerja.


" Engga kok sayang. Gimana Kyra ? " tanya Zaid sambil melirik ke arah Hamiz.


Zaid sengaja menanyakan tentang Kyra kepada sang istri, karena ia tahu jika Hamiz ingin menanyakan hal itu sendiri.


Adinda lantas berjalan mendekati sang suami. Adinda mengalungkan tangannya ke pundak Zaid. Zaid mengambil tangan sang istri kemudian mengecup tangan sang istri. Tentu saja interaksi antara Adinda dan Zaid membuat Hamiz merasa tidak enak sendiri. Seandainya saja Kyra berada di sisinya saat ini... Hamiz menghela nafasnya yang terasa berat.


Menyadari Hamiz yang merasa kikuk, Adinda kemudian melepaskan tangannya dari pundak sang suami.


" Kakak, tenang saja... Kak Tiwi sudah merestui hubungan kakak dan Kyra " ucap Adinda yang tentunya memahami kegundahan hati Hamiz saat ini.


" Hem... " jawab Adinda sambil menganggukkan kepala.


Hamiz begitu senang namun masih meragukannya. Ia hanya ingin mendengar langsung dari mulut sang kekasih mengenai kabar bahagia ini. Dan sepertinya harapan Hamiz akan segera terwujud karena saat ini Kyra sudah berada di ruang kerja Zaid diikuti oleh Pertiwi dan Farhan.


" Om... " pekik Kyra gembira.


Hamiz berbalik dan melihat sang kekasih tersenyum sumringah kepadanya.


Kyra mengayunkan langkahnya menuju sang kekasih lalu menggelayutkan tangannya di lengan Hamiz dengan mesra. Tak lupa ia memberitahu sang kekasih jika sang ibu telah memberikan restunya kepada Mereka.


"Mario... Eh, maksudku Hamiz... Aku meminta maaf atas sikapku selama ini " ucap Pertiwi tulus.


Hamiz melihat ke arah Pertiwi kemudian tersenyum.


" Aku sudah memafkanmu. Aku mengerti kekhawatiranmu tapi aku sangat mencintai anak kalian " ucap Hamiz sambil menepuk tangan Kyra dan menatapnya lembut.

__ADS_1


" Ya... Kyra tahu kok, Om... " sahut Kyra terkekeh.


Adinda dan Zaid tersenyum melihat kebersamaan Hamiz dan Kyra. Begitu pula dengan Pertiwi dan Farhan.


" Aku tahu mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan hal ini. Tapi, aku tak bisa menundanya lagi. Disini, di hadapan keluargamu. Aku meminta anak kalian, Kyra untuk kujadikan sebagai istriku. Satu-satunya wanita yang akan menemani hidupku hingga akhir hayatku... Tuan Farhan dan Nyonya Pertiwi dengan ini aku melamar putrimu " ucap Hamiz sambil menggenggam tangan Kyra.


Pertiwi dan Farhan saling berpandangan dan sejurus kemudian dengan kompak mereka menganggukkan kepalanya.


" Aku menerima lamaranmu untuk menjadikan putriku sebagai istrimu. Cintai dan sayangi selalu Kyra. Jadikanlah ia sebagai ratu dalam hati juga hidupmu. Aku percayakan masa depannya kepadamu ! " seru Farhan kepada Hamiz.


" Aku... Merestui kalian berdua. Tolong jamgan pernah kamu menyakiti Kyra dengan cara apapun, aku titipkan Kyra kepadamu " tambah Pertiwi.


" Terima kasih... Terima kasih kalian sudah menerima dan merestui hubungan kami. Aku berjanji akan selalu mencintainya, menjaganya dan melindunginya. Aku tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah kalian berikan kepadaku " sahut Hamiz.


Dan akhirnya, mereka pun melakukan rapat dadakan untuk mempersiapkan pernikahan antara Kyra dan Hamiz. Mereka sepakat akan segera melangsungkan pernikahan yang akan dilakukan sebelum pernikahan antara Fabian dan Andara digelar.


Kyra begitu bahagia karena akhirnya ia bisa bersama dengan pria yang ia cintai. Setelah perjalanan panjang yang ia lakukan untuk menemukan tambatan hatinya, menaklukan hatinya. Serta halangan dan rintangan dalam menjalani hubungan. Akhirnya kini mereka berhasil mendapatkan restu orang tua Kyra. Bahkan tinggal selangkah lagi dan mereka akan segera resmi menjadi pasangan suami istri.


Kyra dan Hamiz kini duduk berdua di taman belakang rumah Zaid. Kyra meletakkan kepalanya di bahu Hamiz sementara tangannya menggenggam tangan Hamiz.


" Om... Om bahagia ? " tanya Kyra sambil mengangkat kepala menatap wajah calon suaminya itu.


" Tentu saja bahagia. Ini yang sudah lama aku tunggu. Restu untuk menikahimu ! " jawab Hamiz balas menatap wajah cantik Kyra.


" Kamu bahagia ? " tanya Hamiz menatap lekat kedua netra milik sang kekasih.


Kyra menggelengkan kepalanya membuat Hamiz mengernyitkan keningnya.


" Kyra bahagia tapi belum 100 persen bahagia " jawab Kyra.


" Oh ya ? Kenapa bisa begitu ? " tanya Hamiz sambil mengelus pipi calon istrinya itu.


" Setelah kita sah menjadi suami istri, barulah kebahagiaan itu genap menjadi 100 persen " jawab Kyra.


" Tidak sayang... bahkan bisa berkali-kali lipat lebih dari itu kebahagiaan yang kita miliki nanti ! "

__ADS_1


__ADS_2