Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 20


__ADS_3

Adinda dan Zaid kini telah berada di depan klinik milik Hamiz. Mereka berdua tidak masuk ke dalam klinik melainkan hanya menunggu di dalam mobil hingga akhirnya mereka melihat Hamiz keluar dari klinik dan menuju ke arah mobilnya tersimpan. Adinda bergegas keluar dari mobil diikuti oleh Zaid.


" Kak Mario... " ucap Adinda saat Hamiz membuka pintu mobilnya.


" Adinda... ? " ucap Hamiz terkejut saat melihat Adinda beserta suaminya berada di depannya.


" Maaf kalau kami mengganggu waktu kakak. Tapi ada hal penting yang ingin kami bicarakan " jelas Adinda.


Hamiz menatap pasangan suami istri itu,


" Baiklah... Ada hal penting apa hingga membuat kalian menemuiku ? " tanya Hamiz tanpa basa-basi.


" Ini tentang Kyra, Kak... " jawab Adinda.


Hamiz menghela nafasnya.


" Aku sudah memintanya untuk melupakanku... Kalian tidak perlu khawatir. Aku tidak akan menemuinya lagi " tukas Hamiz lirih.


" Bukan itu, Kak... "


" Lalu ? "


" Kyra sakit dan sekarang dirawat di rumah sakit " jawab Zaid.


" Tolong Kak... Hanya kakak yang bisa membuat Kyra sembuh " mohon Adinda.


" Kyra tidak mau makan sebelum bertemu Kak Mario... Tolong, Kak... Temui Kyra ! " pinta Adinda lagi.


" Tapi... Hubungan kami ... " Hamiz tak bisa meneruskan kalimatnya.


" Kak... Kami tahu kami memang menentang hubungan kalian. Tapi Kyra begitu yakin dengan perasaannya hingga akhirnya ia mampu meyakinkan kami kalau kakak adalah pria yang ia inginkan. Kami merestui hubungan Kyra dan kakak " jelas Adinda.


" Lalu bagaimana jika Pertiwi dan Farhan mengetahuinya ? Apakah mereka juga akan berlapang dada sebagaimana halnya kalian berdua ? " tanya Hamiz kemudian, membuat Adinda dan Zaid saling memandang dalam diam.


Hingga akhirnya Zaid pun angkat bicara.


" Baiklah, Mario... Ah, bukan... sebaiknya kami memanggilmu Hamiz. Karena Mario yang dulu kami kenal sudah lama hilang dan sekarang hanya ada Hamiz. Apakah kamu mencintai Kyra ? " tanya Zaid kemudian.


" Tentu, aku sangat mencintainya " tegas Hamiz.


" Lalu sekeras apa kamu berusaha untuk mendapatkan Kyra ? " tanya Zaid kembali.

__ADS_1


Hamiz terdiam, pertanyaan Zaid benar-benar mengena di hatinya. Ketika Kyra berusaha memperjuangkan cinta mereka justru ia meminta Kyra untuk meninggalkannya.


" Kalau kamu memang mencintai Kyra, perjuangkan cinta kamu ! Segala halangan dan rintangan pasti bisa kalian lalui bersama, asalkan kalian benar-benar saling mencintai... " tegas Zaid.


Hamiz mencerna semua ucapan Zaid. Ya, Zaid memang benar... Seharusnya ia memperjuangkan cintanya, bukannya menyerah dan meminta Kyra untuk meninggalkan juga melupakannya.


" Kak... Kalau kakak benar-benar mencintai Kyra, apa yang kakak risaukan ? Kyra saja begitu berani memperjuangkan cintanya hingga Kyra masuk rumah sakit " tambah Adinda.


Seketika kesadaran Hamiz kembali, ia telah melakukan kesalahan. Dan ia akan memperbaiki semuanya.


Hamiz meminta Adinda dan Zaid membawanya menemui Kyra. Adinda dan Zaid kembali ke rumah sakit diikuti oleh Hamiz.


Ceklek


Pintu ruangan rawat Kyra terbuka. Evan melihat ke arah pintu. Ternyata orang tuanya datang bersama dengan pria yang paling ditunggu oleh Kyra.


Adinda dan Zaid mempersilakan Hamiz untuk mendekati Kyra yang kini tertidur.


Hamiz berjalan mendekati ranjang yang ditempati Kyra, kemudian duduk di samping ranjang. Ia memegang erat tangan gadis yang paling ia cintai. Menatap wajah pucat gadis itu yang nampak lebih kurus dan kuyu.


Hamiz mencium punggung tangan Kyra sambil meneteskan air matanya.


" Maafkan aku, Kyra... Seharusnya aku berjuang bersamamu bukan meninggalkanmu... Maafkan aku yang bodoh ini " ucap Hamiz lirih tanpa melepas genggaman tangannya.


" Om... Om datang ? " tanya Kyra dengan suara lemah.


Hamiz menatap Kyra penuh cinta, rasa sesalnya semakin menyeruak di hati saat melihat kekasih tercinta terbaring lemah.


" Om... Jangan tinggalin Kyra ! Kyra gak bisa hidup tanpa Om... Kyra sayang sama Om ! " ucap Kyra dengan mata berkaca-kaca.


Hamiz menyentuh pucuk kepala Kyra kemudian membelainya dengan lembut.


" Maaf... Maafkan aku ! Aku pikir dengan meninggalkanmu semua jadi lebih mudah untuk kita. Ternyata aku salah... Aku tidak akan meninggalkanmu " balas Hamiz.


" Aku akan memperjuangkanmu... Kita berjuang bersama-sama. Kamu mau kan menemaniku memperjuangkan cinta kita ? " tanya Hamiz.


Kyra mengangguk dengan mata yang berbinar.


" Sebentar... Aku akan segera kembali ! " ucap Hamiz kemudian meninggalkan ruang rawat Kyra.


Kyra menatap punggung Hamiz yang telah menghilang di balik pintu dengan perasaan was was. Ia khawatir jika Hamiz tidak kembali lagi.

__ADS_1


" Dia pasti kembali kok... Kamu gak usah khawatir" ucap Adinda yang mengetahui keresahan hati Kyra.


Adinda menghampiri Kyra, kemudian membantunya duduk.


" Terima kasih sudah membawa Om Doteng kembali pada Kyra, bunda " ucap Kyra sambil memeluk Adinda.


" Terima kasihnya cuma sama bunda aja ? Ayah gak dikasih ucapan juga ? " tanya Zaid sambil mendekati sang istri.


" Ah... Iya terima kasih juga ayah. Kalian berdua memang ayah bunda terbaik " jawab Kyra dengan senyuman paling manis.


" Lo gak bilang makasih juga sama gue, Ra ? Gue udah nungguin lo dari tadi lho " protes Evan kini berada di samping sang ayah.


" Ah iya... Terima kasih juga buat kamu, yang udah mau Kyra susahin terus. Mulai dari nyari-nyari Om Doteng sampai hari ini. Kalian semua memang keluarga terbaik " sahut Kyra penuh haru.


Tak lama kemudian, Hamiz kembali. Ia datang bersama Andara yang tak sengaja bertemu dengannya saat berada di lobi.


Adinda, Zaid dan Evan kembali menunggu di sofa. Sementara Andara dan Hamiz berbincang dengan Kyra.


" Cepet sembuh ya, Ra... Gue gak ada temen di kampus " ucap Andara.


" Iya, adik ipar... Sekarang pasti cepet sembuh, soalnya udah ketemu dokter ahlinya " ucap Kyra melirik Hamiz.


Hamiz mengangkat sudut bibirnya.


Tak lama Hamiz mendekati Kyra, mengeluarkan kotak cincin yang tadi diambilnya dari mobil. Sejak hari itu, Hamiz membiarkan kotak cincin itu berada di dalam mobilnya.


" Adinda, Mas Zaid, Evan dan Andara... Hari ini, aku meminta restu kalian untuk melamar Kyra sebagai istriku " ucap Hamiz sambil mengeluarkan cincin dari dalam kotak.


" Kyra, apa kamu bersedia menikah denganku ? " tanya Hamiz membuat Kyra meneteskan air mata, air mata kebahagiaan karena inilah yang ia tunggu selama ini.


Kyra menatap keluarganya yang ada disana. Baik Adinda, Zaid juga Evan semuanya mengangguk tanda merestui Kyra dan Hamiz.


" Iya... Kyra mau, Om... Kyra mau jadi istrinya Om " jawab Kyra dengan yakin.


Hamiz memasangkan cincin di jari manis Kyra.


Berjuanglah bersama dan bahagiakanlah Kyra, Kak... Karena setelah ini, halangan dan rintangan kalian akan semakin berat. Kuatkan diri kalian untuk melalui semuanya demi cinta kalian berdua


Batin Adinda, menatap Kyra yang nampak sangat bahagia.


Derrt... Derrt... Ponsel Adinda bergetar, Adinda mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Kemudian tertegun saat melihat nama yang tertera di ponselnya.

__ADS_1


Aih... Pas banget sih ? Kayaknya udah ada feeling nih...


Dengan hati-hati, Adinda pun menjawab sambungan telpon itu.


__ADS_2