Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 28


__ADS_3

" Papi... Jangan !! " teriak Kyra saat melihat sang ayah yang hendak melayangkan pukulan ke arah Hamiz yang sudah tersungkur di sofa.


Kyra berlari menghampiri Hamiz kemudian membantu kekasihnya itu untuk duduk lalu memegang wajah Hamiz. Kyra melihat sudut bibir Hamiz mengeluarkan darah.


" Papi apa-apaan sih ? " tanya Kyra kesal sambil menatap sang ayah yang hanya diam melihatnya.


Farhan melihat Kyra yang masih mengenakan apron menutupi pakaiannya yang masih lengkap.


Sial... Sepertinya aku sudah salah duga !!


Batin Farhan.


" Papi... " panggil Kyra lagi membuatnya tersadar.


Farhan menatap sang anak yang nampak begitu khawatir dengan keadaan Hamiz.


" Papi kenapa sih ? Tiba-tiba datang maen pukul-pukul aja ! " gerutu Kyra sambil menoleh ke arah Farhan.


Farhan menghampiri Kyra lantas menarik tubuh sang putri agar menjauh dari Hamiz.


" Kamu yang apa-apaan di sini ? Tidak baik seorang laki-laki dan perempuan berduaan. Apa kamu tidak khawatir dia akan berbuat macam-macam kepada kamu ? " cecar Farhan pada Kyra.


Kyra mencoba melepas tangan sang ayah dari lengannya.


" Kyra cuma masak aja, Pi... Gak ngapa-ngapain !" jelas Kyra yang mengerti kekhawatiran sang ayah.


" Kita ke apartemenmu ! " titah Farhan sambil menarik Kyra agar keluar dari apartemen Hamiz.


" Tapi, Pi... " tolak Kyra sambil melirik Hamiz.


Hamiz menganggukkan kepalanya memberikan tanda pada sang kekasih agar menuruti sang ayah.


Dengan terpaksa Kyra mengikuti langkah kaki sang ayah kembali ke apartemen miliknya.


Kyra duduk di sofa sambil merengut sementara Farhan duduk di sebelah Kyra. Farhan menatap tajam putri kesayangannya itu.


" Papi tidak suka kamu dekat dengan laki-laki itu. Dia tidak layak untuk kamu ! " ucap Farhan begitu tegas.


" Tapi, Pi... " sela Kyra.


" Kyra... Apa kamu pernah berpikir jika apa yang kamu lakukan ini akan menyakiti perasaan mamimu... Seandainya mami tahu bagaimana sikapnya nanti " ucap Farhan.


Kyra kini hanya menundukkan wajahnya. Ia tahu tentunya akan sangat sulit bagi orang tuanya menerima hubungannya dengan Hamiz.


" Tapi Om Hamiz sudah berubah, Pi... " sahut Kyra.

__ADS_1


Farhan menghela nafasnya.


" Walaupun dia berubah, tapi tetap saja dia adalah Mario. Mario dan Hamiz itu orang yang sama dan itu akan sulit untuk diterima " tukas Farhan.


Seketika Kyra mengangkat wajahnya, memberanikan diri menatap sang ayah.


" Kenapa Pi... ? Setiap orang bisa berubah dan Kyra yakin Om Hamiz sudah benar-benar berubah... Bunda Dinda dan ayah Zaid saja sudah yakin jika Om Hamiz itu sudah berubah " ucap Kyra membela sang kekasih.


Farhan mengurut pangkal hidungnya.


" Kyra... Walaupun dia sudah berubah, tapi hubungan kalian tidak akan berjalan begitu mudah. Banyak hal yang akan merintangi hubungan kalian " jelas Farhan dengan suara yang sedikit melembut.


" Hal apa Pi ? Perbedaan usia ? Cerita masa lalu ? Kyra sudah menerima segala kelebihan dan kekurangannya " tegas Kyra.


" Kamu masih terlalu muda, belum bisa melihat ke depan. Kyra... Sayang... Jalan hidup kamu masih panjang dan papi tidak ingin kamu menyia-nyiakan hidupmu... "


" Kyra tidak merasa menyia-nyiakan hidup Kyra, Pi... Justru Kyra bahagia, sangat bahagia bisa bersamanya. Papi tidak mau melihat Kyra bahagia ? " tanya Kyra sambil mendekati sang ayah.


" Kyra... Papi sangat ingin melihatmu bahagia. Sebagai orang tua, tentunya kami ingin melihat anak-anak kami bahagia " jawab Farhan, ia menaruh tangannya diatas tangan Kyra. Kyra menggenggam tangan sang ayah.


" Kalau begitu, restui hubungan Kyra Pi... " pinta Kyra dengan penuh harap.


Farhan melepaskan genggaman tangannya.


" Jangan paksa Papi, Kyra... " ucapnya sambil memalingkan wajahnya.


Hingga kemudian Kyra bangkit dari sofa. Ia berjalan menuju ke arah pintu.


" Mau kemana, Kyra ? " tanya Farhan saat sang anak membuka handle daun pintu.


" Ke tempat Om Hamiz " jawab Kyra.


" Papi tidak mengijinkan ! " seru Farhan dengan suara berat.


" Walaupun Papi tidak mengijinkan hubungan kami, setidaknya Papi ijinkan Kyra mengobati lukanya " sahut Kyra tanpa menoleh pada sang ayah.


" Dia seorang dokter Kyra... Dia bisa mengobati lukanya sendiri " balas Farhan lagi.


" Apa karena seorang dokter jadi dia tidak perlu diobati ? Bahkan seorang dokter kandungan pun tidak bisa melahirkan sendiri ! " sanggah Kyra kemudian segera keluar.


Kyra bergegas menuju tempat Hamiz. Ia begitu khawatir dengan keadaan Om Dotengnya itu. Kyra menekan kode akses pintu apartemen yang merupakan hari jadian mereka.


Klek... Pintu terbuka, Kyra segera masuk ke dalam. Kyra melihat Hamiz sedang mengompres lebam yang ada di wajahnya. Kyra mengambil lap dari tangan Hamiz kemudian membantunya mengompres luka dan memakaikan salep penghilang nyeri di sudut bibirnya. Hamiz sedikit meringis saat Kyra mengoleskan salep ke bagian yang terluka.


" Maafin, Papi ya Om... " ucap Kyra setelah mengoleskan salep. Ia menatap wajah Hamiz yang nampak berantakan.

__ADS_1


" Tidak apa... Aku mengerti perasaannya. Mungkin papimu takut, peristiwa dulu terulang lagi padamu " ucap Hamiz tersenyum kecut.


Kyra menghela nafasnya, ia sadar orang tuanya tidak bisa lepas begitu saja dari bayangan masa lalu.


" Kita harus apa, Om ? Kita harus bagaimana supaya mereka merestui hubungan kita ? " tanya Kyra lirih.


Hamiz memandangi gadis cantik di hadapannya yang nampak risau.


" Kyra... Aku tidak ingin, kamu menentang kedua orang tuamu. Mungkin lebih baik jika... "


" Stop Om ! Kyra gak mau denger Om bilang kalau kita harus berpisah. Kyra gak mau... Kyra gak bisa ! " potong Kyra.


Hamiz mengulum senyum.


" Hei... Siapa yang bilang kalau kita harus berpisah, hem ? " tanya Hamiz sambil mengusap lembut pipi Kyra.


Gadis cantik itu menatap Hamiz lekat-lekat.


" Aku juga tidak ingin berpisah denganmu. Perpisahan kemarin saja masih terasa menyakitkan... Hanya saja, kita harus menjaga perasaan kedua orang tuamu. Aku ingn hubungan kita berjalan dengan restu... Aku tidak ingin kamu terus menentang orang tuamu. Mereka menyayangimu... Walaupun mereka salah, tetap saja mereka orang tuamu dan kamu harus menghormati mereka ! " jelas Hamiz.


Kyra mengangguk paham.


" Om janji, gak akan tinggalin Kyra kan ? Om akan berjuang untuk Kyra kan ? " tanya Kyra penuh harap.


" Aku janji... Aku mencintaimu, Kyra... ! Hanya kamu yang bisa membuatku merasakan jatuh cinta lagi. Aku akan memperjuangkan hubungan kita. Aku tidak ingin kehilanganmu... " jawab Hamiz.


Kyra memeluk Hamiz, hingga membuat Hamiz sedikit meringis saat perutnya tersentuh.


" Ah... Sakit ya Om ? Maaf... Maafin Kyra ya ! " ucap Kyra khawatir.


" Sesakit apapun akan ku tahan demi kamu, Kyra... " sahut Hamiz membuat Kyra terpaku.


" Rasa sakit ini, tidak sebanding dengan rasa sakit jika harus kehilanganmu... " tambah Hamiz lagi sambil menatap Kyra.


" Dan Kyra tidak pernah mau melihat Om terluka. Biar saja Kyra yang terluka... " tukas Kyra.


Hamiz menggeleng,


" Melihatmu terbaring sakit seperti kemarin saja sudah membuatku hancur. Jadi mana bisa aku mau melihatmu terluka " sahut Hamiz.


" Kalau gitu, kita janji... Kita tidak akan membuat masing-masing dari kita terluka, ok ? " ucap Kyra sambil mengangkat jari kelingkingnya.


Hamiz menautkan jari kelingking miliknya ke jari kelingking Kyra.


" Janji "

__ADS_1


Keduanya pun tersenyum.


Sementara itu, Farhan melihat kebersamaan mereka dari balik pintu yang tidak tertutup rapat. Ya, ia tadi memang berniat untuk menyusul Kyra ke tempat Hamiz.


__ADS_2