
Hamiz duduk santai menunggu Kyra datang ke restoran. Sesekali ia menyeruput kopi yang telah dipesannya. Ia melirik arloji ditangannya, masih 10 menit dari waktu yang dijanjikan. Nampaknya ia terlalu cepat sampai ke restoran
Hamiz menghela nafas, ia melihat sekeliling. Beberapa pasangan tertangkap oleh matanya sedang makan malam romantis. Ia menarik salah satu sudut bibirnya, memikirkan apa yang dilakukannya saat ini. Melakukan makan malam dengan seorang gadis belia.
Ya Tuhan... Apa yang sebenarnya terjadi padaku ?
Hamiz terus berpikir, untuk apa ia mengajak Kyra makan malam kalau hanya untuk menjelaskan masa lalunya yang sebenarnya tak ingin diungkitnya lagi. Lagi pula apa untungnya menceritakan pada gadis itu. Gadis slebor yang selalu mengganggunya, menyatakan perasaannya tanpa kenal menyerah walaupun ia sudah mengabaikannya.
Ck... Ngapain sih mikirin perasaan gadis itu ? Sepertinya aku sudah salah melangkah... Sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum dia sampai
Hamiz berniat untuk pergi, ia sudah berdiri dari duduknya hingga ia melihat seorang gadis cantik telah berdiri di hadapannya. Hamiz terkesiap melihatnya. Kyra yang sudah beberapa hari ini tak dilihatnya. Gadis itu kini berdiri di hadapannya. Ia terlihat begitu cantik dengan rambut yang dicepol asal memyisakan helaian rambut yang dibiarkan acak. Mengenakan dress selutut bermotif bunga berwarna pink dengan model sabrina yang memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Ditambah hidung mancung serta bibir tipisnya yang berwarna peach membuat Hamiz tak bisa mengalihkan pandangannya.
" Hai, Om... Kyra gak telat kan " ucapnya dengan senyuman manis tersungging selalu.
Hamiz mengalihkan pandangannya.
Astaga... Kenapa dia udah disini aja sih ? Sialnya dia cantik banget lagi !!
Hamiz membatin dalam hati.
" Om mau kemana ? " tanya Kyra saat melihat Hamiz yang berdiri dari kursi.
" Oh, anu... Saya mau ke toilet. Kamu duduk saja dulu, pesan aja makanan yang kamu mau " jawab Hamiz lalu melangkahkan kaki menuju ke toilet. Sesekali ia menoleh pada Kyra yang sudah duduk cantik sambil melihat buku menu.
Hamiz membasahi wajahnya dengan air di depan wastafel. Mau tidak mau, ia akan menceritakan semuanya pada Kyra. Ia tidak ingin terus terjerumus pada perasaan yang tak jelas juntrungannya. Ia harus siap menerima konsekuensi atas penjelasan yang akan ia berikan pada Kyra.
Hamiz kembali menuju mejanya. Kyra menyambut Hamiz dengan senyuman yang selalu membuatnya terlihat sangat cantik membuat jantung Hamiz melompat ingin keluar dari tempatnya.
" Ekhem... Kamu sudah pesan ? " tanya Hamiz berbasa basi, padahal ia sedang mencoba menjinakkan gemuruh rasa yang mengamuk di dalam dadanya.
__ADS_1
" Belum... Om udah pesen ? " tanya Kyra sambil menatap Hamiz yang baru saja duduk.
" Belum... " jawab Hamiz singkat.
" Kalau gitu Kyra pesenin ya, Om. Om mau apa ? " tanya Kyra begitu perhatian.
" Terserah kamu aja " jawab Hamiz sambil menelisik gadis itu.
" Ya udah, tapi harus dimakan ya ! " ucap Kyra sambil sibuk memilih menu.
Hamiz memperhatikan Kyra yang tengah asyik memilih menu. Tak bisa dipungkiri, ia telah jatuh pada pesona Kyra. Tapi ia masih berusaha menentang hatinya.
Kyra telah selesai memesan, kemudian gadis cantik itu menatap lekat Hamiz. Merasa terus ditatap oleh Kyra membuat Hamiz sedikit salah tingkah namun ia terus mencoba menyembunyikannya.
Kyra menopangkan tangannya di atas meja, kemudian menempelkan dagunya di atas tangan sambil menatapi pria tampan yang duduk di hadapannya.
" Akhirnya... Kyra ketemu sama Om Doteng juga. Kyra seneng banget deh Om... Kangennya Kyra akhirnya terobati juga " ucap Kyra sambil tersenyum membuat siapapun meleleh melihat senyuman Kyra yang sangat manis itu.
" Ayo, kita makan ! " seru Hamiz saat melihat hidangan yang tadi dipesan oleh Kyra berada di atas meja.
Tanpa bicara sepatah kata pun mereka menghabiskan hidangan yang ada.
" Kyra... Ada yang ingin aku sampaikan " ucap Hamiz sambil menatap gadis cantik yang asyik menyeruput minumannya.
" Iya Om... Mau ngomingin apa ? " tanya Kyra berbalik menatap Hamiz hingga tatapan keduanya bertemu.
Hamiz menghela nafasnya lalu memilih mengalihkan pandangannya.
" Kamu harus tahu masa laluku, sebelum kamu memutuskan untuk menyukaiku " ucap Hamiz kemudian.
__ADS_1
Sejujurnya, kali ini ia merasa enggan menceritakan semuanya pada Kyra.
" Oke... Apapun itu Kyra akan menerima semuanya, Om " tukas Kyra yakin.
Hamiz tersenyum kecut.
Tunggu saja sampai kamu mengetahui yang sebenarnya. Aku yakin kamu pasti akan segera menghilangkan aku dari hatimu.
Hamiz menceritakan semua kebobrokannya kepada Kyra. Kegilaannya sewaktu masih muda dulu. Seorang casanova dengan kebiasaannya yang sering bermain wanita di ranjang hingga akhirnya kehilangan wanita yang paling ia cintai saat itu. Ditambah lagi, ia juga bermain ranjang dengan wanita yang ternyata adalah teman tidur sang ayah. Semua aibnya, Hamiz ceritakan kepada Kyra. Ia berharap gadis cantik itu berhenti mengejarnya setelah mengetahui keburukannya. Walaupun ia sendiri takut jika Kyra menjauh sekaligus membencinya.
Kyra tak mengatakan apapun setelah Hamiz mengutarakan semuanya. Pandangan matanya menerawang, ia sepertinya begitu kaget dengan apa yang didengarnya.
" Kamu sudah mendengar semuanya. Jadi sebaiknya kamu mengambil langkah terbaik. Aku bukanlah laki-laki yang tepat untukmu. Kamu berhak mendapatkan laki-laki yang baik. Masa depanmu pasti jauh lebih baik tanpa aku " ucap Hamiz, ada rasa sedih dalam ucapannya ini.
Apapun reaksi Kyra, Hamiz akan menerimanya. Bahkan jika gadis cantik itu meninggalkannya atau mungkin menamparnya saat ini .
Kyra masih tak bersuara, jari tangannya saling bertautan sementara matanya terus menatap Hamiz dengan tatapan tak bisa diartikan.
" Kyra... Terima kasih atas perhatianmu selama ini. Aku sangat menghargainya... Kalau begitu, aku permisi ! " ucap Hamiz kemudian berdiri dari duduknya.
" Tunggu Om ! " seru Kyra sambil menahan tangan Hamiz.
" Om gak mau denger keputusan Kyra " ucap Kyra. Kali ini suaranya terdengar dingin dan tegas.
" Aku tidak perlu mendengar apa pun " tukas Hamiz lalu melepas tangan Kyra dari tangannya.
Hamiz segera meninggalkan Kyra yang masih terdiam tanpa beranjak dari tempat duduknya. Setelah membayar tagihan di kasir, Hamiz segera keluar restoran. Saat berada di pintu keluar ia menengok ke arah Kyra yang masih duduk membelakanginya.
Maafkan aku Kyra... Ini untuk masa depanmu... Asal kamu tahu, aku bahagia bisa menjadi laki-laki yang kamu cintai.
__ADS_1
Hamiz pun segera melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir. Hamiz membuka pintu mobil, kemudian masuk ke dalamnya. Namun ketika ia akan menutup pintu, ia melihat sosok gadis yang ia tinggalkan kini berdiri di samping pintu sambil menahan pintu mobilnya.
" Kyra... "