Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 51


__ADS_3

Andara menghela nafasnya. Entahlah ia harus berkata apa kepada sang kakak nanti. Menyaksikan Andara yang hanya terdiam, Tante Karin duduk di samping Andara.


" Kenapa sayang ? Apa kamu keberatan dengan permintaan kami ? " tanya Tante Karin sambil meraih tangan Andara lalu mengelusnya perlahan.


Andara menggeleng pelan, ia terlampau bahagia hingga tak tahu harus mengatakan apa. Tante Karin memeluk Andara lalu mengelus punggung calon menantunya itu.


" Kamu takut kakakmu tidak menerima lamaran kami ? " tanya Tante Karin kepada Andara.


" Bukan itu, Tante... Andara hanya ingin melihat Kak Hamiz menikah lebih dulu " jawab Andara.


" Apa keinginan Dara itu salah, Tante ? Dara hanya ingin melihat Kak Hamiz bahagia " ucap Andara lirih.


Tante Karin melepaskan pelukannya lalu mengangkat wajah Andara yang terlihat sendu.


" Yang kamu lakukan tidak salah sayang... Tante paham kamu sangat menyayangi kakakmu itu. Begitu pula kakakmu pasti sangat menyayangimu. Soal jodoh, biarlah Tuhan yang menentukan. Tante yakin kakakmu akan mengerti. Pasti dia akan melakukan apapun asal kamu bahagia... " jawab Tante Karin bijak.


" Apa Tante dan Om tidak malu jika Kak Bian menikah dengan Andara ? " tanya Andara lagi.


Tante Karin menghela nafasnya, ia melirik ke arah Fabian dan sang suami. Ia memang sudah mengetahui masa lalu Andara dari cerita Fabian.


" Dara sayang... Kenapa kami harus malu ? Kalian kan tidak melakukan sesuatu yang salah. Dara kamu jangan merasa rendah diri dengan masa lalu keluargamu. Kami yakin kamu anak yang baik dan kakakmu juga orang yang baik karena dia bisa mendidikmu seperti ini " jelas Tante Karin kembali memeluk Andara.


" Terima kasih, Tante... " ucap Andara tulus, air mata haru kini jatuh di pipinya.


Tante Karin menghapus air mata di pipi Andara.


" Mulai sekarang, kamu adalah anak Tante. Jadi kamu harus memanggil Tante dan Om, Mama dan Papa seperti Fabian ! " seru Tante Karin.


" Iya, Tan... Eh, iya Ma... " sahut Andara sambil tersenyum.


" Baiklah kalau begitu hari sabtu ini, kami akan menemui kakakmu " ucap Om Sulis.


Andara mengangguk, sementara Fabian tersenyum lebar. Akhirnya ia bisa segera mempersunting pujaan hatinya.


" Dara... Ayo temani Mama, kita buat cemilan " ajak Tante Karin.


" Ih... Jangan ajakin Dara dong, Ma ! Bian gak ada temen nih " Fabian menahan Andara yang sudah berdiri bersama Sang ibu.

__ADS_1


" Kamu temenin Papa aja main catur. Ayo Bian ! " ajak sang ayah yang terpaksa diikuti oleh Fabian dengan berat hati.


" Awas ya, Ma... Calon istri Bian jangan diapa-apain lho ! Sayang, kalau Mama macam-macam bilang sama aku ya ! " ucap Fabian sambil melirik Andara.


" Ya ampun, Bian... Memangnya Mama mau apa sih ? Sudah sana ! " sahut sang ibu.


Fabian berjalan mengikuti sang ayah menuju area belakang rumah. Sementara Andara pergi ke dapur bersama Mama Karin.


" Mama senang, akhirnya Fabian bisa ketemu kamu lagi. Dia terlihat lebih semangat dan bahagia sekarang " jelas Mama Karin.


" Memangnya dulu engga ya Ma ? " tanya Andara penasaran.


" Boro-boro, deket sama perempuan aja gak pernah " jawab Mama Karin.


" Tapi kok bisa dijodohin sama Stella sih Ma ? " selidik Andara.


Mama Karin terlihat menghela nafasnya.


" Sebenarnya dulu keluarga Stella yang menawarkan perjodohan. Mama dan Papa sebenarnya tidak terlalu cocok dengan Stella. Tetapi melihat Fabian yang cukup akrab dengan Stella, kami pikir itu adalah langkah baik untuk kebahagiaan Fabian. Ternyata, Fabian dan Stella hanya bersandiwara agar kami tidak terlalu mengkhawatirkan kehidupan cintanya. Hingga akhirnya keluarga Stella meminta diadakan pesta pertunangan. Fabian menyetujuinya dan akhirnya sebelum pesta itu dilangsungkan ia bertemu denganmu Dara. Fabian menyadari jika kamulah gadis yang selama ini dicarinya. Sayangnya hari pertunangan sudah ditentukan dan Fabian tidak ingin membuat kami malu dengan membatalkan acara tersebut... " jelas Mama Karin panjang lebar.


" Sampai akhirnya, Fabian belakangan ini berterus terang. Ia juga memberikan bukti jika keluarga Karin hanya menginginkan pernikahan bisnis untuk membuat bisnis keluarga mereka semakin berkembang. Maka dari itu, kami mendukung keputusan Fabian untuk memutuskan pertunangan. Dan kami menyetujui hubungan Fabian denganmu " tambah Mama Karin.


" Tapi Fabian tidak... Stella terlalu percaya diri bisa membuat Fabian mencintainya dengan menawarkan sandiwara berdalih untuk membahagiakan orang tua. Fabian hanya mencintaimu, Dara... Mama tahu dan bisa merasakannya. Jadi Mama mohon, berbahagialah bersama Fabian " ucap Mama Karin sambil menatap Andara.


" Iya, Ma....Dara dan Kak Fabian pasti akan bahagia " sahut Andara kemudian memeluk Mama Karin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Andara sudah menyampaikan kepada Hamiz, jika keluarga Fabian akan datang untuk melamarnya.


" Kapan mereka datang ? " tanya Hamiz.


" Hari Sabtu ini, mereka akan datang Kak " jawab Andara.


Hamiz mengangguk,


" Baiklah, kalau begitu kita harus mempersiapkan semuanya " ucap Hamiz semangat.

__ADS_1


" Kak... Maafin Dara ya ! " ucap Dara lirih.


Hamiz mengerutkan keningnya.


" Kenapa minta maaf, Dara ? " tanya Hamiz heran.


" Maaf... Tadinya Dara mau melihat Kakak menikah lebih dulu, tapi... " Dara menghentikan ucapannya.


Sebelah sudut bibir Hamiz terangkat.


" Dara... Kakak tidak pernah keberatan jika kamu menikah lebih dulu. Lagi pula Tuhan sudah mengatur jodoh setiap orang. Kakak justru bahagia bisa melihat kamu menikah dengan laki-lakinyang sangat mencintaimu. Kakak yakin Fabian laki-laki yang tepat untukmu. Kakak tenang melepasmu dengannya karena ia pasti akan membahagiakanmu " potong Hamiz.


Andara menghambur memeluk raga sang kakak. Kakak yang selama ini sudah membesarkannya, melakukan banyak hal untuknya termasuk menjadi ayah dan ibu sekaligus baginya.


Air mata Andara tumpah saat Hamiz juga memeluknya.


" Terima kasih, Kak... Terima kasih sudah menjadi Kakak sekaligus orang tua buat Dara. Terima kasih untuk segala hal yang sudah kakak lakukan selama ini. Semoga Kakak juga bahagia... " ucap Andara.


Hamiz mengusap punggung sang adik dengan lembut. Ia tak pernah mengira jika Andara akan segera pergi dari hidupnya. Pergi menjemput kebahagiaannya bersama pria pilihannya.


Hamiz mendesau, seandainya saja ia tahu jika sang adik akan menikah secepat ini tentu ia akan lebih sering tinggal di rumah bersamanya.


" Kak... " ucap Andara sambil melepaskan pelukannya.


" Ya... "


" Kak, kita kan tidak memiliki keluarga lagi. Jadi boleh gak Dara minta bantuan Kyta sama Tante Dinda buat bantuin acara lamaran Dara nanti " pinta Andara.


" Dara... Kamu kan tahu kalau Om gak bisa ketemu sama Kyra dulu " sanggah Hamiz.


" Tapi Dara kan bestienya Dara Kak. Lagi pula kita bisa minta bantuan Tante Dinda sama Om Zaid supaya merahasiakan hal ini " kilah Andara.


" Tapi Dara... "


" Dara tahu kalau Kakak pasti kangen kan sama Kyra ? " potong Andara.


Hamiz nampak berpikir keras. Apa yang diucapkan oleh Andara memang benar adanya. Ia merindukan kekasih hatinya itu.

__ADS_1


" Jadi gimana Kak ? " tanya Andara sambik menaik turunkan alisnya.


__ADS_2