Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 57


__ADS_3

Kyra keluar dari kediamannya dan berjalan menuju mobilnya. Akan tetapi, pandangan mata Kyra tertuju pada sebuah mobil yang terparkir di depan mobilnya.


" Itu kan mobilnya Jodi. Mau ngapain lagi sih ? " gumam Kyra pada dirinya sendiri.


Kyra berjalan mendekati mobil milik Jodi, lalu mengintipnya dari jendela. Terlihat Jodi yang tengah tertidur dengan wajah menelungkup di atas kemudi.


Kyra mengetuk jendela mobil, semakin lama ketukannya semakin keras dan membuat Jodi terperanjat. Jodi membuka jendela sambil menguap lebar.


" Lo ngapain ? " tanya Kyra penasaran.


" Eh, tadi malem gue nungguin lo pulang. Tapi sampai tengah malam belum juga balik. Ya akhirnya gue ketiduran deh " jawab Jodi apa adanya.


" Lo tuh ya... Ck... " Kyra bedecak sambil geleng-geleng kepala.


" Eh, mau kemana Ra ? " tanya Jodi sambil menelisik penampilan Kyra yang sudah rapi.


" Mau ke kampus lah... Masih nanya lagi " jawab Kyra.


" Eh, mendingan lo masuk dulu gih, terus bersih-bersih. Jangan lupa sarapan dulu ! "seru Kyra lagi.


Diperhatikan seperti itu oleh Kyra membuat perasaan Jodi berbunga-bunga. Bahkan senyuman tersungging di wajahnya.


" Dih, malah senyam-senyum. Buruan sana masuk ! Di rumah ada Mami kok " ucap Kyra kemudian.


Jodi melihat ke arah Kyra, lalu mengerutkan keningnya.


" Kamu pergi sendiri ? " tanya Jodi pada Kyra.


" Ya iyalah... Sekarang kan gue udah bebas, gak perlu dianter jemput lo lagi " jawab Kyra cuek sambil berjalan menuju mobilnya.


" Maksudnya gimana, Ra ? " tanya Jodi masih belum mencerna ucapan Kyra dengan baik.


" Jodi... Mulai hari ini, lo gak perlu lagi antar jemput gue. Karena gue gak mau calon suami gue mikir macem-macem " tegas Kyra.


Jodi yang masih belum mengerti arah pembicaraan Kyra kini meraih tangan Kyra.


" Ra... Kamu ngomong apa sih ? " tanya Jodi bingung.


" Lepas Jodi ! " ucap Kyra sambil menghempas tangan Jodi.

__ADS_1


Mendengar keributan di luar rumah, membuat Farhan dan Pertiwi segera keluar dari dalam rumahdan menghampiri Kyra.


" Lho, Jodi ? " ucap Pertiwi kaget karena melihat Jodi disana.


" Pagi, Tante... Om... " ucap Jodi sopan.


" Pagi... " jawab Pertiwi dan Farhan serempak.


" Pi... Mi... Kyra pergi dulu ya ! Oh iya, tolong jelasin sama Jodi semuanya " ucap Kyra sambil melirik Jodi.


Tak lama, Kyrapun segera masuk ke dalam mobil lalu melajukannya. Pertiwi mempersilakan Jodi untuk masuk.


Setelah Jodi membersihkan diri dan sarapan, Pertiwi dan Farhan mengajak Jodi untuk berbicara.


" Nak Jodi... Sebelumnya Tante minta maaf sudah melibatkan Nak Jodi secara tidak langsung " ucap Pertiwi memulI pembicaraan.


" Maksud Tante ? " tanya Jodi.


Pertiwi menghela nafas. Mau tidak mau, ia harus menceritakan semuanya kepada Jodi.


" Maafkan Tante ya, nak. Mulai sekarang, Nak Jodi tidak perlu mengantar jemput Kyra lagi. Kyra akan segera menikah... " jelas Pertiwi.


" Jadi Tante dan Om sudah menyetujuinya ? " tanya Jodi menebak-nebak.


Seketika Jodi terdiam, ia tak menyangka jika usahanya mendekati Kyra harus pupus secepat ini.


" Maafkan Tante ya nak Jodi, mungkin kalian memang tidak berjodoh. Kyra benar-benar mencintainya dan kami sudah merestui mereka " ucap Pertiwi.


" Jadi... Tidak ada lagi kesempatan untuk saya, Tan ? " tanya Jodi menatap Pertiwi dengan tatapan nanar.


Pertiwi menggelengkan kepala.


" Maaf... Tapi cinta tak bisa dipaksakan, Nak !Tante yakin, Tuhan akan memberikan jodoh yang baik untuk Nak Jodi. Terima kasih sudah membantu menjaga Kyra selama ini.... Sekali lagi terima kasih " ucap Pertiwi.


Jodi menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.


" Seharusnya saya sadar diri jika Kyra tidak akan mudah berpaling. Saya pikir saya bisa memenangkan hatinya... Tapi ternyata saya keliru, saya salah menilai... " ucap Jodi meratapi diri.


Farhan mendekati pemuda yang tergugu itu. Lalu Farhan menepuk pundak Jodi.

__ADS_1


" Kamu pasti bisa melalui ini semua. Om yakin, Tuhan pasti akan mengirimkan seorang gadis yang baik untukmu " ucap Farhan menyemangati Jodi yang nampak sangat terpukul.


Ya Tuhan... Mengapa Engkau tidak memberikan jalan agar aku bisa bersama dengan gadis yang ku cintai ?


" Jodi... Kamu pasti bisa melewati semua ini. Maafkan Kyra karena tidak bisa membalas cintamu " ucap Farhan lagi.


Jodi menghela nafasnya, mencoba menerima kenyataan pahit yang baru saja ia dapat. Jodi sadar jika cinta memang tak bisa dipaksakan. Sejak awal ia pun sanksi, namun karena perasaannya yang begitu besar kepada Kyra ia menepiskan keraguannya. Ternyata Tuhan memang tidak menakdirkan Kyra untuknya dan ia harus berlapang dada menerima semuanya.


Pertiwi dan Farhan saling memandang, mereka tidak tahu bagaimana Jodi menyikapi semua ini. Mereka pun bisa merasakan jika Jodi sangat kecewa.


" Baiklah Om... Tante... Jodi tahu perasaan tidak dapat dipaksakan. Jika Kyra memang bukan jodoh Jodi, Jodi merelakannya... Terima kasih karena Tante sudah memberikan kesempatan kepada Jodi untuk bisa lebih dekat dengan Kyra. Jodi akan selalu mengenangnya " ucap Jodi legowo.


Baik Farhan maupun Pertiwi merasa lega karena Jodi bisa menerima kenyataan yang ada. Jika saja, Kyra tidak pernah mengenal Hamiz tentunya mereka akan dengan senang hati menerima Jodi.


" Terima kasih, Nak... Kamu memang anak yang baik. Jika saja Kyra mengenalmu lebih dulu, mungkin ceritanya akan berbeda " ucap Farhan.


Tak lama kemudian Jodi pun pamit meninggalkan kediaman Farhan dan Pertiwi. Ia pun harus menanggalkan semua rasa yang ada untuk Kyra. Ia sadar jika Kyra tidaklah tercipta untuknya.


Kyra telah sampai di kampus, ia bergegas menuju ruang kelasnya. Di dalam kelas, Andara sudah menunggu Kyra. Ia tidak sabar untuk mendengar cerita dari mulut Kyra langsung karena sang kakak belum menceritakan apapun.


Kyra duduk di samping Andara dengan wajah berseri-seri.


" Wah... Wah... Kayaknya ada kabar baik nih ! Raut-rautnya bahagia banget " ucap Andara menebak-nebak.


Kyra memeluk Andara dengan erat.


" Akhirnya... Mami restuin hubungan gue sama.Om Doteng, Dar... " ucap Kyra bahagia.


Mata Andara membelalak. Ia tak percaya dengan ucapan Kyra.


" Beneran, Ra... ? Kamu gak bohong kan ? " tanya Andara.


Kyra segera mencubit lengan Andara.


" Aww... Sakit, Ra...." keluh Andara sambil.memegangi lengannya.


" Itu artinya beneran, Dara... Akhirnya gue bisa nikah juga sama Om Doteng gue ! " ucap Kyra sambil memeluk erat Andara.


" Syukur deh kalau gitu... Aku tenang, karena itu berarti Kak Hamiz gak akan tinggal sendirian lagi kalau udah nikah. Dan aku bisa tenang nikah sama Kak Bian " sahut Andara balas memeluk Kyra.

__ADS_1


" Kamu janji ya, Ra... Kamu bakalan bahagia sama Kak Hamiz " ucap Andara sambil melepaskan pelukannya dan menatap Kyra.


" Janji, Dar... Kita berdua harus bahagia dengan pasangan kita. Sebesar apapun rintangan yang menghadang kita, kita akan selalu menghadapinya dan memperjuangkan kebahagiaan kita " ucap Kyra yakin.


__ADS_2