Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 45


__ADS_3

Kyra dan Andara berjalan keluar dari kampus. Mereka berencana akan pergi ke salah satu mal yang tak jauh dari kampus.


"Tiin... Tiin... " suara klakson mengusik langkah mereka berdua.


Keduanya spontan menoleh, lalu melihat Jodi yang langsung menghentikan mobilnya di samping Kyra dan Andara.


" Ish... Lo lagi ! Mau apalagi sih ? " tanya Kyra menatap tak suka.


Jodi keluar dari dalam mobil, lalu menghampiri keduanya.


" Aku kan udah janji sama Tante Tiwi buat jagain kamu " jawabnya tak peduli meskipun Kyra memasang raut wajah tak bersahabat.


" Halo... Tadi pagi kita belum sempet kenalan. Kenalin aku Jodi " ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Andara.


Andara membalas uluran tangan dari Jodi.


" Andara... "


" Jadi kamu sahabatnya Kyra, ya. Seneng banget bisa kenal kamu " ucap Jodi ramah.


Andara hanya tersenyum tanpa menyahut ucapan Jodi.


" Dara ini bukan cuma sahabat gue. Tapi dia juga calon adik ipar gue ! " ucap Kyra penuh penekanan.


Untuk sesaat, Jodi nampak terkejut. Tapi di detik selanjutnya ia berkata dengan santainya.


" Baru calon kan ? Belum tentu jadi " seloroh Jodi membuat Kyra mendelikkan matanya tak suka mendengar ucapan dari Jodi.


" Ayo, Dar... Kita cabut aja, gak usah ngeladenin dia " seru Kyra lalu menyambar tangan Andara dan menariknya agar segera menjauh dari Jodi.


" Kyra... Kamu kayaknya harus baca pesan dari Mami kamu lho ! " seru Jodi dengan seringai tipis.


Kyra menghentikan langkahnya kemudian membuka aplikasi pesan dalam ponselnya. Kyra membulatkan matanya saat membaca pesan sang Mami yang menyatakan jika Jodi harus selalu mengantar Kyra dari rumah sampai kembali ke rumah.


" O... em ji... Mami ini apa-apan sih maksudnya " gerutu Kyra sambil menepuk jidatnya.


" Kenapa, Ra ? " tanya Andara heran.


" Nih, coba kamu baca sendiri ! " seru Kyra sambil memperlihatkan pesan dari sang ibu.


" Ya, ampun... Mami kamu kelewat over deh " cibir Andara menggeleng-geleng kepala.

__ADS_1


" Ya udahlah, Ra... Daripada ribut sama Mami kamu. Mendingan sementara ikutin aja lah maunya " ucap Andara kemudian.


Kyra menghela nafasnya, lalu membalik badannya melihat Jodi yang masih setia ada di posisinya. Berdiri bersandar pada kap depan mobilnya dengan kaki menyilang seolah mengetahui jika Kyra akan kembali.


" Ayo cepetan, kalau mau nganter ! " seru Kyra terpaksa, membuat Jodi tersenyum lebar dan segera membukakan pintu samping depan dan belakang mobilnya untuk Kyra dan Andara.


Kyra dan Andara berjalan menuju mobil Jodi. Di luar perkiraan Jodi, Kyra melenggang masuk dan duduk di jok belakang bersama Andara.


" Kok di belakang ? " tanya Jodi menatap Kyra dari kaca spion depan mobilnya.


" Pengen... Kenapa gak suka ? Kalo gak suka, kita bisa pergi sendiri " jawab Kyra judes.


Jodi tidak membalas ucapan dari Kyra.


" Ayo cepetan... Buruan jalan ! " seru Kyra dengan cueknya memerintah Jodi.


Mau tidak mau, suka tidak suka, Jodi pun mengalah dan memilih melajukan kendaraannya.


" Dasar apes... Dikira sopir kali gue ! " dengus Jodi dalam hatinya.


Sementara Kyra tersenyum samar karena melihat kekesalan di wajah Jodi.


Syukurin !! Siapa suruh curi-curi kesempatan, pake manfaatin Mami segala lagi...


Mereka bertiga kini telah sampai di mal yang dituju. Tanpa rasa bersalah, Kyra meninggalkan Jodi di parkiran mobil sementara dirinya dan Andara masuk ke dalam mal. Saat ini mereka berdua tengah sibuk keluar masuk outlet untuk berbelanja.


Setelah puas berbelanja, kini mereka berada di food court untuk mengisi perut. Belum sempat memesan makanan, pelayan sudah mengantarkan makanan ke tempat Kyra dan Andara duduk.


" Lho, mba... Maaf, tapi kita gak pesen ini lho " ucap Kyra saat melihat pelayan mengantarkan dua steak dan orange juice ke meja mereka.


" Tapi ini sudah dipesan untuk Mba berdua " jawabnya lalu meninggalkan meja mereka.


" Eh, Mba... Mba... " panggil Andara saat pelayan itu berlalu.


" Mba berdua tenang aja. Ini semua sudah dibayar " jelasnya lagi sebelum akhirnya kembali berlalu


" Diih... Kok aneh sih, siapa juga yang pesenin ? " heran Kyra.


" Aku yang pesenin... Kalian kan udah keliling dari tadi, pasti laper. Makanya aku langsung pesenin buat kalian pas lihat kalian menuju food court " ucap Jodi yang tiba-tiba nongol di hadapan Kyra dan Andara.


Kyra memutar bola matanya.

__ADS_1


" Ya ampun, so sweet banget sih Ra...! Kalau aja cowok lo bukan Kak Hamiz pasti gue dukung lo sama dia " bisik Andara yang langsung diberikan tatapan membunuh dan sikutan dari Kyra.


" Sorry Ra... Sorry... " kekeh Andara sambil menutup mulutnya.


Jodi kemudian duduk bersama Kyra dan Andara.


" Eh, kamu gak pesen makan juga ? " tanya Andara berbasa basi.


" Udah, bentar lagi pesananku datang " jawab Jodi jujur.


Dan tak berapa lama nampak pelayan kembali dengan membawa pasta dan lemon tea.


Mereka pun segera menyantap makanan yang ada. Selesai makan, Kyra dan Andara pamit ke toilet.


Ketika mereka sedang berada di toilet, mereka mendengar percakapan dua orang wanita yang sedang merapikan riasan di depan cermin.


" Eh, kamu tahu gak sih dokter Fabian itu ternyata punya pacar lagi lho " ucap wanita 1.


" Hah, beneran ? Padahal kan tunangannya itu cantik. Gak nyangka ya, dokter Fabian bisa gitu ? Kasihan banget tunangannya... " sahut wanita 2.


" Denger-denger sih katanya, mereka itu dijodohin makanya mau tunangan " tambah wanita 1.


" Biarpun dijodohin, tapi tetep aja dia gak bisa seenaknya gitu. Gimana coba perasaan tunangannya sama keluarganya ? " timpal wanita 2.


" Lagian cewek yang jadi pacarnya dokter Fabian, kok mau sih jadi pacar yang udah punya tunangan. Kayak gak ada cowok lain aja. Emang dasar ya pelakor sekarang dimana-mana selalu terdepan " pungkas wanita 1 berdecak sebal.


" Ya udahlah, biarin aja. Yang penting gak ganggu cowok kita. Iya gak sih " sahut wanita 2.


Tak lama mereka pun meninggalkan toilet. Kyra yang sudah keluar dari toilet, menyadari jika Andara tidak baik-baik saja. Kyra pun segera mengetuk toilet tempat Andara berada.


" Dara... Lo baik-baik aja kan ? " tanya Kyra sambil mengetuk pintu toilet.


Pintu toilet terbuka, Andara keluar dengan mata yang sudah memerah. Kyra segera memeluk Andara.


" Omongan yang tadi gak usah dimasukin hati, Dar. Lagian belum tentu juga yang mereka omongin itu Kak Fabian " ucap Kyra sambil mengusap punggung Andara. Ia tahu jika ucapan dua wanita tadi sudah melukai hati Andara.


" Tapi, aku ngerasa yang mereka omongin itu Kak Fabian, Ra " sahut Andara. Air mata tak dapat ditahannya lagi.


" Dara... Kalaupun yang mereka bilang tadi itu memang Kak Fabian. Mereka salah besar...! Mereka gak tahu apa-apa tentang hubungan kalian " Kyra menenangkan sahabatnya itu.


" Ra... Gue jahat banget ya ? Harusnya gue gak ketemu sama Kak Bian lagi... Gue udah ngerusak hubungan Kak Bian... "

__ADS_1


" Dara... Ini semua bukan salah Lo. Lagian hubungan Kak Fabian sama perempuan itu belum tentu juga berjalan baik ada atau gak ada Lo... Lo tahu kenapa ? Karena Kak Fabian sama sekali gak punya perasaan apapun sama dia ! " potong Kyra berusaha menyadarkan Andara jika pemikirannya itu salah.


" Jadi please, Dar... Jangan salahin diri Lo sendiri. Kalaupun ada yang harus disalahin, Kak Fabian yang bersalah, karena dia tidak jujur tentang perasaannya semenjak awal. Dia tidak menentang perjodohannya, malah bermain sandiwara sehingga menyebabkan kekacauan ini semakin besar dan rumit " tambah Kyra lagi.


__ADS_2