
Kyra menatap kekasih sahabatnya itu dengan intens.
" Tunangan Kak Fabian baik banget ya, sampai mau pura-pura demi menyenangkan hati keluarga. Tapi kalian sadar gak sih, justru keputusan ini malah akan mempermalukan keluarga kalian nantinya... "
Ucapan Kyra membuat Fabian terhenyak, ia tak pernah berpikir jauh sampai ke sana.
" Seharusnya kalau kalian tidak ingin menjalaninya, sejak awal sudah kalian bicarakan. Cari jalan keluar terbaik. Bukan dengan menjalankan drama. Harusnya kalian pikirkan sebab akibatnya, lalu pikirkan juga siapa yang akan tersakiti " tambah Kyra lagi.
" Kyra gak mau Andara terluka... Walaupun Kak Fabian bilang Andara sudah mengetahuinya. Memangnya Andara itu gak punya hati apa ? Setidaknya hatinya terluka mengetahui orang yang ia cintai justru bertunangan dengan perempuan lain. Dan Kak Fabian yang harus bertanggung jawab " cecar Kyra.
" Aku mencintai Andara... Aku tidak akan membuatnya terluka " sahut Fabian tegas.
" Oh ya ? Kalau begitu buktikan jika Kak Fabian memang tidak akan membuat Andara terluka " tukas Kyra lalu berjalan meninggalkan Fabian sendiri.
Kyra kembali ke dalam gedung ball room, mencari keberadaan mami dan papinya. Kyra akhirnya menemukan mereka sedang bersama koleganya.
" Mi... Kita pulang yuk ! " ajak Kyra pada sang ibu.
" Sebentar sayang... Oh iya kamu masih inget kan sama Tante Vanesa ? " tanya sang ibu sambil menunjuk koleganya itu.
Kyra hanya mengangguk kemudian tersenyum. Tak lupa Kyra menyalami kolega sang ibu.
" Oh, ini Kyra ? Udah besar... Cantik lagi. Memang buah jatuh gak jauh dari pohon ya, Wi... " ucapnya sambil terus memperhatikan Kyra.
" Ah kamu bisa aja, Nes..." sahut Pertiwi sambil tersenyum.
" Wah anakku pasti langsung jatuh cinta kalau lihat Kyra... Eh, itu dia. Panjang umurnya tuh anak ! " ucap Tante Vanesa lalu memanggil sang anak agar menghampirinya.
" Nah Kyra, ini anak Tante... " ucap Tante Vanesa sambil menarik tangan seorang pria yang diperkenalkan sebagai anaknya.
Pria muda itu, menatap Kyra dengan tatapan kagum lalu mengulurkan tangannya.
" Hai... Aku Jodi ! "
" Kyra " sahut Kyra sambil membalas uluran tangannya.
Mereka berjabatan tangan namun Jodi tak jua melepas tangan Kyra.
" Ish... Udah dong Jod, lepasin tangannya Kyra ! Ya ampun, Wi... Anak aku kayaknya terpesona sama anak kamu nih " gurau Tante Vanesa.
Jodi melepaskan tautan tangan mereka lalu menggaruk tengkuknya sambil tersenyum dengan wajah memerah. Sementara Kyra hanya menampilkan senyum simpul.
" Kyra mau jadi menantu Tante gak ? " tanya Tante Vanesa, entah itu serius atau sekedar basa basi.
" Maaf Tante... Kyra udah punya pacar " ucap Kyra spontan. Ia tak ingin ada pembicaraan yang mengarah pada perjodohan. Oleh karena itu Kyra sengaja mengatakan hal itu agar tidak ada kelanjutan pembicaraan mengenai perjodohan.
__ADS_1
" Ya... Sayang banget ya, kamu udah punya pacar. Padahal kamu nih cocok lho sama anak Tante ! " kilah Tante Vanesa lagi sambil melirik sang anak yang sepertinya sedikit kecewa mendengar jawaban Kyra.
Pertiwi yang mengerti jika sang anak merasa tak nyaman segera memotong pembicaraan mereka.
" Iya Nes... Maaf banget, tapi Kyra ini memang sudah punya pacar. Anak kamu ini kan ganteng, pastinya gak susah dapet pacar " ucap Pertiwi sambil melirik Jodi.
" Ya sudahlah... Mungkin memang bukan jodohnya. Tapi kalau Kyra putus, kayaknya bisa dipertimbangkan lagi " ucap Tante Vanesa sambil terkekeh.
Pertiwi ikut terkekeh mendengar ucapan Vanesa. Lain halnya dengan Kyra yang ingin secepatnya berlalu dari sana. Kyra merasa risih dengan tatapan yang dilayangkan Jodi kepadanya.
Betuntung Kyra melihat sang ayah sehingga Kyra bisa menjauh dari sana lantas memilih untuk bersama dengan sang ayah.
" Kenapa sayang ? Kok mukanya ditekuk kayak gitu ? " tanya Farhan heran melihat Kyra.
" Kesel nih, Pi... Pulang yuk ! " ajak Kyra sambil menarik lengan sang ayah.
" Mami kan belum selesai. Tuh masih asyik ngobrol " tunjuk Farhan pada sang istri yang masih asyik berbincang dengan Tante Vanesa.
" Ayo, Pi... Papi ajakin Mami pulang ! Kalau Papi yang ngomong, pasti Mami nurut " ucap Kyra memohon pada sang ayah.
Farhan pun akhirnya menuruti permintaan putri kesayangannya itu. Ia mengajak Pertiwi untuk pulang dan Pertiwi pun mengikuti kemauan sang suami. Mereka pun berpamitan kepada Tante Nesa dan Jodi.
" Papi pasti diminta Kyra nih ngajakin pulang " tebak Pertiwi sambil masuk ke dalam mobil.
" Iya... Kyra yang minta sama Papi, habisnya Mami malah ngelayanin Tante Vanesa. Kalau Kyra tadi gak bilang udah punya pacar pasti Mami mau jodohin Kyra sama si Jodi itu " ucap Kyra kesal.
" Ya ampun, sayang... Mami gak akan jodoh-jodohin kamu. Kan tadi Mami bilang juga sama Tante Vanesa kalau kamu udah punya pacar " jelas Pertiwi.
Sementara Kyra hanya mengerucutkan bibir dengan tangan bersedekap di dada.
" Oh iya... Kamu gak lupa kan, kalau besok kamu harus kenalin pacar kamu itu sama Mami dan Papi ? " tanya Pertiwi membuat Kyra terhenyak.
" Aih... Kyra lupa, Mi... Gak usah besok ya ! " pekik Kyra, pura-pura lupa.
" Kamu tuh gimana sih, kan Mami udah bilang supaya kamu kasih tahu pacar kamu itu dari awal minggu " omel Pertiwi.
" Udahlah Mi... Kan masih banyak waktu lain " Farhan menengahi.
" Iya memang masih banyak waktu. Tapi mau sampai kapan, Pi ? " gerutu Pertiwi.
" Tunggu sampai mereka siap, Mi... " sahut Farhan sambil meraih tangan Pertiwi.
Pertiwi menghela nafasnya.
" Ya sudah... Tapi secepatnya kamu kenalin dia sama Mami dan Papi " timpal Pertiwi mengalah.
__ADS_1
Farhan melihat sang putri dari kaca spion lalu mengangguk saat sang putri pun melihat ke arah spion.
Kali ini, selamat deh... !
Batin Kyra.
Kyra dan orang tuanya telah sampai di kediaman mereka. Bergegas Kyra menuju kamarnya, ia ingin menghubungi sahabatnya, Andara.
Nada sambung terdengar dan kemudian terdengar suara dari sahabatnya itu.
" Kenapa, Ra ? " tanya Andara saat mengangkat panggilan dari Kyra.
" Kamu dimana ? " tanya Kyra.
" Di rumah lah... Kalau Kak Hamiz lagi ke apartemen " beber Andara.
" Ish... Gue tuh ga nanyain Om Doteng tahu ! " cebik Kyra.
Andara terkekeh mendengarnya.
" Tumben... Biasanya suka kepoin kakak gue terus " oceh Andara.
" Gue tahu kok dia kemana. Kan tadi udah ngabarin " tukas Kyra.
" Iya deh, iya... Yang udah bucin mah pasti dikit-dikit laporan " timpal Andara menyindir Kyra membuat Kyra senyum-senyum sendiri.
" Eh... Ada yang mau aku tanyain nih, penting banget " ucap Kyra serius kembali ke topik utama yang ingin ia tanyakan pada Andara.
" Nanya apaan, non ? " tanya Andara.
" Em... Lo tahu gak sih hari ini hari apa ? " tanya Kyra balik.
" Hari sabtu lah " jawab Andara santai.
" Ih... Itu mah gue udah tahu kali. Maksud gue tuh, lo tahu gak hari ini ada acara apa ? " selidik Kyra.
Andara menggeleng seolah Kyra bisa melihatnya.
" Ada apaan sih, Ra ? Kayaknya penting banget " heran Andara.
Kyra menghela nafas. Ia sebenarnya ingin tahu sejauh mana Andara mengetahui pertunangan Fabian. Tapi rasanya begitu berat untuk mengatakannya.
" Ra... Sebenarnya ada apaan sih ? " tanya Andara karena ia hanya mendengar suara helaan nafas dari Kyra.
" Hari ini... Kak Fabian tunangan !! " jawab Kyra hati-hati.
__ADS_1