Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 47


__ADS_3

Stella membaca pesan yang baru saja dikirim oleh Fabian. Hatinya membuncah kala membaca bahwa Fabian mengajaknya makan malam bersama. Ia bergegas pulang dari kantor kemudian pergi ke butik dan salon untuk mempersiapkan diri secantik mungkin di hadapan Fabian. Ia yakin jika Fabian akhirnya menerimanya sebagai tunangan dan calon istrinya.


Aku tahu kamu akan menyerah Fab... Dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita


Sorak Stella dalam hatinya. Ekspektasinya terlalu tinggi.


Stella sudah berada di tempat yang ditentukan oleh Fabian. Ia datang 10 menit sebelum waktu yang disepakati. Ia merapikan dressnya juga penampilan wajahnya. Ia ingin tampil sempurna di hadapan Fabian. Laki-laki yang sudah lama ia cintai dan baru saja bertunangan dengannya.


Wajah Stella nampak berseri begitu melihat sosok yang ia tunggu. Ia tersenyum lebar dan melambaikan tangan pada Fabian. Fabian berjalan dengan santai menuju ke mejanya.


Namun senyuman Stella perlahan memudar saat melihat seorang wanita yang digandeng dengan mesra oleh Fabian. Tangannya seketika mengepal, tetapi ia tetap menampakkan senyuman di wajahnya dengan terpaksa.


" Hai, Stella sudah lama ? " tanya Fabian begitu berada di depan Stella.


" Ah tidak Fab... Aku juga baru saja sampai " jawab Stella sambil menatap Fabian dengan senyuman terpatri di wajahnya.


" Ah iya, kenalkan ini Andara. Wanita yang selama ini aku cintai " jelas Fabian tanpa basa basi.


Stella mengalihkan pandangannya kepada Andara. Sesaat ia menatap wajah gadis cantik di hadapannya itu.


Oh... Jadi dia, wanita yang sudah mencuri hatimu ? Kita lihat saja, apakah kalian masih akan terus bersama ?


Stella membatin dalam hatinya.


" Perkenalkan, saya Andara " sapa Andara sambil mengulurkan tangannya.


" Ah, jadi ternyata kamu wanita yang beruntung itu ! " ucap Stella berbasa-basi.


" Aku Stella, aku ini tunangannya Fabian " tambah Stella lagi sambil membalas uluran tangan Andara.


Andara sedikit kaget dengan ucapan Stella yang seolah menegaskan status dirinya, namun ia mencoba bersikap tenang karena walaupun yang Stella katakan benar adanya tapi ia tahu betul jika hati Fabian hanya untuknya.


Lain halnya dengan Fabian yang segera memberikan Stella tatapan tajam. Ia benar-benar tidak suka Stella mengatakan hal itu kepada Andara meskipun itu adalah kenyataannya saat ini.


Mereka bertiga akhirnya duduk bersama. Fabian tak melepas genggaman tangannya pada Andara. Ia seolah ingin memperlihatkan pada Stella jika hanya Andaralah wanita yang ada di hatinya. Dan Stella merasa begitu gerah dan tidak senang melihatnya.


" Jadi apa yang ingin kamu sampaikan Fabian ? Apakah ini tentang rencana pernikahan kita ? " pancing Stella sambil melirik sinis kepada Andara.

__ADS_1


" Tentu, ini memang tentang rencana pernikahan kita dan juga mengenai hubungan kita berdua " jawab Fabian.


Andara hanya menyimak tanpa ingin menginterupsi pembicaraan keduanya.


Fabian melihat Andara yang masih duduk dengan tenang.


" Aku ingin memutuskan pertunangan kita... Aku sudah memberi tahu orang tuaku dan saatnya aku memberitahumu. Tidak akan pernah ada pernikahan diantara kita. Kalaupun ada, itu adalah pernikahanku dengan Andara " tegas Fabian lalu memberikan cincin pertunangannya kepada Stella. Sejak hari pertunangan mereka, Fabian bahkan tak lagi memakai cincin itu.


Stella terhenyak, tak menyangka jika Fabian akan secepat ini mengatakan kepada orang tuanya.


" Kamu bohong kan, Fab... Mana mungkin Om dan Tante sudah mengetahui hal ini " sahut Stella merasa tak percaya dengan ucapan Fabian.


" Mereka sudah tahu, aku tidak mencintaimu dan kita tidak mungkin bisa bersama. Kebersamaan kita hanya akan menyakiti diri kita masing-masing. Lagi pula sejak awal hubungan kita hanyalah pura-pura. Untuk menyenangkan kedua orang tua kita. Apa kamu lupa ? " beber Fabian dengan penekanan di akhir kalimatnya.


Stella menggeleng pelan,


" Tidak Fabian... Aku tidak berpura-pura. Aku memang mencintai kamu dan aku tidak ingin pertunangan kita berakhir " sanggah Stella. Jemarinya menyentuh tangan Fabian yang bebas, tapi Fabian menepisnya.


Andara terperangah dengan pengakuan dari Stella. Meskipun ia baru saja berjumpa dengan Stella, tapi Andara bisa melihat jika Stella memang mencintai Fabian.


" Fabian... Apa kurangnya aku dibanding dia ? Aku mencintai kamu, bahkan aku mencintaimu sebelum kamu bertemu dengannya " ucap Stella tak terima.


" Kalau begitu kamu belum mengenalku dengan baik. Biar aku beri tahu saja. Aku mengenalnya sejak 14 tahun yang lalu dan aku sudah mencintainya selama itu " tegas Fabian.


" Tidak... Itu tidak mungkin ! " sahut Stella tidak percaya.


" Aku memang baru kembali bertemu lagi dengannya. Tapi perasaanku tak pernah berkurang sedikit pun padanya " timpal Fabian.


Tiba-tiba Stella tertawa,


" Astaga Fabian... Kalau kamu hanya ingin memutuskan pertunangan kita tidak perlu mengarang cerita seperti itu " ucap Stella merasa lucu.


Andara dan Fabian saling pandang.


" Sayangnya, yang aku katakan itu kebenaran. Untuk apa aku mengarang cerita jika ingin memutuskan pertunangan kita " ucapan Fabian membuat Stella menghentikan tawanya.


" Kamu tidak akan berani Fabian... Pikirkan bagaimana rasa malu yang harus keluarga kita hadapi " gertak Stella.

__ADS_1


" Malu ? Mengapa harus malu ? Seharusnya kamu berpikir, malu itu jika terus memaksakan keinginan sendiri tanpa tahu diri... " sindir Fabian.


" Tidak Fabian... Aku tidak terima ini semua ! " geram Stella.


" Kamu terima atau tidak sekalipun, aku tidak akan peduli !! " balas Fabian menusuk perasaan Stella.


" Dasar, kau perempuan tak tahu malu ! Asal kau tahu, semua akan mencap dirimu sebagai orang kedua, perusak hubungan orang. Kau tahu itu... "


Ucap Stella emosi sambil menunjuk Andara.


" Aku atau dirimu yang orang kedua ? Lalu siapa yang tak tahu malu ? Seharusnya kamu bercermin ! Siapa yang lebih tak tahu malu... Mengejar-ngejar laki-laki yang tidak pernah mencintaimu, lalu bersandiwara agar bisa memuluskan rencanamu untuk memilikinya. Dan sekarang bersikeras mempertahankan hubungan yang tak mungkin diteruskan " balas Andara menahan emosinya.


Plak...


Satu tamparan mendarat di pipi Andara menyebabkan rasa panas dan kebas.


" Terima itu, dasar wanita tidak tahu diri " ucap Stella kalap.


Fabian yang tak terima dengan perlakuan Stella pada Andara segera mengayunkan tangannya untuk membalas perbuatan Stella. Akan tetapi Andara menahan tangan Fabian.


" Jangan Kak... ! Jangan kotori tangan kakak untuk membalasnya ! Biarkan saja... ! " seru Andara mencegah Fabian.


" Tapi Dara... Dia sudah menyakiti kamu dan aku tidak akan mengampuni siapapun yang sudah menyakitimu " tukas Fabian sambil mengelus pipi Andara dengan lembut.


Melihat hal itu, semakin membuat Stella terbakar amarah.


" Fabian... Aku ini tunangan kamu. Bisa-bisanya kamu lebih membela wanita sialan ini " ucap Stella kesal.


" Mantan tunangan Stella... Mantan ! " ralat Fabian sambil menatap tajam.


" Tap Tapi Fabian... " ucap Stella terbata.


" Hentikan tingkah konyolmu itu, Stella ! Kau pikir aku tidak tahu rencanamu dan orang tuamu itu. Kamu salah ! Karena aku sudah memiliki bukti jika kalian hanya menginginkan harta keluargaku. Kalian hanya ingin menambah pundi-pundi uang kalian karena dongkrakan popularitas dengan cara pertunangan kita... Selama ini aku diam, karena aku sedang menyelidikinya " tukas Fabian.


Lidah Stella terasa kelu, ia tak menyangka jika Fabian akan mengetahui maksud kedua orang tuanya secepat ini.


" Tapi aku mencintaimu, Fabian " ucap Stella sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


" Sayangnya, aku tidak pernah mencintaimu. Kamu ingat baik-baik, satu-satunya wanita yag kucintai hanyalah dia " tegas Fabian sambil menatap Andara penuh cinta.


Fabian membawa Andara untuk meninggalkan Stella. Bagi Fabian, tidak ada hal apapun yang bisa membuatnya meninggalkan Andara.


__ADS_2