Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)

Kyra dan Om Doteng (Dokter Ganteng)
K-O-D part 12


__ADS_3

Kyra telah berada di depan klinik milik Hamiz. Ia berada disana setelah sebelumnya meminta Andara untuk memberitahunya alamat klinik tempat Hamiz bekerja. Kyra juga tak lupa memberi tahu Andara jika Kyra dan Hamiz kini sudah resmi berhubungan. Andara begitu bahagia karena akhirnya ia bisa melihat sang kakak dekat dengan seorang wanita. Apalagi wanita itu adalah sahabatnya sendiri yang sudah sangat ia kenal.


Kyra berjalan masuk ke dalam klinik. Di depan customer service, Kyra bertanya ruang praktik dokter Hamiz. Setelah diberitahu, Kyra melangkahkan kakinya menuju ruang praktik pujaan hatinya.


Kyra melihat masih banyak pasien yang menunggu untuk diperiksa. Kyra pun memilih duduk di kursi dan menunggu hingga pasien yang akan berobat habis.


Setelah antrian pasien habis, Kyra kemudian masuk ke dalam ruangan Hamiz.


" Selamat siang, silakan berbaring di atas " ucap Hamiz ramah.


Hamiz tak mengenali Kyra karena gadis itu mengenakan masker di wajahnya. Kyra pun segera naik dan berbaring di atas brankar. Hamiz mendekati Kyra sambil memasang stetoskopnya.


" Ada keluhan apa, Mba ? " tanya Hamiz.


" Jantung saya sering berdebar, dok... " jawab Kyra.


" Berdebar sesudah melakukan kegiatan ? " tanya Hamiz lagi.


Kyra menggeleng.


" Apa masih berdebar jika tak melakukan kegiatan ? " tanya Hamiz lagi, kali ini ia bersiap meletakkan stetoskopnya ke badan Kyra.


" Berdebar kalau deket sama orang ganteng kayak dokter " jawab Kyra sambil melepas maskernya.


" Astaga, Kyra... " Hamiz meraup wajahnya kasar.


Sementara Kyra tersenyum geli melihat raut wajah Hamiz.


" Halo, Om Doteng kesayangankuh... " ucap Kyra sambil bangun dan duduk di atas brankar.


" Kamu ngapain kesini ? Pura-pura jadi pasien segala lagi " oceh Hamiz lalu duduk di kursi kebesarannya.


" Kangen Om...! Emangnya Om gak kangen ya sama Kyra ? " tanya Kyra sambil menekuk wajahnya.


Hamiz menghela nafasnya, kemudian menelpon.


" Masih ada pasien di luar ? " tanya Hamiz saat sambungan telpon tersambung.


" Sudah tidak ada, Dok. Tinggal pasien yang ada di ruangan dokter " jawabnya.


" Baiklah. Setelah ini, saya akan pulang " ucap Hamiz kemudian menutup panggilan.


Hamiz melepas jas dokternya, lalu membereskan tasnya.


Kyra langsung turun dari atas brankar lalu menghampiri Hamiz.

__ADS_1


" Om... Om kenapa sih ? Gak suka ya Kyra datang kesini ? " tanya Kyra merasa bingung dengan sikap Hamiz yang sedikit cuek.


" Kamu tahu dari mana klinik ini ? " Bukannya menjawab pertanyaan Kyra, Hamiz malah melayangkan pertanyaan pada Kyra.


" Tadi nanya sama Andara. Please Om... Jangan marahin Andara ya ! Tadi Kyra yang maksa biar Andara cerita " pinta Kyra sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada.


Hamiz telah selesai membereskan tasnya. Ia lalu berdiri sambil menenteng tas kerjanya meninggalkan Kyra yang masih terdiam ditempatnya berdiri.


" Ayo, Kyra ! " ajak Hamiz, namun Kyra tak mendengarnya.


Hamiz meraih tangan Kyra,


" Ayo, Kyra sayang... Calon istriku " ajak Hamiz sambil meraih jemari Kyra.'


Seketika Kyra tertegun dengan wajah merona.


OMG... Beneran nih Om Doteng manggil sayang ? Aku gak mimpi kan kalau tadi dia bilang calon istrinya ?


" Hei... Ayo, sayang kok malah ngelamun sih ! " ucapan Hamiz membuyarkan lamunan Kyra.


" I... Iya, Om " jawab Kyra menarik sudut bibirnya.


Hamiz dan Kyra keluar dari ruang praktik dengan berpegangan tangan. Hal ini tentu saja membuat para pegawai di klinik milik Hamiz merasa heran. Karena biasanya bos mereka itu begitu anti dengan perempuan. Tetapi kini, bos mereka nampak mesra bersama seorang gadis muda.


" Wah, ini siapa Dok ? Boleh dong kenalin sama saya " canda salah seorang perawat pria.


Para perawat yang berada disana sontak saling memandang.


" Wah... Akhirnya kita hajatan juga " celetuk salah seorang perawat memecah suasana kaku yang tercipta.


" Fix ini mah bakalan hajatan sampai tiga hari tiga malam " ucap yang lain.


" Jadi kapan nih, Dok sebar undangannya ? Biar kita siap-siap bikin seragam dulu " timpal yang lainnya.


" Segera, kalian siapkan saja seragamnya dari sekarang " cetus Hamiz lalu mengapit tangan Kyra yang wajahnya memerah menahan malu.


" Om... Kenapa harus ngomong kayak tadi sih ? Kyra kan malu " ucap Kyra saat mereka kini berada di dalam mobil.


" Kenapa malu ? Yang aku bilang tadi itu bener kok. Aku akan segera menikahi kamu ! " ucap Hamiz yakin.


" Om serius ? " tanya Kyra tak percaya.


" Serius Kyra... Aku udah gak mungkin pacar-pacaran lagi. Malu sama umur ! " jawab Hamiz tegas.


" Atau jangan-jangan kamu gak mau nikah sama aku ? " tanya Hamiz yang seketika membuat Kyra menatap Hamiz.

__ADS_1


Kyra memukul lengan Hamiz.


" Om ini bisa-bisanya ngomong gitu. Kyra tuh mau jadi istri Om. Mau banget malah... Kyra siap 100 persen jadi istri Dokter Hamiz. Kalau gak mau, ngapain coba Kyra mati-matian ngejar Om " jawab Kyra sambil menatap Hamiz.


" Baiklah calon istriku tersayang " ucap Hamiz sambil mencubit hidung mancung Kyra.


" Kamu tadi kesini naik apa ? " tanya Hamiz yang heran karena tak melihat mobil yang biasa dipakai oleh Kyra.


" Tadi naik taksi. Kyra sengaja gak bawa mobil biar dianterin sama Om. He...he... " jawab Kyra apa adanya.


" Dasar bocah ! " tukas Hamiz sambil geleng-geleng kepala.


" Biar bocah tapi Kyra udah bisa bikin bocah, Om " Kyra menyahuti Hamiz asal.


" Oh ya ? Jadi gak sabar bikin bocah sama kamu " timpal Hamiz menggoda Kyra.


Digoda seperti itu membuat wajah Kyra bersemu merah.


" Gak usah dibayangin, sayang. Nanti kalau udah waktunya kita bisa langsung praktek " bisik Hamiz semakin gencar menggoda Kyra. Ia begitu senang melihat wajah Kyra yang nampak merona.


" Iih... Om ngomong apaan sih " Kyra memalingkan wajahnya melihat ke luar jendela. Padahal dadanya berdetak tak karuan.


Hamiz yang menyadari jika perbuatannya membuat gadis di sampingnya itu salah tingkah hanya bisa mengulum senyum. Entah mengapa ia begitu menyukai wajah Kyra yang tersipu seperti tadi.


Hamiz akhirnya melajukan mobilnya, sesekali ia melirik ke arah Kyra yang masih asyik melihat ke arah luar mobil.


" Kyra... " panggil Hamiz.


" Hem... " jawab Kyra tanpa melihat ke arah Hamiz.


" Kyra sayang... Kita mau kemana ? " tanya Hamiz kemudian.


" Terserah Om aja. Kyra ngikut aja " jawab Kyra cuek.


" Bener nih ? Ya udah kalau gitu kamu gak boleh nolak kemana pun aku bawa kamu " ucap Hamiz membuat Kyra seketika menoleh.


" Emangnya Om mau bawa Kyra kemana ? " tanya Kyra penasaran.


" Ada deh. Yang pasti, setelah ini kamu gak bisa mundur lagi " jawab Hamiz dengan seringai di wajahnya.


Kyra tak bertanya apapun lagi, sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah gedung perkantoran.


" Om... Ngapain kita kesini ? " tanya Kyra heran saat Hamiz menghentikan mobilnya.


" Lho, ini kan KUA " ucap Kyra saat melihat papan nama di depan kantor tersebut.

__ADS_1


" Ayo, kita daftarkan pernikahan kita. Supaya secepatnya bisa praktek bikin anak !" bisik Hamiz di telinga Kyra hingga membuat mata Kyra membola.


__ADS_2