
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di luar gerbang Villa, saat ini Jessica sedang berusaha masuk ke dalam villa tersebut..
Dia menyamar sebagai driver pengantar makanan, dengan menggunakan motor, jaket dan juga penutup wajah..
Para mafia yang berjaga di depan gerbang pun mulai meneliti kedatangan Jessica yang baru saja memberhentikan motor nya..
"Siapa kau?" tanya mereka menatap ke arah Jessica dengan tatapan tajam...
Jessica berusaha untuk tetap tenang, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari tingkah nya saat ini"
"Aku driver makanan yang di tugaskan oleh pihak restoran untuk mengantar makanan ke alamat ini"
"Benarkah...!! kau berbohong kan, mana mungkin bos kami mau memakan makanan luar, sedangkan di dalam rumah nya sudah tersedia para pelayanan yang lebih hebat dari pada pelayan lestoran"
"Jika kau tidak percaya, kau bisa menelfon majikan mu itu, mungkin saja saat ini majikan mu sedang tidak berselera memakan makanan di rumah nya"
"Baiklah, tunggu sebentar"
Ucap para mafia langsung menghubungi nomor rumah milik majikan nya...
Tut.... tut.... tut.....
Telfon terus berdering di dalam kamar Emeli, tapi seperti nya wanita itu tidak mendengar nya karena dia sedang berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri...
"Bagaimana...? " tanya Jessica dengan wajah panik
"Tidak di angkat, ya sudah berikan kepada kami paket itu, kami yang akan membayar nya"
"Tidak...., aku sudah di tugas kan oleh atasan ku, jika aku sendiri yang harus memberikan nya, aku mohon permudah lah pekerjaan ku ini tuan"
Kata Jessica memelas, membuat kedua penjaga tersebut saling menatap satu sama lain..
"Baiklah, tapi kau harus kami kawal"
"Tidak masalah tuan, terimakasih"
Jawab Jessica tersenyum senang, tidak apa jika dia harus di kawal, yang terpenting, Jessica sudah bisa memastikan jika makanan yang dia bawa sudah jatuh ke tangan mangsa nya..
Setelah itu, para mafia mulai membuka pintu gerbang dan mempersilahkan diri nya masuk, dengan hati bahagia, dia mulai melangkah kan kaki nya memasuki gerbang,
Hingga beberapa menit kemudian, terdengar suara bariton dari seseorang yang membuat Jessica dan juga para mafia langsung menghentikan langkah kaki mereka...
"Tunggu....!!! "
__ADS_1
Teriak pria tersebut yang tak lain adalah Asisten Mike,
"Tangkap dia para mafia, jangan biarkan dia melangkah masuk ke dalam kediaman bos kita"
"Baik tuan.... "
Ucap mereka langsung mendekati Jessica, tapi dengan cepat wanita itu malah berlari masuk ke arah villa, para penjaga yang lain mulai ikut menghadang diri nya..
Mereka merentang kan kedua tangan seperti ingin menangkap seekor ayam....
"Berhenti kau, kami sudah mengepung mu saat ini, jika kau masih berlari juga, maka aku tidak akan segan segan menembak mu"
Ancam Asisten Mike kepada wanita tersebut Jessica langsung terdiam membeku, dia mulai melirik ke sekeliling,terdapat para mafia yang sudah siap siaga untuk menangkap nya...
"Sial...., kenapa sangat Susah untuk masuk kedalam, padalhan tinggal sedikit lagi, aku sudah berhasil menghabisi Emeli"
Gumam Jessica pelan, dan tanpa dia sadari, kini Asisten Mike sudah berlari mendekati nya serta menodong kan senjata tepat di belakang kepala wanita tersebut...
Degg......
Jessica terdiam mematung, sulit untuk nya bergerak, karena senjata itu sudah berada di kulit kepala nya...
"Lepaskan penutup wajah mu sekarang juga, atau aku akan menyuruh mu dengan menggunakan cara paksa"
"Ketua, lihat lah... dia penghianat yang sedang kita cari"
Teriak para mafia yang melihat ke arah Jessica...
Asisten Mike tersenyum menyeringai, dia sudah bisa menebak jika Wanita itu adalah Jessica, karena Asisten Mike sempat melihat diri nya sekilas saat sedang berkendara mencari wanita tersebut...
"Apa sebenarnya niat mu Jessica,? kenapa kau kembali lagi ke kediaman bos ku? "
Tanya Asisten Mike penasaran, sedangkan Jessica langsung tertawa dengan emosi yang membuncah..
"Untuk apa kau menanyakan nya lagi Asisten Mike, bukan kah sudah tahu jika aku sangat membenci wanita itu aku tidak puas jika belum membuat nya menyusul Alexander sialan itu ke neraka"
"Tutup mulut mu Jessica,! berani sekali kau mengatakan hal seperti itu, kau sungguh sudah sangat keterlaluan aku rasa tidak ada salah nya jika peluru ku ini menembus ke dalam kepala mu"
Teriak Asisten Mike Dengan marah, Jessica yang mendengar perkataan Asisten Mike pun kembali tertawa tanpa rasa takut sedikit pun...
"Haha...., aku rasa kau sangat lah bodoh Mike, kau saja menjadi budak Louis dan Juga Emeli, dengar perkataan ku ini baik baik, kalian adalah korban dari kejahatan Alexander , ayah dari Emeli yang menjadi nyonya kalian saat ini, apakah kalian tidak malu, karena sudah berbakti dengan anak dari seorang penjahat yang sudah menghancurkan kehidupan dan keluarga kalian, cih.... aku rasa kalian semua lebih rendah dari pada aku"
Ucap Jessica dengan lantang, para mafia mulai menatap dan mencerna ucapan dari wanita Tersebut, memang ada benar juga apa yang di katakan oleh Jessica,
__ADS_1
Tapi semua itu juga bukan salah dari Emeli, dia tidak tahu menahu dengan kejahatan yang di lakukan ayah nya di masa lalu..
"Kau benar-benar racun manusia Ular, aku harus menghabisi mu sekarang juga"
Tekkk........
Terdengar suara senjata yang sudah di kokang oleh Asisten Mike, hingga beberapa detik kemudian, Terdengar suara bariton dari seseorang yang menghentikan niat Asisten Mike...
"Tunggu Mike! "
Ucap Pria yang tak lain adalah Albert, mereka semua mulai menunduk hormat, menatap siapa yang baru saja tiba memasuki gerbang...
"Mike, siapa yang menemukan penghianat ini? " tanya Louis menatap Jessica dengan tatapan tajam
"Dia sendiri yang datang ke kediaman bos besar, dengan niat ingin menghabisi istri Anda bos"
"Apa...!!!! berani sekali kau mempunyai niat buruk kepada istri ku wanita sampah.. "
Plakkk......
Louis melayang kan tamparan nya ke wajah Jessica, sedangkan Jessica langsung menatap tajam wajah Louis yang berubah kemerahan...
"Kalian urus dia, terserah kalian akan menyiksa ataupun menghabisi nyawanya, yang terpenting jangan sampai wanita ini bisa lepas dari dalam penjara dan masuk ke dalam villa ku"
"Baik bos"
Jawab Mereka kompak, Setelah Louis pergi menuju masuk ke villa, Albert langsung menatap wajah Jessica kembali dengan memasang senyum mengejek...
"Ternyata nyali mu besar juga ya Jessica"
Ucap Albert tersenyum mengejek, Jessica langsung membuang muka ke arah samping, dia benar benar sangat membenci pria yang ada di depan nya saat ini
"Haha...., bahkan kau tidak mau menatap ku, Mike.... bawa dia ke penjara khusus aku yang akan menyiks dirinya"
Ucap Albert menyeringai..
"Baik tuan Albert"
Mereka langsung menyeret tubuh Jessica dengan paksa, mengabaikan pemberontakan yang di lakukan oleh wanita tersebut..
"Bajingan kau Albert".....
Teriak Jessica yang masih bisa di dengar oleh Albert....
__ADS_1