
Tidak terasa pagi pun menyapa begitu cepat, dan tepat pukul 06.00 pagi, Louis langsung bangkit dari tidur nya, karena suara sistem yang mulai kembali mengganggu kenikmatan nya tersebut
Sebelum turun dari ranjang, Louis menyempatkan diri untuk menatap kembali wajah sang kekasih yang sangat dia cintai,
Seperti nya beberapa hari ini, Louis sudah sering meninggal kan kekasih nya itu, di rumah mewah milik nya sendirian, tanpa seorang teman yang mengajak nya mengobrol,
Louis takut, jika Emeli akan merasa bosan dan jenuh karena tidak mempunyai teman mengobrol dan harus berada di rumah saja.
Dia berinisiatif akan membawa kakak nya Jason untuk menjadi teman Emeli di rumah nya.
Setelah puas memandang, Louis langsung memberikan kecupan di seluruh wajah Emeli, sungguh dia sangat mencintai wanita gesrek tersebut, semoga saja Emeli akan betah tinggal bersama dirinya sampai kapan pun itu..
"Sayang,... aku akan melakukan misi sebentar ya? selamat tidur kekasih ku"
Ucap Louis pamit, setelah itu dia langsung turun dari ranjang menuju ke kamar mandi.
Saat ini Louis sedang bersiap siap mengganti baju nya dengan baju olahraga, Louis akan melakukan misi yang di perintahkan oleh sistem yaitu berlari mengelilingi hutan di dekat rumah nya, guna menaiki angka status milik nya yang mulai menurun
Louis yang baru selesai mengganti baju nya tiba-tiba mendengar kembali ucapan sistem yang memberikan peringatan
(Peringatan penting untuk tuan rumah)
(Tuan rumah musuh mulai mencurigai tuan rumah, diharapkan tuan rumah akan lebih waspada)
Ucap Sistem mengejutkan Louis,
__ADS_1
"Benarkah sistem? apakah mereka saat ini mulai mengetahui identitas ku? " tanya Louis panik
( Belum tuan rumah,musuh sedang gencar untuk berusaha bisa meretas data pribadi anda tuan rumah)
"Brengsek..., sepertinya mereka benar benar sudah mencurigai ku, sistem seperti nya untuk saat ini aku harus berdiam diri dahulu, karena aku tidak akan melawan para musuh secara terang terangan, kekuatan mafia ku belum sepenuh nya menandingi mereka" jelas Louis
( Tuan rumah harus segera menambah anggota mafia dan memperketat jaringan)
"Iya, kau benar sistem, dan kali ini aku akan melakukan nya sendiri, aku tidak mau menjadi terlalu manja karena mu sistem"
( Tuan rumah saat nya melakukan misi harian, waktu anda di mulai dari sekarang sampai 2 jam kedepan)
"Baiklah, aku akan segera menyelesaikan misi harian ku ini, dan segera membuka hadiah nya" jawab Louis tersenyum
Setelah itu, dengan cepat Louis langsung menuju keluar dari rumah mewah tersebut, dia. akan segera berlari mengelilingi hutan untuk menaikkan kembali status diri nya..
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di markas milik Alexander, Mereka para musuh sedang berkumpul. sejak tadi malam
Mark sedang memantau para hacker milik Alexander yang sedang bekerja untuk meretas data pribadi milik Louis sang pesaing yang mulai dia curigai menjadi dalang di balik pembunuhan terhadap orang orang kepercayaan nya,
Dengan geram, Mark mulai menumpahkan emosi nya yang sudah membuncah, dia membanting seluruh barang yang ada di ruangan tersebut
Brak....... brak......... brak.......
Alexander yang baru menutup mata nya beberapa jam itu pun langsung membangun kan tubuh nya dan menatap ke arah Mark yang terlihat sangat marah
__ADS_1
"Ada apa Mark? kenapa kau mengamuk. seperti ini? " tanya Alexander penasaran
"Paman, aku benar-benar kecewa terhadap kualitas dari hacker milik mu,. mereka itu bukanlah hacker terbaik dan berkualitas paman,masak membobol data pribadi ceo perusahaan Wijaya karya Relty saja tidak bisa" ucap Mark kesal
Dengan cepat, Alexander langsung bangkit dan berjalan menuju ke arah kelima Hacker milik nya yang sedang duduk dengan laptop masing-masing
"Sebenarnya apa kesusahan kalian hah? kenapa kalian tidak bisa meretas nya? " tanya Alexander penasaran
Dengan perasaan takut, salah satu dari mereka langsung menjawab pertanyaan Alexander tersebut
"Maaf tuan, kami sudah berusaha sekuat mungkin, tapi memang tidak bisa tuan, bahkan data pribadi milik nya saja tidak terlihat jika kurang jeli mencari nya, kami rasa. orang tersebut adalah pemikil ilmu. IT yang sangat pintar dan licik"
"Yasudah, Mark kita gunakan cara yang kedua, kita akan memantau nya dan langsung menghabisi nya saja, saat ini juga paman akan memerintah kan para mafia untuk menjalankan tugas mereka"
"Lakukan paman, aku akan istirahat sebentar," ucap Mark berlalu pergi menuju ke kamar yang ada di markas
Perasaan marah dan kesal mulai menjadi satu, sungguh upaya nya untuk bergadang satu malaman berakhir tanpa hasil apa apa.
Alexander yang melihat kepergian calon menantu nya itu pun, merasa sangat marah terhadap musuh yang benar-benar licin seperti belut, dia berjanji akan menghabisi pria itu, jika memang kecurigaan mereka benar ada nya...
"Baiklah, sepertinya saat nya aku sendiri yang Akan bergerak untuk menemui mu, akan aku hancurkan kau dan juga perusahaan mu musuh sialan, dan aku akan menjalin kerja sama dengan perusahaan mu itu, dengan begitu sangat mudah untuk menusuk mu dari belakang" ucap Alexander marah
Sedangkan di tempat lain, setelah selesai menjalankan misi nya, Louis langsung mengambil alat khusus yang tesambung dengan alat perekam yang ada di jenazah Dio,
Louis mendengar kan semua pembicaraan yang ada disana, dan dia pun mulai tersenyum dengan wajah mengerikan kan
__ADS_1
"Kau mencurigai ku ternyata, Baik lah, akan aku buat mafia milik kalian habis tidak berjejak, jangan kan untuk kembali pulang, bahkan mereka tidak akan bisa memberi laporan sedikit pun untuk kalian berdua, " ucap Louis tersenyum miring