
Tanpa terasa, dua tahun telah berlalu begitu cepat, dan kehidupan Louis bersama istri nya Emeli kini sudah bertambah sempurna dengan hadir nya sang jagoan kecil bernama Leonard Anderson,
Putra dari keturunan Louis Anderson dan juga Emeli Alexander, dia lah yang nanti nya akan menjadi penerus untuk kerajaan bisnis milik papa nya serta menjadi ketua pengganti untuk kelompok mafia Tiger Fang yang sangat kuat dan juga tak terkalahkan oleh kelompok mafia mana pun
Dari arah meja makan, telah terdengar suara dentingan sendok di atas piring, dan itu adalah ulah dari Leonard yang sedang menunggu masakan yang di buat oleh sang papa...
"Mam..... mam.... mam...... papa mam..... "
Teriak Leonard membahana di ruangan makan tersebut, Louis yang sedang membuat Omelet pun terburu buru untuk menyelesaikan acara masak nya,
Jangan sampai sang pangeran menangis dengan kencang, karena induk nya saat ini sedang pergi shopping bersama teman nya yaitu Jessica...
"Louis, cepat lah sedikit, pangeran kita sudah kelaparan sedari tadi"
Ujar Albert memanggil, dia tertawa lucu saat menatap ke arah teman nya yang sedang sibuk memasak menggunakan teflon,
Bagaimana bisa seorang ketua mafia dan juga pembisnis terhebat di negara A, kini menjadi seorang koki dadakan untuk putra nya sendiri...
Louis yang mendengar suara tawa dari Albert pun langsung melemparkan wortel ke arah pria tersebut..
"Jangan mengejek ku sialan, lihat saja sebentar lagi kau juga akan merasakan bagaimana rasa nya di siksa oleh anak sendiri"
Ucap Louis menyumpahi Albert, sedangkan Albert dia langsung tertawa dengan lucu, jangan sampai Jessica melahirkan putra seperti Leonard,
Dia memang lah tampan, dari saat di dalam kandungan, anak itu sudah pintar dalam menyiksa sang papa,
Bahkan sampai saat ini, Leonard lebih suka masakan Louis dari pada masakan para pelayan mansion ataupun masakan mama nya sendiri...
"Huh... akhirnya selesai juga"
Ucap Louis yang sudah berhasil membuatkan satu piring penuh omelet kesukaan sang buah hati nya...
Setelah itu dengan cepat Louis langsung berlari ke arah meja makan,
Dia menyajikan masakan nya tersebut ke arah putra nya yang sangat pintar sekaligus menyebalkan...
Leonard yang di suguhkan dengan sepiring omelet pun langsung menyantap nya menggunakan sendok dan tangan..
Dia tersenyum senang menatap ke arah Louis, seperti nya anak itu benar-benar bahagia karena papa nya sudah membuatkan makanan kesukaan diri nya..
"Nyam... nyam... papa... nyam... "
Ucap Leonard menatap Louis, sedangkan Louis langsung tersenyum, dan mengelus kepala anak nya dengan sayang...
"Makan yang banyak ya sayang, papa sudah lelah membuat nya"
"Iya papa"
Jawab Leonard dengan suara cadel nya...
Tak lama kemudian, Louis mulai menatap ke arah Albert, pria itu terlihat sedang fokus bermain handphone milik nya membuat Louis menjadi kesal...
__ADS_1
"Hey kau, enak sekali hidup mu, hanya makan, tidur dan juga bermain handphone"
Ucap Louis menatap kesal ke arah Albert
"Jangan mengganggu ku teman, aku hampir saja menang"
Jawab Albert tidak menghiraukan perkataan Louis..
"Dasar pemalas, pokok nya mulai besok kau harus sudah masuk ke dalam kantor ku,kau harus bekerja, karena kau sudah memiliki istri"
"Tidak Louis, aku bekerja sebagai mafia saja,karena aku lebih suka membunuh orang dari pada harus duduk di dalam kantor seperti mu"
"Cih... dasar gila, apa kau kira kita masih memiliki musuh, lagian kenapa juga kau sangat suka menghabisi orang, apakah kau tidak merasa bersalah? "
"Tentu saja tidak, karena itu adalah hoby ku"
Jawab Albert tertawa tipis,
"Tidak lagi Al, aku sudah memutuskan, jika kita tidak di tantang atau pun di ganggu terlebih dahulu, maka kita tidak boleh membunuh orang lain, apakah mengerti Al? "
tanya Louis menatap tajam.
"Baiklah..., aku pasti akan menuruti apa kata mu, sekarang biarkan aku melanjutkan permainan ku"
Ucap Albert kembali fokus dengan handphone milik nya, sedangkan Louis mulia fokus kembali dengan putra nya yang sudah terlihat besar,
Tak lama kemudian, masuk lah Chris yang baru saja pulang dari sekolahnya, Chris saat ini sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan dia tampak menjadi seorang remaja yang pintar dan juga Bijak sana...
Setiba nya di meja makan, Chris langsung menyalami tangan Louis dan mencium sang keponakan yang telah tersenyum menatap diri nya
Ucap Leonard senang, dengan cepat dia menggendong keponakan nya tersebut..
"Bagaimana dengan sekolah mu Chris, apakah kau menyukai sekolah baru mu? "
Tanya Louis menatap ke arah Chris,
"Aku menyukai nya kak, terimakasih karena telah menyekolahkan ku di sekolah yang sangat bagus"
"Tentu saja, kau adalah adik ku sekarang dan kau harus berhasil sama seperti ku"
Tak lama kemudian,terdengar suara berisik dari luar rumah, dan mereka sudah bisa menebak siapa yang telah membuat keributan itu,
"Istri mu sudah pulang , "
Ucap Albert meledek Louis...
"Dasar, kan ada istri mu juga, seperti nya gajih mu harus aku kurangi mulai saat ini, agar kau tidak bisa memanjakan istri mu lagi"
"Hei... yang benar saja, bukan kah istri mu yang memaksa istri ku untuk berbelanja dengan nya, kenapa jadi menyalahkan istri ku"
Ucap Albert tak Terima,
__ADS_1
"Ya sudah, jika begitu kau dan Emeli akan aku kurangi jatah bulanan nya,
" Apa.... kenapa seperti bisa seperti itu? "
Tanya seorang wanita yang tak lain adalah Emeli, tanpa Louis ketahui ternyata Emeli mendengar perkataan Louis barusan..
"Sayang.... kau sudah disini? "
Tanya Louis merasa panik..
"Iya, kenapa memang nya, sekarang Jawab siapa yang akan di kurangi uang bulanan nya hah? "
"Sayang seperti nya kau sudah salah mendengar, bukan di kurangi tapi di tambah.. "
"Benarkah...? kau pasti bohong kan Louis? "
"Tentu saja tidak, bagaimana dengan shoping nya, apakah kau bahagia? " tanya Louis mencoba merayu Emeli,
Jangan sampai dia tidak mendapat kan jatah di malam hari dan mendapatkan hukuman tidur di luar kamar..
"Tentu saja, sayang, maaf ya uang mu aku habiskan hari ini, tapi tidak banyak kok, cuma 100 juta saja"
"What..... 100 juta untuk sekali shoping benar benar gila "
Teriak Albert yang jantungan, sedangkan Emeli Langsung tertawa melihat Albert yang merasa sangat terkejut, dia sengaja memanas manasi Albert karena Albert sangat lah pelit dengan istri nya Jessica...
"Jes, bukan kah kau juga menghabiskan uang yang banyak, hampir 50 juta kalau tidak salah"
Ucap Emeli membuat Albert kembali membulatkan kedua mata nya..
"Apa..., !!! Jessica, apakah benar yang di katakan Emeli barusan? "
Tanya Albert menatap tajam..
"Iya, itu karena kau terlalu pelit dengan ku, jadi aku mengambil kartu kredit mu secara diam diam"
"Apa..., kau benar benar Jessica, Louis besok aku akan masuk ke kantor mu, UN bekerja menjadi karyawan"
Ucap Albert dengan frustasi seperti nya dia harus menambah penghasilan agar pundi pundi uang yang dia miliki bisa bertambah banyak kembali,
Setelah itu Albert langsung pergi meninggalkan mereka semua, jangan sampai dia mengamuk kepada istri nya..
Dan setelah kepergian Albert, mereka semua langsung tertawa cekikikan , seperti nya Albert memang harus di kerjai agar dia mau bekerja di kantor milik Louis..
"Bagus sayang, akhirnya pemalas itu mau bekerja juga"
"Tentu saja, aku kan ahli nya dalam bersandiwara"
jawab Emeli tersenyum,
Dan ini lah akhir dari cerita Keluarga Louis Anderson, setelah pengorbanan dan usaha yang dia lakukan, akhirnya dia bisa hidup bahagia bersama anak dan juga istri nya,
__ADS_1
Serta orang orang yang menyayangi dirinya....
The End