
Setelah kepergian Asisten Mike dari dalam ruangan, Louis pun langsung berinteraksi dengan Sistem yang dia miliki...
"Sistem, aku ingin membuka hadiah untuk misi harian ku"
Ucap Louis yang sudah berdiri sambil menatap layar hologram yang ada di depan nya..
DING....
(Tuan rumah sudah bisa membuka hadiah sekarang juga, tekan tombol yang sudah tersedia)
DING..
(Selamat tuan rumah mendapatkan perusahaan kimia yang berada di Amerika)
(Selamat tuan rumah mendapatkan rumah mewah yang berada di kota Los Angeles)
(Selamat tuan rumah mendapatkan persediaan senjata berjumlah 500 senjata)
(Selamat tuan rumah mendapatkan tambahan uang senilai 100 juta dolar)
(Semua hadiah sudah menjadi milik anda tuan rumah, dan untuk hadiah selanjutnya tuan rumah harus menyelesaikan misi yang akan sistem berikan)
"Terimakasih Sistem, aku rasa kau sangat mengetahui apa yang sedang aku butuhkan saat ini"
Ujar Louis dengan tersenyum, setelah itu dia kembali mengecek status nya...
(Tuan rumah, Sistem mendeteksi jika akan ada marabahaya yang menanti anda, jadi sistem saran kan agar selalu waspada dan berhati-hati)
"Baiklah sistem, aku pasti akan lebih berhati-hati lagi"
(Bagus tuan rumah, misi selanjutnya akan di lakukan di malam hari, dan sistem Akan memberitahu setelah malam tiba)
"Okey, Terimakasih sistem"
Setelah itu Sistem bersama layar hologram yang ada di depan nya pun kembali hilang...
Kini tinggal lah Louis seorang diri, yang sedang memikirkan langkah selanjutnya...
Benar kata orang jika semakin tinggi pohon maka akan semakin kencang angin yang menerpa nya, begitu pun dengan manusia, semakin tinggi popularitas nya maka akan semakin banyak juga musuh yang ingin menyerang...
Tak lama kemudian terdengt suara handphone milik nya yang berdering dengan kuat, membuat Louis tersadar dengan lamunan nya..
__ADS_1
"Hallo sayang"
Sapa Louis kepada sang penelfon yang tak lain adalah kekasih nya Emeli
'Hallo juga sayang, apakah aku telah mengganggu mu sayang?"
"Tentu saja tidak sayang, ada apa kau menelfon, apakah ada sesuatu yang penting? " tanya Louis penasaran..
"Iya.., begini sebenarnya aku ingin meminta izin kepada mu sayang, "
"Minta izin apa? katakan lah?"
"Baiklah, Sayang aku sangat ingin pergi keluar rumah saat ini, aku rasa aku butuh hiburan, boleh kah aku pergi hanya sekedar untuk menghilangkan stress...? "
"Tentu saja Emeli, pergilah keluar untuk merilekskan kembali fikiran mu itu, kau bisa mengunjungi Mall ataupun taman kota"
"Baiklah, terimakasih sayang, jika begitu aku akan keluar sekarang bersama Jessica.. "
"Iya, kau bisa mengajak Jessica untuk menemani mu sayang"
"Terimakasih Louis, tapi...kau masih ingat kan dengan janji mu yang tadi malam, kau tidak pulang larut kan malam ini? "
"Tentu saja tidak, nanti malam setelah aku tiba dirumah, kita akan sama-sama menjenguk papa mu "
"Ya sudah, kau bersiaplah segera, oya pengawal ku akan ikut untuk memantau mu Emeli"
Jelas Louis kepada Emeli,membuat gadis itu langsung mengerucutkan bibir nya...
"Kenapa harus ikut Louis, aku risih jika di temani oleh mereka, lagian bukan kah seperti yang kau katakan jika aku sudah aman saat ini? "
"Tidak Emeli, kau harus tetap di jaga, baiklah aku akan memerintah kan mereka agar tidak terlalu dekat dalam menjaga mu, bagaimana??? "
Tanya Louis membuat Emeli langsung mengangguk setuju..
"Baiklah, aku mau Sayang, ya sudah jika begitu aku sudah telfon nya ya"
"Iya, selamat menikmati hari mu Emeli"
"Kau juga Louis, semangat lah dalam mencari uang untuk ku"
Jawab Emeli membuat Louis menjadu tertawa, setelah panggilan mati, Emeli pun langsung beenajak dari ranjangnya, tampa dia ketahui jika sedari tadi sudah ada sepasang mata yang berdiri tegak di depan pintu serta mendengar kan pembicaraan Emeli...
__ADS_1
"*Apa maksud dari perkataan Nona Emeli, sebenarnya dimana papa nya berada, kenapa dia memohon kepada bos Louis agar mau pergi untuk mengantar nya, apakah ini berkaitan dengan pembicaraan salah satu mafia yang aku dengar kemarin, sepertinya aku harus mencari tahu"
Ujar Jessica di dalam hati*
Ya, ternyata sedari tadi Jessica sudah berdiri di depan pintu kamar milik Emeli, dia mendengar semua pembicaraan tersebut dan mulai bertanya tanya..
Tok... tok... tok...
"Permisi Nona Emeli"
Sapa Jessica, yang berpura-pura baru masuk ke dalam, sedangkan Emeli langsung menatap ke arah Jessica dengan perasaan terkejut...
"Jessica...! apakah kau sudah sedari tadi berada di sana? " tanya Emeli panik
"Tidak Nona, saya baru saja tiba, dan saya datang kesini ingin menanyakan kepada Nona, apakah kita jadi keluar Villa? "
"Oh.., bagus jika begitu, emmm.... tentu saja jadi Jessica, sekarang mari kita bersiao siap, ingat Jessica kau harus menjadi teman ku yang layak di depan umum, jangan berpakaian seperti seorang bodyguard"
"Baik Nona, saya mengertilah"
"Bagus, oya kau harus menggunakan baju yang aku pilih untuk mu, tapi kau tenang saja ini baju baru kok, aku belum sempat memakai ny, dan ini aku berikan untuk mu"
Ucap Emeli yang baru saja mengambil baju untuk jessica, dengan perasaan tak karuan Jessica pun menerima baju pemberian dari Emeli, dia melihat baju yang menggantung di hanger tersebut yang terlihat sangat indah dan bagus..
"Nona, kenapa saya harus memakai gaun pendek seperti ini, saya itu bertugas menjaga anda Nona, bagaimana cara nya saya mejaga jika saya memakai pakaian terbuka ini nona"
"Jessica, bukan kah sudah saya aku katakan, jika kita keluar untuk berjalan jalan saja, jangan menjaga ku, karena sudah ada para pengawal yang melakukan nya, sekarang, cepat bersiap siap, aku juga akan bersiap segera"
"Baik Nona"
Jawab Jessica, setelah itu dia pun kembali menutup pintu dan keluar dari kamar tersebut...
Setiba nya di luar, Jessica mengamati baju yang sedang dia pegang...
Sungguh rasanya sudah sangat lama dia tidak pernah mengenakan baju mahal seperti yang dia pegang saat ini, dulu dia selalu membeli nya, tapi...
Semenjak kepergian orang tua nya, serta kebangkrutan harta keluarga nya atas perbuatan Alexander, mulai saat itu Jessica meninggal kan hidup mewah dan berubah menjadi gadis biasa.
Dia harus tetap kuat dan tegar, Untuk melanjutkan hidup nya bersama sang adik Jason, dan mereka bekerja membanting tulang, agar mampu bertahan hidup..
Tanpa sadar, saat ini Jessica sudah meremas baju itu dengan kuat, rasa nya dendam nya kepada Alexander benar benar memenuhi hati nya..
__ADS_1
"Ini semua karena mu pria tua, Karena kau aku dan adik ku harus kehilangan kedua orang tua serta hidup terlunta lunta, lihat saja jika aku sudah menemukan putri mu, maka aku akan menghabisi nya" ujar Jessica dengan mata penuh dendam...