
Dorr...
Dorr...
Suara tembakan masih terus terdengar, dan ternyata anak buah milik Mark sangat lah banyak, hingga akhirnya Louis terpaksa menghentikan penyerangan nya kepada para musuh akibat teriakan seseorang...
"Berhenti melawan Albert,... atau tidak nyawa ibu mu taruhan nya.. "
Deggg....
Louis yang sedang membidik kan senjata nya ke arah para musuh pun tiba-tiba terdiam kaku akibat ancaman yang di berikan oleh musuh..
Dia langsung berbalik menatap pria tersebut dengan sangat intens..
" Dimana kalian menyembunyikan ibu ku..!
Teriak Louis geram, sedangkan para musuh yang sudah berkumpul mengepung Louis mulai tertawa terbahak bahak..
"Hahhhha....., akhirnya kami menemukan kelemahan mu Albert sialan, jika kau mau ibu mu selamat, maka cepat kau katakan dimana tempat tinggal Louis Anderson, dan siapa wanita yang menjadi kelemahan nya saat ini"
"Aku tidak tahu..., karena aku hanya masuk ke dalam markas nya saja"
"Cih.. dasar penipu, tidak mungkin kau tidak tahu, lalu untuk apa kau melindungi pria busuk itu dari tembakan bos Mark hah.., ! "
"Aku tidak melindungi nya, tapi aku tidak sengaja juga terkena tembakan dari bos Mark" ucap Louis mencoba menjadi Albert
"Dasar pembohong..., kau benar benar pria tidak tahu malu, apakah ini balasan mu untuk bos Mark"
"Apa maksud perkataan mu hah..., bukan kah sudah aku katakan jika aku tidak sengaja"
Teriak Louis tak mau kalah,
"Bangsat, sepertinya dia memang sangat ingin kita habisi, ayo kita keroyok dirinya.. "
Ajak. salah satu pria yang sudah merasa geram,sedangkan yang lain nya langsung menghentikan teman mereka..
"Jangan.., kita tunggu sampai bos tiba"
"Tapi....!!!
" Tenanglah, bos sudah jalan kesini.. "
"Baiklah, Albert bagaimana pun kau sudah menjadi anggota kami, kami berjanji akan membebaskan ibu mu, tapi kau harus bisa bekerja sama dengan kami"
"Apa maksud perkataan mu? " tanya Albert penasaran
"Cepat kau katakan, dimana rumah Louis Anderson, dan siapa wanita yang menjadi kelemahan nya"
Deggg.....
Louis langsung terdiam mendengar pertanyaan tersebut, seperti nya Albert telah mengetahui banyak tentang dirinya, tapi pria itu belum melaporkan apa pun kepada Mark,
Louis sempat berfikir sejenak, apakah benar jika Albert mengetahui siapa dia sebenarnya, tapi.... bukan kah sangat susah untuk memastikan dirinya memang lah Louis yang telah meninggal dunia...
__ADS_1
"Aku akan memberitahu kalian semua, tentang kelemahan dan apa pun yang aku ketahui dari kehidupan Louis Anderson, tapi aku mempunyai Syarat... "
"Syarat apa, jangan mengancam kami ya... "
"Tidak, ... aku mana berani seperti itu, aku hanya ingin melihat ibu ku, apakah kalian mau memberitahu dimana ibu ku kalian sekap"
"Hey..., beritahu video CCTV nya"
Ucap salah satu pria kepada rekan nya, dengan cepat pria itu mengambil handphone yang sudah tersambung dengan kamera CCTV, dan berjalan ke arah Albert...
"Ini, lihatlah ibu mu, dia masih mengenakan alat alat medis.., kau tahu kan jika saja kami melepas alat di tubuh nya apa yang akan terjadi"
"Jangan..... jangan kalian lepas alat medis itu dari tubuh nya, baiklah aku akan memberitahu semua tentang Louis Anderson"
Ucap Louis di balik penutup wajah nya, membuat para anak buah Mark langsung tersenyum bahagia...
" Bagus Albert,setelah kau memberitahu semua yang kau ketahui, kau akan kami bebaskan mu bersama ibu mu"
"Louis Anderson tinggal di villa bagian barat, disana terdapat rumah kecil yang tidak terlalu mewah, dia tinggal bersama kekasih nya, tapi aku tidak tahu siapa kekasih nya itu"
Jawab Louis mulai berbohong, sedangkan para anak buah Mark langsung percaya dengan ucapan yang di lontarkan oleh Louis..
Mereka mulai memainkan sebelah mata nya menatap ke arah rekan nya yang lain, Louis sangat tahu jika mereka semua sedang merencanakan sesuatu untuk dirinya...
"Sekarang"
Teriak pria tersebut langsung berlari ke arah Louis, mereka mulai mengepung Louis dengan memegang senjata tajam di tangan mereka masing-masing..
"Apa yang kalian lakukan? kenapa kalian mengepung ku? " tanya Louis berpura-pura takut..
"Kalian menipu ku! " teriak Louis
"Tentu saja, apa kau kira kami akan membiarkan mu hidup, kau adalah seorang penghianat, dan kau harus di habisi"
Hiiiattttt....
Mereka mulai menyerang Louis dengan menggunakan senjata tajam, dengan cepat Louis pun menangkis setiap serangan yang di berikan oleh para musuh..
Dan Louis juga ikut mengeluarkan senjata tajam yang dia letakkan di belakang tubuh nya, .
Sretttt.....
Sruutttt......
Louis dengan tega langsung menancapkan senjata itu ke perut mereka satu persatu,
"Akkkkhhhh...... "
Teriak anak buah Mark yang telah terkena tusukan pisau,
"Bangsat kau Albert, kau harus mati ditangan ku" teriak salah satu pria yang mulai emosi....
Dengan cepat dia mulai menyerang Louis membabi buta, Louis tak kalah lincah menghindari setiap pukulan dan tusukan yang dia berikan, hingga detik kemudian, Louis langsung menendang perut pria tersebut sampai jatuh terjengkang ke belakang...
__ADS_1
Bukkk.......
Brakkk...... ..
"Berani sekali kau ingin membunuh ku ya.., rasakan ini"
Teriak Louis memang senjata tajam tersebut mengarahkan nya ke arah pria yang sudah terjatuh ke lantai...
"Hentikan Albert"
Teriak seseorang yang membuat Louis menghentikan gerakkan nya,
"Jika kau berani menghabisi orang ku, maka aku akan membunuh ibu mu"
Ancam pria paruh baya yang tak lain adalah tuan Wilson... , Louis tidak memperdulikan ancaman tersebut, dengan cepat dia malah langsung bergerak mengarahkan senjata tajam itu tepat ke jantung pria yang sudah berada di bawah kukungan nya..
Sruukkkkk.........
"Akkkkkhhhhhhhh"
Suara jeritan mulai terdengar sangat nyaring, Louis menancapkan pisau milik nya hingga 3 kali tusukan, membuat darah segar langsung memuncrat ke arah penutup wajah nya....
"Albert ... kau benar-benar menantang ku"
Teriak pria paruh baya tersebut, dia mulai mengarahkan senjata api nya, ke arah punggung Louis,
Dan dengan cepat, Wilson langsung menembakkan senjata itu tepat dari arah belakang...
Dorrrrr......,
Dorrrr.........
"Akkkhhh...... "
Teriak Wilson yang terkena tembakan, Alexander langsung menjerit terkejut, bagaimana bisa rekan nya sendiri yang terkena tembak, sedangkan dia lah yang telah menodongkan senjata itu ke arah punggung Albert...
Dorrrr......
Dorrr......
Terdengar hingga 3 kali tembakan, Louis berjalan sambil menembak ke arah tubuh Wilson, membuat Alexander merasa sangat tekejut....
" Kau..., siapa kau sebenarnya? " tanya Alexander heran..
Dengan terus mendekat Louis berjalan ke arah Alexander, sedangkan Wilson telah jatuh ke atas lantai dengan ke adaan mengenaskan...
Alexander semakin mundur kebelakang, rasa nya kaki nya sudah lemas karena bergetar...
"Kau tahu jika aku bukan Albert? " tanya Louis tersenyum di balik penutup wajah nya..
"Berhenti...., tunjukkan siapa kau sebenarnya"
"Jangan berteriak Alexander, karena aku membenci itu, baik lah aku akak membuka penutup wajah ku, dan kau harus memperhatikan ku dengan jelas.."
__ADS_1
Ucap Louis sambil membuka penutup wajah nya, hingga detik kemudian, Alexander mulai membulatkan mata nya dan menatap ke arah pria yang berdiri di depan nya itu dengan perasaan terkejut...
"KAU.....,