Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
Albert sang penguntit


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain, tepat nya dirumah mewah milik Mark Wilson, dia masih terbaring di ranjang nya sambil menikmati rasa sakit di tubuh serta wajah nya...


Perkelahian yang terjadi kemarin masih sangat membekas dan menyisakan dendam yang sangat besar


Sepertinya kali ini dia akan menyusun rencana lebih matang lagi, Louis adalah salah satu orang yang pintar dalam menebak serangan musuh, maka dia tidak bisa menggunakan para mafia dalam bentuk banyak untuk menyerang Louis


Karena Louis juga memiliki anggota yang tak kalah hebat dan banyak, Saat ini Mark akan mengambil langkah yang lebih sederhana, tanpa Louis sadari...


"Hallo Albert... " sapa Mark di telfon


"Hallo bos, ada apa anda menelfon saya bos? " tanya pria yang bernama Albert


"Albert, aku akan memberikan mu tugasa yang sangat lah penting, "


"Katakan bos, aku akan melakukan nya dengan rapi"


"Aku mempunyai musuh yang bernama Louis Anderson, pria pemilik perusahaan Wijaya Karya Realty, aku ingin kau mengikuti nya kemana pun dia pergi, setiap gerak yang dia lakukan kau harus melaporkan ny kepada ku, serta tempat tinggal nya juga, bagaimana? "


"Haha..... itu pekerjaan mudah Bos, aku hanya menguntit nya saja bukan? "


"Iya, tapi kau belum mengenal siapa dia Albert, di belakang nya tanpa kita ketahui dia memilliki banyak anak buah yang selalu melindungi dirinya dari belakang, bahkan mereka seperti jin yang tak nampak bentuk nya, tapi bisa menyerang kita hingga habis tak tersisa"


"Benarkah bos! "


"Tentu saja Al, aku sendiri sudah merasakan nya, anak buah yang aku bawa untuk menyerang kantor nya tempo hari habis dalam sekejap, dan aku hanya tersisa seorang diri, dia adalah penjahat yang penuh kelicikan, jadi kita harus menyerang nya dengan cara yang tak kalah licik juga, kau harus menyamar dalam melakukan aksi mu ini Albert,ikuti dia dan temukan dimana dia tinggal" perintah Mark dengan wajah penuh amarah


"Baik bos,aku akan segera mengintai nya dari kejauhan, oya bisakah kau mengirim kan foto orang tersebut? "


"Nanti aku kirim kan, oya kau harus berada jauh dari kantor milik nya, aku yakin Louis selalu menaruh anak buah nya di dekat kantor itu, jangan sampai kau di habisi dari kejauhan Albert"


"Aku mengerti bos, aku akan menyamar agar mereka tidak curiga,"


"Bagus Albert, langsung kabari aku jika kau berhasil menguntit nya"


Ucap Mark dengan tersenyum senang, setelah selesai menelpon dia langsung bangkit dari ranjang nya dan mulai bejalan menuju cermin yang ada dikamar nya tersebut,


Mark menatap wajah nya yang tampak lebam dan biru, dia sedikit menyentuh luka yang ada di sudut bibir nya

__ADS_1


"Iss......., .. brengsek, rasa nya masih sangat sakit dan perih, bagaimana pun cara nya aku harus bisa membalas semua perbuatan mu ini kepada ku Louis Anderson, aku tidak akan menyerah sebelum bisa menghabisi mu dengan cara keji dan menyakitkan, " ucap Mark dengan mata penuh dengan dendam membara


****


Sedangkan ditempat lain, saat ini Albert sudah mulai melihat semua foto yang baru saja dikirim oleh bos nya


Dia menatap foto itu dengan lama sambil memperhatikan wajah pria tersebut dengan sangat intens...


"Pria ini ada sedikit kemiripan dengan teman ku yang sudah meninggal dunia, dia juga bernama Louis Anderson, tapi pria ini terlihat sangat tampan dan kaya, huh... sepertinya aku sangat merindukan sahabat ku itu"


"Oh, apakah ini nomor plat mobil yang dia gunakan, sepertinya korban ku kali ini benar benar bukan orang biasa, aku harus bisa memakai kepintaran ku agar mereka tidak bisa curiga kepada ku" ucap Albert sambil memikirkan sesuatu


Setelah merenung beberapa menit, akhirnya dia memiliki ide brilian agar bisa mengintai Louis Anderson tanpa harus dicurigai..


"Sekarang waktu nya beraksi, semoga saja pekerjaan ku kali ini akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan, agar aku bisa membawa ibu ku pergi berobat keluar negeri"


Ucap pria tersebut penuh keyakinan, dengan cepat Albert mulai melakukan penyamaran, kali ini dia akan menyamar sebagai tukang ojek yang mangkal tidak jauh dari perusahaan milik Louis Anderson,


Beberapa menit kemudian, dia pun sudah selesai dengan kegiatan nya, setelah itu dia langsung keluar dari rumah nya dan menaiki motor butut yang biasa dia gunakan untuk penyamaran,


Beberapa jam kemudian, Albert telah tiba di tempat berkumpul nya para ojek mereka yang melihat kedatangan Albert pun langsung menyapa nya dengan ramah


"Kau, apakah kau orang baru di daerah sini? "


"Iya bang, aku baru pindah dari Bandung, dan ingin mengais rejeki di tempat ini, apakah aku di izinkan bang? "


"Tentu saja kami izinkan, mari kita mencari rejeki bersama-sama, tapi mungkin pelanggan nya sangat jarang,karena sudah sedikit orang pekerja yang mau menaiki ojek seperti kita"


"Iya, begitu lah hidup bang, kita tetap harus bersabar dalam menjalani nya" jawab Albert tersenyum


Sedangkan di kantor milik Louis, saat ini dia sudah selesai melakukan pekerjaan, dan dia langsung bangkit dari kursi berjalan menuju kursi tamu yang di duduki oleh Emeli sejak tadi


Terlihat jika sangat kekasih sudah berbaring tidur di atas kursi tersebut, Louis dengan perlahan mulai mendekati nya dan mencoba membangunkan Emeli


"Sayang...., ayo kita keluar, aku sudah selesai bekerja"


panggil Louis menyentuh pipi wanita tersebut

__ADS_1


"Apakah kamu sudah selesai, aku sangat mengantuk" ucap Emeli memejamkan mata


"Iya aku sudah selesai, ayo kita segera keluar dari kantor, bukan kah kita akan berjalan jalan sekarang"


"Benarkah..., aku kira kamu lupa dengan janji mu itu, " ucap Emeli langsung bangkit dari tidur nya


"Tentu saja tidak, ayo kita pergi sekarang juga, jangan lupa lakukan penyamaran agar tidak ada satu pun orang yang dapat mengenali kita"


"Siap pak bos, ayo kita segera menyamar" ajak Emeli semangat


Dia kembali memakai segala pernak pernik alat penyamaran nya, begitu pun dengan Louis,


Dia mengganti stelan kantor nya dengan baju biasa ala anak muda, memakai jaket hitam dan sepatu sport, serta celana jeans hitam,


Tak lupa juga Louis mengenakan kaca mata hitam serta masker untuk menutupi wajah nya,


"Pakai masker sayang, agar wajah mu tidak dapat dilihat oleh orang lain"


Ujar Louis sambil memakaikan masker tersebut ke wajah Emeli


"Sayang.., aku seperti detektif sekarang" ucap Emeli


"Benarkah..? tapi tetap cantik dan mempesona"


"Benarkah, lihat lah penampilan ku, memakai kaca mata hitam, topi koboi dan juga masker penutup wajah, aku seperti orang aneh sayang"


"Haha..., tidak, ini juga kan demi keselamatan kita, ayo sekarang kita pergi"


Ajak Louis menggandeng tangan Emeli, setelah itu mereka pun langsung turun kebawah menggunakan lift khusus Ceo,


Dan sesampainya di Basement, mereka langsung menaiki mobil dan melaju keluar dari perusahaan..


Sedangkan di persimpangan tempat ojek mangkal, Albert terus menunggu dan mengintai mobil milik Louis Anderson, hingga tak lama kemudian, mobil yang di tunggu sedari beberapa jam yang lalu itu pun mulai terlihat dan melaju dengan kecepatan sedang...


Tanpa menunggu lama, Albert langsung menghidupkan motor nya dan mengikuti nya dari belakang


"Akhirnya aku bisa menemukan mangsa ku"

__ADS_1


__ADS_2