
Tepat pukul 10.00 pagi, Louis mendapatkan kabar dari mafia yang berjaga di perkarangan kantor, jika para musuh sudah mulai tiba di depan perusahaan milik Louis,
Dengan cepat Louis langsung mengambil Handphone yang menampilkan layar CCTV di area kantor lantai satu, dia dapat melihat dengan jelas jika Mark Wilson beserta anak buah nya sudah mulai berjalan memasuki area perkantoran
Louis tersenyum miring saat menatap wajah pria arogan tersebut,dia salah satu orang yang dahulu sering mengejek dan menghina nya karena dia menjadi supir di rumah Alexander
"Ck........, akhirnya kita bertemu lagi Mark Wilson"
Ucap Louis sendiri, dia masih betah menatap layar CCTV tersebut, dan tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu yang di ketuk dari luar
"Masuk.... "
Teriak Louis dari dalam, dan tak lama pintu pun terbuka, terlihat lah sang asisten yang sudah menunduk hormat di depan Louis duduk
"Permisi tuan"
"Iya, ada apa Mike? apakah mereka sudah tiba? " tanya Louis
"Sudah tuan, mereka ingin bertemu dengan tuan karena mereka akan memberikan suatu penawaran kerja sama dengan tuan muda"
"Benar kah...? baiklah, aku akan menemui mereka, oya ingat pesan ku tadi Mike, begitu pertemuan mulai di lakukan, kau perintah kan seluruh mafia di bawah untuk menghabisi anak buah Mark Wilson yang sedang menunggu di luar kantor,"
"Baik tuan muda, perintah akan segera saya lakukan,"
"Sekarang antar aku untuk menyambut kedatangan musuh terbaik ku"
"Mari tuan muda"
Ajak Asisten Mike sambil membuka pintu ruangan, Louis langsung berjalan mendahului Mike, dan mereka mulai menaiki lift untuk menuju ke lantai satu...
Beberapa menit kemudian, Louis dan asisten Mike telah tiba di lantai satu, di depan pintu lift sudah berjejer para direksi perusahaan yang memang sengaja menunggu kedatangan Louis Anderson, selaku CEO di kantor tersebut
"Hormat kami tuan muda" ucap mereka kompak,
Mark Wilson yang mendengar ucapan hormat dari para direksi tersebut pun mulai tersenyum miring, dia menatap wajah Louis dengan sangat intens, sambil memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana milik nya, Mark bergaya sok dan sangat menantang.
Kini mereka sudah berdiri saling berhadapan, tepat di belakang Mark Wilson terdapat 10 orang pria berbadan besar dan tegap dengan menggunakan pakaian jas hitam lengkap
__ADS_1
Tampa rasa takut Louis di ikuti oleh para direksi langsung berjalan mendekat ke arah Mark dan anak buah nya, dia menatap wajah Mark tak kalah menantang,
Dengan memasang wajah sangar dan macho, Louis mulai mengeluarkan suara nya yang terasa tegas dan menggema..
"Ada apa kau datang ke kantor ku tuan Mark Wilson yang terhormat? "
Tanya Louis masih menatap tajam pria tersebut, Mark langsung tersenyum miring dengan pertanyaan yang Louis lontarkan, mereka memang baru pertama kali bertemu, tapi terlihat dari wajah Louis yang sangat tidak bersahabat dan tidak takut sedikit pun saat menatap Mark
"Heh....., berani sekali kau bertanya seperti itu kepada ku Louis Anderson,. apa kau tidak tahu siapa aku dalam dunia bisnis? " tanya Mark kembali
Louis langsung tertawa lucu dengan ucapan yang Mark lontarkan, sepertinya Pria ini benar-benar percaya diri jika dia bisa membuat seorang Louis takut dan tunduk kepada diri nya
"Haha......., tentu saja aku tahu siapa kau tuan Mark yang merasa terhormat,kau itu kan seorang pria yang sangat pengecut, bisa nya hanya berlindung di bawah ketiak Alexander"
Ejek Louis sambil menatap Mark dengan tatapan meremehkan, membuat Mark merasa marah dan emosi
"Kurang ajar sekali ucapan mu itu Louis, sepertinya kau sangat tidak takut dengan kekuasaan yang aku punya, aku Mark Wilson bisa dengan mudah menghancurkan perusahaan milik mu ini dengan hanya satu jari pria brengsek"
"Wahh...... benarkah Mark...? sepertinya aku mulai takut sekarang, tapi aku juga penasaran dengan kemampuan mu itu, bagaimana jika kau membuktikan nya sekarang juga"
Tapi detik kemudian..........
Buukkkk.............
"Bangsat kau Louis.... " teriak Mark yang sudah terhuyung ke belakang
Dengan cepat Louis menangkis tinju Mark dan gantian memberikan nya bogem mentah
"Maaf Mark..., sepertinya kau kalah cepat dengan ku" ejek Louis kembali
"Ciuh......., jangan membuat ku marah Louis brengsek, asal kau tahu jika aku sudah mengepung kantor milik mu ini dengan mafia ku yang memiliki senjata lengkap dan canggih, kau tahu bukan jika aku memerintah kan mereka untuk menyerang kantor milik mu ini, maka kau akan tamat Louis"
Ancam Mark dengan menggebu, kini dia sudah mengambil senjata api nya dan menodong kan tepat di depan wajah Louis,
"Haha......., kenapa kau diam Louis? apakah kau takut. sekarang? " tanya Mark tertawa
Louis yang di tertawai pun mulai membalas dengan senyuman miring, dia sedikit pun tidak merasa takut jika senjata yang di todongkan oleh Mark akan menghancurkan kepala nya..
__ADS_1
"Ayo lakukan jika kau berani Mark, sepertinya aku sangat ingin mengetes kecanggihan senjata mu itu, apakah punya mu lebih canggih dari punya ku? "
"Brengsek...., apa kau menantang ku Louis sialan? "
"Ya...., bisa di bilang begitu tuan Mark, entah mengapa aku ingin sekali menunjukkan kepada seluruh anak buah yang kau bawa jika kau itu hanyalah seorang pria pengecut, "
"Tutup mulut mu bajingan, sepertinya kau benar benar ingin mati di tangan ku, Baiklah terima lah peluru dari senjata ku ini Louis sialan
Teriak Mark sambil mengokang senjata milik nya,Tek... bunyi kokangan senjata itu terdengar nyaring di telinga mereka masing-masing, dan detik kemudian
Doorrr..... .........
Menggelegar, suara tembakan untuk pertama kali nya mulai terdengar dengan sangat keras, memekakkan telinga mereka semua yang berada di lantai satu..
Mereka yang tidak tega mulai memejamkan mata, sampai detik kemudian terdengar, suara teriakkan dari Mark Wilson dengan tak kalah menggelegar...
"Kau......., bagaimana bisa kau melakukan nya...? " tanya Mark dengan berteriak kencang
Dia melihat dengan mata kepala nya sendiri, saat peluru tersebut meleset tak kasat mata ke arah kepala Louis Anderson, tapi... dengan cepat juga Louis bisa menangkap peluru itu tampa melukai telapak tangan nya sedikit pun...
Mark mulai tercengang menatap kehebatan Louis, apakah dia sudah salah melihat...
"Kenapa Tuan Mark..., apakah kau merasa terkejut? " tanya Louis tersenyum miring sambil menggengam peluru yang berhasil dia tangkap
"Tidak..., tidak mungkin kau bisa menangkap peluru ku begitu saja, pasti kau.. sudah menipu ku, baik lah aku akan menembak mu sekali lagi, dan kali ini kau tidak akan selamat Louis sialan"
Teriak Mark marah, dia mulai menodong kan kembali senjata api milik nya, tapi detik kemudian Mark di kejutkan dengan suara seorang pria yang berlari sambil memanggilnya nya dari arah belakang..
"Bos...., lapor bos...., gawat bos..., kita.... kita kalah sebelum berperang bos... "
Ucap Pria tersebut dengan nafas naik turun, membuat Mark langsung membalikkan badan nya dan menatap pria tersebut dengan tatapan membunuh
"Apa maksud perkataan mu hah..."
"Bos...., ada yang menyerang mafia kita bos, mereka menggunakan senjata api tampa suara yang bisa membunuh musuh dengan sekali tembakkan bos"
"Apa.....bagaimana bisa hah..... ? " tanya Mark berteriak
__ADS_1