Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
Louis dan Asisten Mike di serang


__ADS_3

Asisten Mike yang melihat tuan nya mendatangi orang yang tergeletak di tengah jalan itu pun langsung menyusul turun dari mobil dengan sangat cepat,


Jangan sampai tuan muda nya terkena jebakan dan marabahaya, fikir Asisten Mike


"Tuan muda, sebaiknya jauhi orang tersebut"


Ujar Mike berteriak, Louis langsung tersenyum menatap ke arah Mike, dan tanpa di duga, Louis malah merogoh ke belakang tubuh nya guna mengambil senjata api yang selalu bertengger di sana..


Tekk.....


Terdengar suara kokangan dari senjata api milik Louis, dan beberapa detik kemudian..


Dooorrrrr........


Suara senjata milik Louis mulai menggelegar,dia menembak seorang pria yang berada di balik semak di pinggir jalan..


"Akhhh........ "


Teriak pria yang terkena tembak tepat di dada kiri nya, Tak lama kemudian, para kelompok yang lain mulai keluar dari persembunyian,


Menampakkan batang hidung mereka di depan wajah Louis, mereka mulai mengepung Louis serta Asisten Mike, dengan cepat Mike pun langsung mengeluarkan senjata api milik nya..


"Siapa kalian? " tanya Mike memutari penglihatan nya


"Kau tidak perlu tahu siapa kami, karena yang sudah pasti kami adalah malaikat pencabut nyawa untuk kalian berdua., hahaha..... "


Jawab pria Tersebut, sambil tertawa dengan bahagia di ikuti oleh ke 20 teman nya yang juga ikut tertawa


Louis tersenyum menyeringai menatap kebahagiaan dari raut wajah mereka,


"Tertawa lah hingga puas, sebelum aku mengirim kalian semua ke dalam neraka" ujar Louis berteriak


Mereka para penjahat pun langsung terdiam saat mendengar ucapan dari incaran nya tersebut,


Bagaimana bisa pria seperti dirinya terlihat sangat sombong dan angkuh,pantas saja jika dia di musuhi oleh banyak orang, fikir para mafia tersebut..


"Tutup mulut mu bajingan, kau benar benar pria busuk, sudah dikepung pun kau masih berani berlagak sombong dan angkuh, lihat lah kami akan segera membunuh mu secepatnya"


Ucap Pria tersebut yang mulai emosi, Louis tidak menjawab perkataan pria itu, dia hanya bersiap siap untuk melakukan perlawanan

__ADS_1


"Jika begitu, mari kita adu kekuatan tanpa senjata api, apakah kau sanggup? " tanya Louis mengejek


"" Bangsat...., kau benar benar sudah meremehkan ku rupa nya, baiklah ayo kita bertarung, aku yang akan melawan mu"


" Haha.... jangan sendiri ya, kalian semua ayo maju serang aku sekarang juga" tantang Louis penuh percaya diri..


"Bangsat,..terima lah ini, Hiaattt........!!! "


Teriak mereka mulai menyerang Louis dan juga Asisten Mike, mereka tidak menggunakan senjata api, tapi tetap saja menggunakan senjata tajam..


Louis dan Mike langsung meladeni pukulan mereka, dengan sekali tunjangan, Louis dapat melumpuhkan lima orang yang menyerang nya,


Louis menggunakan segala kekuatan nya untuk memberikan pelajaran dengan mereka semua, agar mereka jera dan merasa takut,..


Buk.... buk... buk....


Pertempuran terus saja terjadi, mereka yang tersisa 10 orang terus saja menyerang Louis dan Mike tanpa lelah,


Padahal dari semua pukulan yang mereka layangkan, sedikit pun tidak mengenai tubuh mereka berdua,


Setelah merasa lelah, Louis langsung menyepak wajah mereka secara berurutan, Louis seakan terbang dan melakukan aksi nya dengan sangat cepat, bahkan kesepuluh orang tersebut tidak dapat memperhatikan nya..


"Akhh...........


Mereka sepuluh orang tersebut saling terjatuh ke bawah Aspal, setelah mendapat kan tendang dari Louis Anderson, sepertinya mereka telah kalah jumlah saat ini, karena kehebatan dari mereka berdua....


Louis yang melihat mereka terjatuh pun langsung menarik salah satu tubuh seorang pria dan mencengkram kedua pipi nya dengan kuat


"Akhh...... "Jerit salah satu pria yang menjerit kesakitan


" Kalian benar benar sudah membuat ku marah ya, sepertinya sambutan tempo hari belum juga memberi efek jera untuk kalian semua ya"


Ucap Louis langsung mematahkan kedua tangan nya,Louis benar-benar licik dan cerdik, karena dia sudah membuat mafia tersebut merasa sangat tertipu, bukan kah dia sudah mencengkram kedua pipi mafia itu, lalu bagaimana bisa saat ini Louis yang mencengkram pipi pria tersebut, malah menyerang kedua tangan pria tersebut,


Sungguh tidak bisa di tebak, serangan Louis ini, dia selalu memakai logika dari pada perasaan,


Sedangkan Asisten Mike, mulai mengenakan senjata api dan memakai nya untuk membidik lawan yang tersisa...


Dorr... dorr..... dorr.....

__ADS_1


suara tembakan mulai kembali menggelegar, di keheningan malam yang sangat sunyi, Louis yang mengingat tentang pertemuan yang akan dia hadiri dengan para mafia milik nya pun mulai membenahi baju nya dan menghabisi para mafia yang tersisa,


Louis terpaksa mempercepat menghabisi lawan karena dia


tidak mau jika harus telat tiba di markas milik nya...


"Cukup bermain main nya saat ini para mafia Alexander, karena aku akan segera pergi menghadiri rapat penting, sekarang hanya tersisa satu orang, dan kau aku bebas kan untuk mengadu kepada junjungan mu itu"


Ujar Louis kepada pria yang telah dia patah kan kedua tangan nya,


"Terimakasih tuan" ucap Pria tersebut berlutut,


"Jangan berterimakasih seperti itu, aku belum menjamin hidup mu bisa selamat, sekarang kau pergilah dengan berlari, sebelum aku berubah fikiran" jelas Louis berwajah tegas


"Baik"


Jawab pria tersebut langsung bangkit dan berlari kencang, sungguh disayang kan jika mafia tersebut mengira dirinya telah selamat, karena sudah Louis pastikan jika Alexander sendiri yang akan membunuh pria tersebut,


Setelah melihat pria itu hilang dari jangkauan mereka, Asisten Mike pun langsung menelfon beberapa mafia agar segera tiba di tempat kejadian


"Hallo ketua" sapa pria yang ada di telfon


"Hallo juga, kau cepat sekarang juga ke jalan Cendrawasih di pinggir hutan, kau angkat mayat mayat yang sudah tercecer di jalan ini" perintah Asisten Mike


"Baik ketua, kami akan tiba disana tepat waktu"


"Bagus, kami akan segera melanjutkan perjalanan kami, agar bisa tiba markas dengan tepat waktu"


Setelah panggilan terputus, Asisten Mike pun langsung berlari ke arah mobil dan membukakan kembali pintu mobil tersebut


"Silahkan masuk tuan muda"


"Terimakasih Mike, ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ajak Louis dengan semangat..


Louis sudah tidak sabar ingin segera mencari tahu siapa penyusup yang telah berani memasuki markas milik nya yang penuh dengan bahaya,


"Kau benar benar mempunyai nyali yang sangat besar, apakah Alexander membayar mu sangat mahal ya...," gumam Louis tersenyum sendiri...


Tanpa terasa, Tiba-tiba Louis malah mengingat sahabat nya yang berada di kampung halaman, sudah 2 bulan lama nya Louis tidak memberikan kabar, itu karena mereka mengira jika Louis Anderson yang asli telah mati akibat kecelakaan mobil,

__ADS_1


Dan Louis tidak akan membuka jati dirinya kepada siapapun selain Emeli, sebelum pembalasan dendam nya sudah berhasil dia selesai kan..


"Tunggu 3 bulan lagi Al, aku pasti akan segera menemui mu di kampung halam kita" gumam Louis tersenyum


__ADS_2