
Saat ini Albert kembali diam setelah terkena bogeman mentah dari Louis...
Sedangkan Louis menatap wajah sahabat nya itu dengan tersenyum lucu, seperti nya mulut Albert benar-benar tidak pernah berubah, selalu suka asal bicara dan tidak memakai logika...
"Apakah kau sudah jera? "
Tanya Louis kepada Albert...
"Entah lah, aku malas bicara pada mu, kau tidak asik untuk di ajak bercanda"
Jawab Albert berpura-pura marah, membuat Louis kembali mendekati nya dan meninju otot lengan nya dengan kuat...
Bukkk.....
"Aakkhh.... sakit bajingan, kenapa kau malah memukul ku lagi? "
"Rasakan itu, makan nya, kau jangan suka berbicara yang berlebihan kepada ku, oya aku ingin memperkenalkan anak ini kepada mu"
Ucap Louis menatap serius, setelah itu dia langsung melangkah menuju ke anak remaja tersebut dan menggandeng tangan nya mendekati Albert...
"Jadi... dia siapa? " tanya Albert penasaran..
"Ayo perkenalkan diri mu anak muda"
Ucap Louis memerintah anak tersebut, dengan cepat anak remaja itu langsung membungkuk dengan hormat..
"Selamat siang paman, perkenalkan nama saya adalah Chris"
"Oh.. jadi nama mu Chris, apakah kau adalah putra dari pria ini? "
Tanya Albert sambil menunjuk ke arah Louis...
"Bukan paman, saya adalah anak dari seorang pria biasa, dan saat ini ayah saya sudah meninggal dunia, sedangkan ibu saya, sedang sakit dan dirawat di rumah sakit"
"Benar kah... wah.... sungguh malang sekali nasib kamu ya Chris, persis seperti saya"
Ucap Albert berwajah sedih, sedangkan Louis langsung menghentikan sandiwara yang di lakukan Oleh teman nya tersebut...
"Sudah, jangan berlebihan begitu, kau benar benar membuat ku ingin muntah"
"Louis... aku ini sungguh prihatin dengan anak ini"
"Baiklah.., jika kau memang perduli kepada nya, maka mulai saat ini kau aku tugas kan untuk melatih Chris menjadi pria yang hebat dan juga kuat, apakah kau mampu melakukan nya? "
"Apa...! maksud mu kau memberikan tanggung Jawab Chris kepada ku begitu? "
Tanya Albert dengan wajah terkejut, dia merasa tidak percaya dengan perintah yang di berikan teman nya itu, bagaimana bisa seorang Albert mengurusi anak remaja seperti Chris, sedangkan untuk mengurus diri nya sendiri saja, dia tidak mampu melakukan nya...
__ADS_1
"Apakah kau tidak salah pilih orang? ".. Tanya Albert sekali lagi
" Tentu saja tidak, sekarang kau panggil wanita tahanan itu kemari, aku juga akan memberikan tugas untuk nya juga"
"Wanita tahanan? apakah yang kau maksud adalah Jessica? "
"Tentu saja, kau ini kenapa jadi lelet begini sih, cepat kau panggil dia, suruh dia menghadap ku, atau aku akan menghukum nya kembali"
Ancam Louis membuat Albert langsung berlari ke arah kamar milik nya...
Dan beberapa menit kemudian, kini Jessica Dan juga Albert sudah menghadap Louis,
Mereka tertunduk diam membiarkan Louis menatap mereka berdua dengan lama...
"Hei kau wanita tahanan, asal kau tahu saja, hingga sampai akhir ini pun aku belum bisa memaafkan diri mu, jadi.. jika kau berani berbuat ulah lagi, maka aku tidak akan segan segan untuk menghabisi mu"
Ancam Louis kepada Jessica,
"Baik tuan, saya mohon tolong berikan saya satu kali kesempatan lagi, saya janji tidak akan menghianati tuan kembali"
"Cih..., aku tidak akan mempercayai mu dengan mudah, tapi karena teman ku membutuhkan kehadiran mu, maka kau akan menjadi tanggung jawab Albert, jadi jika kau berani. menusuk ku dari belakang, maka Albert lah yang akan langsung menangkap mu"
"Iya, saya mengerti tuan"
Jawab Jessica dengan wajah takut, setelah itu Louis langsung mengajak Chris untuk berdiri di depan merasa berdua
"Perkenalkan, dia adalah Chris, keponakan ku, dan sekarang dia aku serahkan kepada kalian berdua"
"Apa....!! yang benar saja Louis! "
Ucap Albert yang merasa terkejut, begitu pun dengan Jessica, tapi dia tidak berani untuk memprotes nya..
"Kenapa? bukan kah aku sudah mengatakan nya kepada mu tadi? "
"Iya, tapi kenapa harus ada Jessica, aku bisa sendiri dalam mengurus anak kecil ini"
"Tidak Al, kau harus kompak bersama Jessica untuk mengurus Chris, kalian itu berbeda kemampuan, jadi Kau harus menuruti apa perintah ku ini"
" Tapi... dia itu tidak bisa apa apa Louis, "
"Kita lihat saja nanti, bagaimana cara Jessica dalam membimbing Chris,kalian berdua, harus menjadikan Chris pria yang pintar, kuat, sehat dan juga mempunyai etika yang baik, aku ingin dia menjadi pria sempurna"
"Baik tuan, akan saya usahakan semua permintaan anda tersebut"
Jawab Jessica dengan sopan, sedangkan Albert hanya mencebik dengan kesal...
Dia masih tidak yakin dengan kemampuan mereka berdua dalam mendidik seorang anak, apalagi anak itu sudah remaja,
__ADS_1
Albert benar-benar bingung dengan sahabat nya tersebut, dari mana juga Louis menemukan anak seperti Chris ini
****
Beberapa jam kemudian, kini Louis sudah kembali pulang ke villa milik nya, rasa nya Louis sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang istri tercinta Emeli,
Tadi pagi, Louis tidak sempat berpamitan dengan Emeli, karena wanita itu masih nyenyak tidur karena terlalu lelah dengan kegiatan mereka semalam..
Dan Sore ini, Louis pulang dengan membawa makanan kesukaan sang istri...
Kini Louis sudah turun dari mobil milik nya, setelah itu dia langsung masuk ke dalam villa mewah itu, Louis menyusuri seluruh ruangan untuk mencari keberadaan sang istri..
Hingga akhirnya dia melihat Emeli yang sedang berada di meja makan dengan makan yang tersusun sangat banyak..
"Sayang...apa yang sedang kau lakukan? "
Tanya Louis menatap heran, di atas meja makan itu telah tersedia hampir sepuluh menu yang di lahap oleh Emeli..
Membuat Louis langsung terkejut saat melihat nya...
"Sayang, kau sudah pulang? aku tidak mendengar kau masuk sayang"
Ucap Emeli sambil mencium tangan Louis dengan hormat...
Dan tanpa sengaja mata Emeli melirik ke arah tangan Louis yang membawa bingkisan berbalut paper bag... Emeli yang mulai curiga pun langsung mengambil bingkisan tersebut dari tangan Louis...
"Sayang, kau membawa kan ku hadiah? "
Tanya Emeli senang...
"Iya sayang, aku membawa kan Cake kesukaan mu "
"Benar kah, terimakasih sayang, ayo kita buka sekarang juga"
Ajak Emeli dengan semangat, kini dia sudah meninggal kan makanan nya yang sedang dia makan tadi, dan Louis yang menatap itu pun langsung terdiam membisu...
"Sayang, tapi makanan mu belum kamu habiskan"
"Biarkan saja, nanti aku akan menghabiskan semuanya, sekarang ayo kita makan Cake ini"
"Baiklah... "
Jawab Louis menurut, mereka mulai menyantap kue tersebut, dan Emeli benar benar sangat lah rakus membuat Louis langsung bingung melihat sikap dari istri nya tersebut...
"Ya tuhan.., kenapa istri ku menjadi sangat rakus begini? "
Tanya Louis di dalam hati..
__ADS_1