
Setelah drama pemeriksaan selesai mereka lakukan, akhirnya Kini Louis bersama istri nya sudah keluar dari rumah sakit tersebut...
Sesampainya di dalam mobil, Louis langsung membuka masker yang sudah membuat wajah serta hidung nya terasa sesak untuk bernafas...
"Hah... hah..., aku merasa sangat lelah hari ini"
Ujar Louis sambil menarik nafas hingga berkali kali,
Emeli yang melihat suami nya itu pun langsung tertawa dengan cekikikan, entah mengapa dia menyukai jika melihat sang suami yang merasa kesal dan juga kesusahan...
"Hihi.... kau terlihat semakin tampan jika sedang kesal seperti ini"
Ucap Emeli menatap Louis, sedang Louis dia langsung membuang muka ke arah samping agar tidak di tatap terus menerus dengan istri nya tersebut...
"Sayang...! "
Panggil Emeli manja..
"Hemm.... "
"Menurut mu, anak kita ini berjenis kelamin apa? laki-laki atau perempuan?"
"Emm... aku tidak tahu sayang, apa pun jenis kelamin nya, aku akan tetap menyayangi dan mencintai nya juga"
"Benar kah..! apakah kau tidak mau menginginkan anak laki-laki? "
"Hah...!!"
__ADS_1
Louis langsung terdiam membisu, bohong jika Louis tidak menginginkan anak laki-laki, karena dia butuh penerus untuk mafia nya dan juga bisnis nya, tapi...
Jika mengingat kehamilan Emeli yang selalu suka menyiksa diri nya, apakah tepat jika Louis mempunyai anak laki-laki, bagaimana jika anak nya nanti sangat suka menyiksa dan juga mengerjai nya,
Memikirkan nya saja Louis begidik ngeri, semoga saja, kejahilan Emeli saat sedang mengandung tidak akan menurun kepada putra ataupun putri mereka...
"Aku menginginkan nya sayang, karena aku butuh penerus bukan"
"Iya, kau benar sayang, semoga saja anak kita adalah seorang putra yang kuat seperti dirimu, "
Ucap Emeli tersenyum senang, sambil memeluk tubuh Louis dengan erat, setelah itu mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke villa,
Louis berencana akan mencari Mansion yang berada di tengah kota agar tidak menyulitkan mereka saat akan lahiran nanti,
Setiba nya di villa, Emeli mulai berlari dengan senang, seperti nya dia sedikit melupakan keadaan nya yang sedang dalam keadaan hamil muda,
Dan Louis harus ekstra menjaga istri nya tersebut, agar bisa menjaga buah hati mereka...
Sesampainya di ruang tamu, Tiba-tiba saja langkah Emeli langsung terhenti, karena dia sudah melihat seseorang yang sangat dia benci...
Jessica sudah berdiri dengan tegak bersama kedua orang pria berbeda usia, seperti nya Emeli masih menyimpan kemarahan kepada wanita tersebut...
"Kau...,! kenapa kau ada dirumah ku? "
Tanya Emeli marah, Jessica Langsung berlutut di depan wanita tersebut, seperti nya dia mulai menyadari jika hanya Emeli lah teman yang tulus yang dia miliki
"Maafkan aku nona, aku mohon, maafkan lah aku, kau boleh menghukum ku, atau pun menghabiskan nyawa ku sekali pun, tapi aku mohon maafkan kesalahan ku kepada mu nona"
__ADS_1
Ucap Jessica memohon, saat ini bahkan dia sudah berlutut di depan Emeli berdiri..
"Louis... Louis... "
Teriak Emeli memanggil suami nya, dengan cepat Louis langsung berlari ke arah Emeli, dia sangat takut jika istri nya mengalami hal yang membahayakan,
"Ada apa sayang? kenapa kau berteriak? "
Tanya Louis tak kalah panik..
"Louis, kenapa pembunuh itu ada dirumah kita, bukan kah dia sudah di masukan kedalam penjara? "
Ucap Emeli mulai berteriak, membuat Louis langsung menatap ke arah depan,
Terlihat disana Jessica bersama dengan Albert dan juga Chris yang berdiri menatap ke arah mereka berdua.
"Sayang , ayo kita masuk ke kamar sekarang juga, kata dokter kau harus banyak beristirahat"
"Tapi....!! "
"Urusan wanita itu, biarkan aku yang menyelesaikan nya"
"Baiklah, tapi kau tidak boleh melukai nya ya, walau bagaimana pun dia juga wanita sama seperti ku"
"Pasti, sekarang ayo kita masuk"
Rayu Louis menuntut Emeli untuk masuk ke dalam lift, sedang kan Jessica hanya menatap mantan teman nya itu dengan perasaan sedih dan juga bersalah...
__ADS_1