
Setelah tiba di villa milik Louis, mereka berdua langsung masuk ke dalam villa yang sudah di kerumuni oleh para mafia dan juga ART di villa tersebut..
Louis sengaja, tidak mengumumkan kematian Alexander, karena itu akan berbahaya untuk keselamatan Emeli,
Emeli yang melihat jenazah sang papa yang sudah siap untuk dimakan kan kembali mengeluarkan air mata,
Dia mendatangi jenazah itu dan memeluk nya untuk yang terakhir kali nya..
"Papa.. tenanglah disana, aku... akan selalu mendoakan papa setiap waktu"
Ucap Emeli sambil mencium jasad tersebut, Louis hanya menatap sedih kepada Emeli, dan tak lama upacara pemakaman pun di lakukan,...
Hingga setelah semua selesai, Jasad Alexander langsung di bawa ke belakang Villa, mereka memilih tempat tersebut untuk menjadi tempat peristirahatan terakhir Orang tua Emeli...
Emeli menangis pilu, saat melihat para petugas mulai menutupi peti itu dengan tanah, tidak pernah terbayang kan, jika papa nya yang sehat dan juga berkuasa akan meninggalkan dengan cara di bunuh oleh seorang wanita...
"Tenang kan dirimu sayang, jangan kau sesali apapun yang telah terjadi "
"Iya sayang... aku akan mencoba untuk iklas.. "
Jawab Emeli yang langsung masuk kedalam pelukkan tubuh Louis..
Setelah acara pemakaman selesai di lakukan, akhirnya mereka mulai berbondong kembali berjalan menuju masuk ke villa
Albert dan juga asisten Mike, yang melihat nona muda mereka pun langsung mendatangi nya untuk mengucapkan belasungkawa..
"Emeli..., aku dan juga Mike mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya papa mu Alexander, maaf Karena tidak bisa menjaga papa anda Emeli"
"Terimakasih atas ucapan nya kak Albert, tapi aku rasa ini memang sudah takdir papa ku harus pergi dengan cara seperti ini, kau tidak menyalahkan siapa pun untuk kejadian ini Kak Albert"
Jawab Emeli tulus, sambil menunduk sedih, sedangkan Louis kembali teringat dengan Jessica yang telah berhasil melarikan diri..
"Mike...! bagaimana dengan pencarian mu? apakah kau gagal mendapatkan wanita itu? "
Tanya Louis dengan menatap tajam, saat ini mereka sudah duduk di kursi tamu yang ada di dalam Villa,
__ADS_1
"Maafkan saya bos.., saya telah gagal mengejar Jessica, dan hanya menemukan mobil nya saja yang sudah dia tinggalkan di pinggir jalanan sepi"
Kata asisten Mike memberi hormat, Louis langsung berdiri dari duduk nya, dan dia mulai mondar mandir kesana kemari...
"Dimana wanita itu? apakah kau sudah menyuruh para mafia yang lain untuk tetap mencari nya? "
" Sudah bos, tapi sampai saat ini mereka belum bisa menemukan nya bos, sedangkan Jason.... dia sudah ditemukan, saat ini dia telah kembali kerumahnya yang pernah di rebut oleh Alexander, seperti nya dia sangat merindukan keluarga nya"
Jelas asisten Mike membuat Louis memegang dagu nya seraya berfikir,
"Aku rasa ada yang mencurigakan atas menghilang nya Jessica, Albert... bagaimana dengan penyusuran mu tentang markas yang di tempati oleh Mark dahulu? "
"Kosong...., anak buah sudah memantau nya, tapi markas tersebut terlihat tidak berpenghuni, seperti nya Mark mempunyai Markas yang lain yang tidak aku ketahui Louis"
"Benarkah...., seperti nya mereka mulai bermain cantik dengan kita, jika begitu kita akan menggunakan cara lain agar bisa menemukan keberadaan mereka"
"Cara apa itu Louis? "
Tanya Albert penasaran, sedangkan Louis langsung tersenyum menyeringai sambil menatap ke arah sang istri...
Ucap Louis berjongkok di depan Emeli, dengan patuh Emeli langsung mengangguk kan kepala nya,
Dan dia mulai bangkit menunu ke lantai dua, kebetulan tubuh nya terasa masih lemas dan tak bersemangat, jadi dengan senang hati Emeli akan beristirahat sebentar...
Setelah kepergian Emeli, Louis langsung mengajak asisten Mike dan juga Albert untuk segera mengikuti nya ke dalam ruangan kerja
Setiba nya di ruangan itu, Louis mulai membuka laptop milik nya dan menghidupkan alat pendeteksi yang bisa memantau jaringan asing yang sedang bekerja di wilayah tersebut...
Dengan mengotak atik alat keyboard tesebut, Louis mencari keberadaan para musuh menggunakan jaringan internet, Layak nya Hacker profesional dengan mudah Louis dapat menemukan titik merah dimana telah terdeteksi sebuah jaringan asing yang mulai beroperasi...
Louis tersenyum bahagia, begitu pun dengan Mike dan juga Albert...
"Apakah itu mereka? " tanya Albert yang menatap tanda merah tersebut..
Louis tersenyum menatap Albert, begitu pun dengan Albert, yang sudah mengerti dengan rencana selanjutnya yang akan segera mereka lakukan...
__ADS_1
"Mike, ayo kita segera serang mereka, , aku sangat senang bermain main dengan maut"
Ujar Albert mempersiapkan senjata milik nya, Louis langsung memukul pundak teman nya tersebut, Albert memang lah pria yang tidak takut mati, dia bisa bersikap santai walau nyawa sedang mengintai diri nya...
"Tenang lah teman, jangan gegabah seperti itu, kita harus menyusun rencana terlebih dahulu"
"Kenapa harus menunggu teman, kita tinggal menembak dan menyerang mereka, jika mereka melawan maka kita keluar kan kekuatan kita"
"Haha.... kau seperti sedang bermain Game saja, ini adalah nyata, lawan kita kali ini adalah pria yang sangat kuat, Pablo adalah pria seribu nyawa, bahkan dia bisa lolos dari kematian yang sangat mengerikan"
Ucap Louis memperingatkan, sedangkan Albert langsung menatap Wajah Louis dengan tatapan serius
"Benarkah seperti itu? lalu bagaimana cara kita agar bisa membunuh nya? "
"Serahkan kepada ku, kita akan membuat mereka kalah telak besok malam"
"Kenapa Besok malam Louis? kenapa tidak nanti malam saja"
"Apa kau lupa jika aku belum sepat membelah hadiah malam pertama ku, malam ini biarkan aku melakukan tugas ku sebagai pria sejati, karena aku sudah sangat ingin merasakan indah nya surga dunia"
"Apa...... !!!! jadi maksud mu, kau akan menghabiskan malam pertama mu begitu, bukan kah tadi malam kalian tidur bersama, kenapa tidak melakukan belah duren? "
Tanya Albert dengan asal, membuat Asisten Mike malu saat mendengar pertanyaan dari pria tersebut...
"Apa kau gila...! mertua ku belum di kebumikan, bagaimana mungkin aku meminta jatah kepada putri nya"
Teriak Louis memukul Kepala Albert dengan buku yang dia pegang
"Haha..... aku kira kau tidak mempunyai perasaan, ternyata kau masih mempunyai etika juga teman"
"Tentu saja.., tapi nanti malam aku akan melakukan nya tanpa gangguan apa pun, kalian berdua berjaga di depan tangga, jangan sampai ada yang berani naik ke lantai kamar ku"
"Baik bos besar, "
Jawab mereka berdua tersenyum dengan pemikiran yang mulai sedikit kotor....
__ADS_1