
"Sh! **....... "
Setelah melihat pria tersebut pergi, Emeli langsung berlari mendatangi Louis yang terlihat sangat kesal
"Louis, kenapa kamu memukul orang, bukan kah ini ditempat umum, kalau ketahuan orang lain bagaimana? "
Tanya Emeli khawatir, Louis yang masih merasa kesal pun langsung meraup wajah nya dengan kasar
Sambil mengucapkan kata "Sabar " di dalam hati nya, dia tidak ingin Karena kesalahan orang lain, maka sang kekasih yang akan terkena imbas dari kekesalan nya tersebut..
"Sayang...., apakah kau marah kepada ku? "
Tanya Emeli yang merasa di abaikan, setelah emosi nya sedikit menghilang Louis pun langsung berbalik badan menatap kekasih nya tersebut
"Aku tidak marah sayang"
Ucap Louis menyentuh pipi Emeli lembut
"Benarkah! "
"Iya, ayo sekarang kita kembali ke cafe, setelah itu baru pulang kerumah"
Ajak Louis kepada Emeli, di langsung memegang tangan mungil itu dan menggandeng nya dengan mesra.. sesampainya di dalam cafe Louis langsung mengambil barang belanjaan mereka yang terletak di atas kursi samping meja, setelah itu dia meletakkan beberapa lembar uang untuk membayar bil makan mereka,
"Sudah selesai, ayo kita segera pulang, kamu terlihat sangat kelelahan sayang"
"Iya, aku seperti ingin segera tidur di atas ranjang,"
Jawab Emeli merenggangkan otot nya, setelah itu mereka langsung bergandengan tangan dan pergi menuju ke pintu keluar Cafe,
Saat melewati tempat kasir, Tiba-tiba ada seorang pegawai yang memanggil Louis dan memberhentikan langkah mereka
"Tunggu tuan,"
Panggil pegawai wanita tersebut, Louis dan Emeli langsung menghentikan langkah nya sambi menatap pegawai tersebut
"Ada apa ya mbak? " tanya Emeli penasaran
"Tuan dan nona belum membayar bil di meja bernomor 3,jadi kalian harus melunasi nya terlebih dahulu baru boleh keluar dari cafe ini"
Ucap Pegawai tersebut membuat Louis dan Emeli membulatkan mata nya,
"Maksud anda apa ya mbak, saya sudah membayar bil dimeja saya, uang nya saya letakkan di meja nomor 7, kenapa sekarang saya anda suruh untuk membayar bil di meja nomor 3, itu bukan meja kita mbak" ujar Louis sedikit kesal
__ADS_1
"Iya, itu memang bukan meja Anda tuan, tapi itu meja teman anda, tadi teman kalian yang memakai masker sama seperti kalian mengatakan jika dia lupa membawa dompet nya dan menyuruh teman nya yang ada di meja 7 untuk membayar bil makanan yang dia pesan"
"Apa......!!!!
" Kenapa sayang, apa kamu tahu siapa orang itu,? " tanya Emeli penasaran
"Dia pasti pria yang tadi bertengkar dengan ku di ruangan toilet"
"Benarkah...!!
" Siapa lagi jika bukan dia sayang, karena sedari kita makan tadi memang dia yang sudah mengikuti kita dan ikut makan juga di meja nomor 3 tersebut " jelas Louis kesal
"Wah..., benar benar berani sekali ya pria asing itu, kenapa tadi kamu tidak menghajar nya saja sayang"
"Bukan kah kamu yang memanggil ku agar menghentikan nya? huh...ya sudah aku akan membayar nya"
Ucap Louis sambil mengambil dompet di saku celana nya dan membayar bil milik pria asing tadi
"Terimakasih atas kerja sama nya tuan dan nona" ucap pegawai tersebut..
"Iya, sama sama nona"
jawab Emeli langsung menarik tangan Louis untuk segera keluar dari cafe
"Sayang, jangan cemberut seperti itu, nanti hilang lo tampan nya" goda Emeli
Louis langsung membuang nafas nya dengan dalam, setelah itu dia mulai menggenggam sebelah tangan Emeli dan mencium nya..
"Pria asing tadi mempunyai niat jahat dengan kita sayang"
Ucap Louis membuat Emeli terkejut, dia langsung mengubah duduk nya menatap tubuh Louis dari samping
"Benar kah sayang, lalu kenapa kamu tidak memberitahu ku"
"Aku sengaja, agar kamu tidak merasa cemas dan khawatir, sepertinya pria asing tadi sudah berhasil mengambil foto kita, dan aku yakin dia pasti akan memberikan foto tersebut kepada orang yang telah menyuruh nya"
"Sayang,arti nya ini sangat lah gawat, bagaimana jika orang yang menyuruh nya adalah papa Alexander, dia pasti bisa mengenali ku sayang, dan keberadaan ku sekarang Sudah tidak aman, begitu pun dengan mu"
"Tenang lah sayang, aku sudah menelfon anak buah ku untuk menangkap pria asing Tersebut, dan juga tadi kamera yang dia miliki sempat terjatuh dengan keras, aku yakin pasti kamera nya akan rusak"
"Iya,semoga saja, aku tidak ingin jika papa membawa ku pulang kembali kerumah nya"
"Aku juga begitu, dan aku tidak akan membiarkan ketakutan mu itu terjadi sayang"
__ADS_1
Ucap Louis menenangkan Perasaan Emeli, dia mengelus rambut sang kekasih dan memeluk nya, sedang kan sebelah tangan nya masih fokus menyetir..
****
Sedangkan di tempat lain, tepat nya dirumah tua yang menjadi tempat tinggal Albert, kini dia baru saja tiba dirumah tersebut,
Dia mulai membuka semua pakaian yang dia kenakan untuk menyamar, saat membuka masker yang dia kenakan di wajah nya, Tiba-tiba dia meringis karena rasa pedih..
Sepertinya bogeman mentah yang di berikan laki-laki yang dia ikuti seharian ini terasa sangat menyakitkan,
"stttt...... terasa perih dan pedih, sepertinya sudut bibir ku pecah" ujar Albert
Dia langsung masuk kedalam kamar dan mulai bercermin di dalam kamar mandi, terlihat jika sudut bibir nya memang sedikit pecah akibat bogeman yang sangat keras
"Siapa pria itu sebenarnya? aku seperti tidak asing dengan gaya berkelahi nya, oh... seperti sahabat ku Louis yang telah meninggal dunia, tapi.... pria itu terlihat sangat tampan dan kekar, "
"Iya, aku benar-benar sudah mencari masalah dengan nya, karena aku sudah menyuruh nya untuk membayar bil makanan ku, tapi.. biarkan saja lah, bukan nya aku memang sudah mencari masalah sejak awal, sekarang tinggal memberikan laporan kepada bos Mark" ucap Albert sendiri
Setelah selesai membersihkan diri dia pun langsung keluar dari kamar mandi,untuk segera memakai baju...
Beberapa menit kemudian, Albert telah selesai dengan semua kegiatan nya, setelah itu dia langsung mengambil kamera yang terdapat foto incaran nya tesebut
"Saat nya aku memeriksa foto incaran ku, walaupun wajah mereka tidak terlihat, tapi tetap saja aku sudah berhasil mengikuti Louis Anderson"
Ucap Albert tersenyum senang, sambil duduk di atas ranjang milik nya,
Dia mulai mengaktifkan kamera tersebut, tapi tiba-tiba, kamera nya sedikit eror dan tidak dapat berfungsi dengan baik..
"Kenapa ini sepertinya eror karena terjatuh tadi dengan sangat keras"
"Baiklah, tidak masalah, aku akan mengeluarkan Memory Card nya dan memasukkan nya kedalam laptop" ucap Albert bersemangat.
Dia langsung menuju ke meja kerja nya yang terdapat laptop dan komputer, Dan saat sudah masuk kedalam, tiba-tiba saja terdengar suara pintu yang mengetuk dari luar rumah nya...
Tok.... tok.. tok....
"Siapa yang bertamu malam malam begini? "
Tanya Albert penasaran, dengan cepat dia meninggal kan memori tersebut dan langsung keluar dari dalam kamar...
Tanpa dia tahu, jika setelah kepergian nya tersebut, para mafia milik Louis langsung mencongkel jendela kamar milik nya dan menerobos masuk..
"Kau salah memilih incaran penguntit bayaran" ucap Jason melakukan tugas nya..
__ADS_1