
Setelah selesai melakukan misi yang di perintahkan oleh layanan sistem, saat ini Louis langsung pergi meninggalkan para anggota mafia milik nya yang akan berpesta ria dengan cara melakukan mutilasi kepada 10 tubuh para musuh yang sudah membakar rumah penduduk,
Saat ini Louis sudah berada di dalam mobil sport milik nya, dengan kecepatan kencang dia mengendarai mobil itu untuk keluar dari jalan yang ada di hutan
Sambil berinteraksi dengan sistem Louis mengikuti arah yang di tunjukkan oleh layar hologram,
"Sistem,aku sudah menyelesaikan misi ku dengan tepat waktu, dan nanti aku akan membuka hadiah ku" ucap Louis
(Baik tuan rumah, sistem sudah menyiapkan hadiah terbaik untuk tuan rumah)
"Bagus, oya, karena kupon ku sudah habis aku tukarkan,maka aku akan kembali mengumpulkan kupon, misi apa yang harus aku lakukan sistem? " tanya Louis
(Tuan rumah bisa mendapatkan kupon kembali dengan menyelesaikan misi kecil yang akan sistem berikan nanti)
"Baiklah, aku akan menunggu misi dari mu itu sistem, sekarang tunjukkan aku dimana keberadaan mentri pertahanan saat ini, karena aku ingin segera bernegosiasi dengan nya"
(Baik tuan rumah, ikuti lah denah lokasi yang ada di layar hologram anda tuan)
"Terimakasih sistem, sepertinya aku telah menemukan keberadaan nya sekarang, ayo kita temui dia sekarang juga"
Kata Louis sambil menambah kecepatan mobil yang dia bawa...
Hampir satu jam lama nya menempuh perjalanan, akhirnya Louis telah tiba di villa yang berada di perbukitan, sepertinya menteri tersebut memang sengaja mendatangi tempat itu untuk menenangkan diri nya sejenak
Louis yang sudah turun dari mobil, langsung membobol pintu utama dengan alat khusus yang dia punya,
Tak lama kemudian, pintu pun berhasil terbuka, dan dengan cepat dia langsung berlari mengitari ruangan yang ada di villa tersebut,.
Tepat di ruang kerja yang berada di lantai 2 , Louis mendengar suara seorang pria yang sedang mengangkat telfon,
sepertinya dia sedang bersitegang dengan pe nelfon tersebut..
"Pak...aku benar-benar sudah tidak sanggup mengikuti permintaan dari Alexander pak... " ucap Menteri tersebut
__ADS_1
"Jangan bodoh Menteri, apa kau kira aku juga mau menuruti nya, tapi apa yang harus kita perbuat hah? kekuatan yang kita miliki kalah canggih dengan kepunyaan nya menteri, lebih baik kehilangan satu kota dari pada harus kehilangan satu negara"
Ucap Seseorang yang ada di telfon, Louis dapat mendengar pembicaraan tersebut karena menteri itu Menlodspeker pembicaraan mereka
"Tapi pak,... tidak ada salahnya jika kita mencoba, bukan kah kita memiliki para prajurit yang berkelas dan hebat"
"Kau benar Menteri, tapi jangan lupa juga jika di antara sebagian prajurit negara ini mereka adalah kelompok mafia milik Alexander, bagaimana kita bisa melawan orang yang menjadi junjungan mereka"
"Breengsek...., kenapa sangat sulit terlepas dari diri nya pak, aku... aku sungguh tidak sanggup jika harus bersikap di bawah kendali makhluk monster itu, dia sudah banyak menyuruh kita untuk membunuh warga kita sendiri pak"
"Sudah, hentikan semua keluhan mu itu pak Menteri, karena aku juga tidak mempunyai solusi apa pun, ingatlah jika Alexander memiliki bom nuklir yang bisa menghancurkan negara kita, jadi kau fikirkan itu semua" ucap orang tersebut langsung mematikan telfon nya
Membuat pak Menteri merasa kesal dan marah..
"Aaakkhh........ bajingan, keparat, benar benar tidak punya hati kalian semua,. aku benar benar menteri tidak berguna"
Jerit pria paruh baya tersebut duduk di atas lantai,
Sepertinya niat nya untuk melenyapkan Alexander dan mafia nya memang adalah tujuan yang sangat tepat,
Karena dia sungguh seperti monster yang tega menghabisi siapa pun yang tidak mau menuruti nya..
Setelah merasa jika pria tersebut mulai tenang kembali, Louis langsung berjalan pelan menuju ke araha nya...
"Ehem..... .... "
Louis berdehem dengan kencang membuat pria itu merasa terkejut, dengan cepat dia langsung menatap ke arah depan,
"Kau.....,? siapa kau...? kenapa kau bisa masuk ke vila ku? " tanya Menteri panik
"Tenanglah pak Menteri, aku tidak akan menayakiti mu dan membuat keributan, aku datang kesini untuk bernegosiasi dengan mu" jelas Louis tampa basa basi
Dengan berdiri gagah Louis mulai menatap Menteri tersebut dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Apa maksud mu anak muda...? apa yang ingin kau negosiasi kan? "
"Aku...., ingin mengajak mu untuk membunuh Alexander Guzman"
"Apa.... !!!!! "
Teriak pria paruh baya tersebut dengan terkejut, dia langsung bangkit dari duduk nya dan menatap wajah Louis dengan Intens
"Apa kau ingin mengajak ku bercanda? "
"Tidak, aku serius, jika kau mau mempercayai ku, maka aku akan membongkar jati diri ku yang sebenarnya"
"Baiklah, aku akan mempercayai mu, siapa nama mu anak muda? " tanya pria tersebut
"Louis Anderson, seorang pria yang sedang melakukan pembalasan dendam terhadap Alexander Guzman beserta para Sekutu nya"
"Benar kah nak...? " apa kau tahu siapa orang yang ingin kau balas kan dendam nya itu? dia bukan manusia Louis, tapi dia monster berwujud manusia, bahkan pemerintah di negara ini saja tunduk terhadap nya"
"Aku tau pak Menteri, dan aku juga tahu jika kau terpaksa tunduk kepada nya, karena kau tidak memiliki kekuatan untuk melawan, sekarang aku datang untuk menawarkan kerja sama, apakah kau mau? "
"Tentu saja aku mau Louis, apa yang harus aku lakukan untuk membantu mu anak muda? " tanya Pria itu penasaran
"Berikan aku prajurit yang kau percayai sebanyak mungkin, karena aku sendiri yang akan melatih mereka"
"Hanya itu...? bagaimana dengan senjata nya? "
"Tidak perlu pak Menteri, aku hanya butuh prajurit yang akan membantu ku menghabisi mafia Alexander, apakah kau mampu menyediakan nya? "
"Baiklah Louis, aku akan membantu mu dan memberikan yang kau minta"
"Bagus pak Menteri, mari sekarang kita lebih berkenalan lebih dekat....
Ajak Louis tersenyum, begitu pun dengan Menteri tersebut, seakan doa nya terkabul, dia merasa sangat bahagia...
__ADS_1