Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
Pemerintah mulai menentang Alexander


__ADS_3

Setelah mendengar laporan dari asisten Mike yang sangat membuat dirinya terkejut, Louis pun langsung mengajak mereka bertiga untuk masuk kedalam kantor...


"Ayo kita bicarakan masalah ini di ruangan ku, jangan sampai ada mata mata yang mendengar nya"


Ajak Louis menggandeng tangan Emeli dengan erat, sedangkan kedua pria tersebut mulai mengikuti langkah mereka untuk segera masuk kedalam lift...


Beberapa menit kemudian, mereka berempat sudah tiba di dalam ruangan kerja milik Louis, mereka berdua duduk di kursi tamu sambil melihat surat yang dikirimkan oleh pihak pemerintahan...


Louis tersenyum menyeringai saat membaca surat tersebut, bagaimana mereka bisa lupa jika perusahaan milik nya ini telah di legalkan oleh pemerintah sendiri, bahkan dulunya mereka sudah memasukkan perusahaan Wijaya Karya Realty untuk bergabung dengan perusahaan terhebat di negara Amerika dan Eropa,


Jika pemerintah tiba-tiba mencabut operasional perusahaan milik nya, maka pemerintah sendiri yang akan rugi dan harus membayar penalti untuk perusahaan mereka..


"Benar benar bodoh, apa mereka sengaja ingin membangkrutkan negara ini"


Ujar Louis tersenyum miring, setelah selesai membaca nya Louis langsung menatap kedua pria tersebut..


"Jangan takut Mike, kita manfaatkan ke adaan in dengan sebisa mungkin, tetap beroprasional seperti biasa nya, tidak akan ada yang berani menghentikan kita" ucap Louis yakin


"Baiklah tuan muda, jika begitu kami pamit undur diri"


"Iya, silahkan, jika ada masalah apapun langsung hubungi aku, dan kau manajer hubungi perusahaan luar negeri, adukan semua yang menteri perdagangan lakukan, agar dia mendapatkan ganjaran nya, dia sudah sangat salah dalam mengambil tindakan"


"Baik tuan muda, kami permisi"


"Hem... "


Jawab Louis singkat, dan mereka berdua langsung keluar dari ruangan tersebut, sedangkan Emeli mulai merasa tidak enak, ternyata permasalahan Louis yang di sebabkan oleh papa nya sangat lah berat..


"Kamu kenapa Emeli? mengapa menatap ku begitu? "


Tanya Louis penasaran, tanpa menjawab kini Emeli langsung memeluk tubuh Louis erat,


"Maaf Karena papa ku kamu menjadi sangat susah Louis"


"Hei... apa yang kau katakan, kau tidak perlu meminta maaf sayang, ini semua adalah resiko yang harus aku Terima karena telah melawan papa mu, apakah kamu tahu jika papa mu ternyata sangat jahat Emeli, dia telah menguasai negara ini dan berbuat tidak adil kepada orang-orang yang melawan kepada nya,, maaf... karena aku harus menumbangkan papa mu Emeli "

__ADS_1


Jelas Louis sambil mengelus rambut Emeli dengan sayang


Setelah itu, Emeli mulai melepaskan pelukkan nya dan menatap wajah Louis dengan lama


"Louis aku... tidak masalah jika kamu ingin menumbangkan kekuasaan papa karena dia memang harus segera di tumbangkan, tapi... bisa tidak jika kamu tidak menyentuh atapun menyakiti nya? " tanya Louis memohon


"Aku tidak bisa berjanji Emeli, seandainya aku mengatakan iya, bagaimana dengan para pemuda yang juga memiliki dendam yang sama seperti ku,.. aku yakin mereka sangat ingin menghabisi papa mu"


"Seperti Jessica? "


"Iya, contohnya seperti dia, kau bisa melihat bukan kilat dendam dimata nya saat mengucapkan nama Alexander, itu karena dia ingin sekali bisa menghabisi papa mu Emeli, dia ingin membalas kematian ke-dua orang tua nya.. "


"Kau benar sayang...., sepertinya aku memang harus siap jika harus kehilangan papa dan hidup sebatang kara"


Ucap Emeli sedih, Louis yang melihat nya pun langsung memegang pundak Emeli dan menatap wajah nya dengan lama


"Jangan berkata seperti itu sayang, kamu tidak lah sendiri, ada aku yang akan mendampingi kamu selama nya, aku berjanji kepada mu, sebelum papa mu di habisi oleh mereka, kita pasti sudah menikah dengan saksi papa mu sendiri"


Jelas Louis meyakinkan, Emeli tersenyum bahagia, walaupun hati nya terasa tidak ikhlas,.. tapi itulah hidup, apa yang kita tuai maka itu yang kita panen nanti nya...


***


Sedangkan dikantor pemerintahan, saat ini sedang di adakan rapat antar para menteri dah juga presiden,


Mereka para menteri pendukung Alexander mulai mengumumkan tentang pencabutan izin usaha untuk perusahaan milik Louis Anderson,


"Kami sudah mengirim surat kepada perusahaan Wijaya Karya Realty jika izin usaha mereka sudah kita cabut"


"Apa....., bagaimana bisa, apa kau lupa jika mereka sudah legal dimata hukum dan negara, bahkan dimata dunia sekali pun, bagaimana bisa kau melakukan ini semua menteri? " tanya Menteri Pertahanan


"Lalu aku harus bagaimana menurut mu hah...! kami sedang dalam desakan dan ancaman dari Alexander, kau tahu bukan jika kami tidak menuruti perintah nya maka dia akan membuat rusuh di pemerintahan"


"Iy..., itulah kebodohan kalian semua, apa kau lupa jika kita masih mempunyai prajurit dan juga rakyat yang akan selalu mendukung kita? "


"Mana mungkin mereka mau mendukung kita Menteri, sudah lah biarkan saja seperti ini"

__ADS_1


"Apa... kau bilang biarkan saja, apa kau sudah memikirkan segala konsekuensi nya? "


"Apa maksud mu? "


"Apa kau lupa jika perusahaan tersebut adalah salah satu investor terbesar dari produk mereka untuk perusahaan Eropa dan Amerika? bagaimana jika perusahaan itu tidak beroperasi dan tidak bisa mengirim barang seperti biasa nya,apa.kau tahu apa yang akan terjadi? tanya menteri keuangan


"Apa.....??


" Mereka akan meminta penalti dari pemerintah, dan mereka akan menuntut kita jika saja mereka tahu kalau kita sudah menutup dan mencabit izin tanpa kesalahan yang jelas, kau tahu jika itu terjadi, maka negara ini akan habis di olok oleh negara lain nya Menteri dan kita akan mengalami kerugian yang sangat besar," jelas Menteri Keuangan panjang lebar


Membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut mulai tegang dan diam, begitu pun dengan pak presiden yang sedarsedari tadi hanya mendengarkan perdebatan mereka


"Bagaimana menurut mu pak Presiden? " tanya Menteri Pertahanan


"Aku... benar benar bingung dan tidak dapat berfikir" ucap nya menunduk


"Baiklah, jika kau izinkan maka masalah ini akan aku dan menteri keuangan yang selesaikan, tapi kita cabut kembali surat pencabutan itu dari perusahaan milik tuan Louis Anderson"


"Lalu bagaimana dengan Alexander?"


"Kita rahasiakan ini semua,sudah saat nya kita melawan nya sedikit demi sedikit pak"


"Kau benar, aku benar-benar tertekan sekarang, menteri kau lakukan yang terbaik menurut mu, yang terpenting jangan sampai Alexander beserta mafia nya merasa curiga"


"Baik pak, kami akan melaksanakan perintah mu ini" Jawab Menteri Pertahanan tersenyum bahagia


Setelah beberapa jam, akhirnya rapat pun langsung mereka bubarkan,


Dan saat ini tinggal lah kelima menteri yang mendukung Louis yang masih berada diruang rapat tersebut, mereka bersyukur karena presiden sudah memberikan mereka kepercayaan untuk menentang Alexander


"Kita harus memberitahu kabar ini kepada Louis, agar dia tidak merasa panik saat ini, dan aku yakin dia akan senang menerima kabar jika kita sudah diberikan kepercayaan dengan Presiden"


"Kau benar, secepatnya kita harus menghancurkan Alexander, agar kita bisa bekerja tanpa tekanan dari orang jahat seperti dia"


Ucap mereka saling menatap satu sama lain, dengan keyakinan penuh mereka akan bersatu melawan Alexander....

__ADS_1


__ADS_2