
Satu jam melakukan kegiatan di dalam bathup ternyata benar-benar menguras tenaga Emeli yang memng masih baru dan belum berpengalaman,
Tapi tidak dengan Louis Anderson, pria tampan itu terlihat bertambah bugar dan berseri seri
Seakan akan dia baru saja mendapatkan vitamin untuk tubuh nya, setelah selesai memakai baju, mereka berdua memutuskan untuk keluar dari kamar guna melakukan makan siang yang sudah sangat terlambat...
Louis menggendong tubuh istri nya karena merasa kasihan dengan Emeli yang harus berjalan dengan sangat pelan...
Seperti nya pertempuran satu jam mereka masih terasa perih di bagian intim Emeli...
"Sayang, turun kan saja aku, aku sangat malu jika bertemu dengan teman mu dan juga anak buah mu"
Ucap Emeli meminta untuk turun dari gendongan Louis...
"Tidak, aku tidak akan membiarkan kamu berjalan sendiri dengan menahan rasa sakit, sudah tidak usah perdulikan mereka semua"
Jawab Devian sambil terus berjalan menuruni tangga, sesampainya di bawah, para anak buah Louis sudah berjejer dengan rapi menyambut kedatangan bos mereka...
Emeli yang merasa malu pun langsung menelusupkan wajah nya di dada bidang milik Louis...
"Kau kenapa sayang,? " tanya Louis berbisik .
Louis sengaja ingin menggoda istri nya tersebut, karena Emeli terlihat sangat menggemaskan saat merasa malu...
"Aku malu, lihat lah anak buah mu sudah berdiri menatap kita"
Jawab Emeli masih menyembunyikan wajah nya,
"Baiklah, jika begitu aku akan menyuruh mereka semua untuk berjaga di depan saja..
Sesampainya di meja makan, para pelayan langsung menyiapkan makanan yang tersedia di piring tuan dan nyonya mereka,
Emeli benar benar seperti seorang RATU saat ini, yang di layani dengan sangat sempurna...
"Sayang ayo duduk"
Ucap Louis langsung menduduk kan Emeli di kursi makan,
Emeli tersenyum bahagia melihat perhatian dari suami nya tersebut, dia benar-benar merasa sangat beruntung karena memiliki suami yang sangat mencintai nya dengan tulus
"Sayang, kau harus makan yang banyak, agar kau selalu sehat dan bertenaga"
__ADS_1
"Baiklah...., aku juga sangat lapar saat ini, oya bagaimana dengan Mark serta para sekutu nya? apakah kamu sudah berhasil mengalahkan mereka? "
Tanya Emeli penasaran
"Tentu saja sayang, jika tidak mana mungkin suami mu yang tampan ini akan pulang dan menemani istri nya makan siang, "
"Wah....., ternyata suami ku benar-benar sangat hebat, sekarang ayo kita makan, agar kamu juga bertambah kuat dan sehat"
Ajak Emeli langsung memberikan sesuap nasi ke arah mulut Louis,
Dengan semangat mereka saling menyuapi satu sama lain...
Dan ini lah yang sudah Louis rindukan sejak lama, hidup tenang dan damai dengan istri tercinta tanpa ada nya musuh yang mengincar dirinya...
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Louis pun mengajak Emeli untuk duduk di taman yang ada di samping villa...
Sesampainya di sana, mereka berdua langsung duduk di atas ayunan yang terbuat dari kain
Louis mengajak Emeli untuk naik ke atas nya dan mulai mengayunkan nya dengan pelan...
"Sayang kenapa kau tidak naik juga? " tanya Emeli memanyunkan bibir nya..
Jawab Louis sambil mengayunkan ayunan tersebut,
Emeli tersenyum dengan bahagia merasakan nikmat nya bermain ayunan..
Sungguh ini adalah pertama kalinya dia bisa menikmati saat saat seperti ini, duduk di taman dan bersantai bersama orang yang dia sayangi,
Dahulu Emeli adalah anak yang di kekang oleh papa nya, jadi dia tidak pernah merasakan indah nya hidup dengan bebas....
Setelah ayunan itu berhenti, Emeli langsung menarik tangan Louis agar masuk kedalam ayunan tersebut...
"Sayang.... kenapa kau menarik ku? "
"Tidak apa apa..., aku lebih suka seperti ini, Louis Terima kasih ya karena kamu sudah memberikan aku kebahagiaan yang tak terhingga"
"Tentu saja sayang, karena itu sudah menjadi tugas ku, aku akan memberikan kau kebahagiaan yang tidak pernah kau rasakan sebelum nya, sayang, terimakasih juga ya karena kau sudah mempertahan kan hubungan kita walaupun papa mu tidak merestui nya"
"Aku akan memilih mu suami ku, karena aku tahu mana yang terbaik untuk menjadi pendamping ku"
Setelah itu louis langsung memeluk tubuh istri nya tersebut dengan perasaan sayang yang membuncah, dan mereka mulai menikmati bahagia nya bermain ayunan....
__ADS_1
****
Sedangkan di dalam penjara bawah tanah, sat ini Albert sedang menatap Jessica dengan tatapan tajam..
Dia tersenyum mengejek membuat Jessica menjadi marah dan merasa emosi...
"Jangan menertawai ku, apakah kau senang melihat ku seperti ini? "
Tanya Jessica jengkel...
"Haha.... tentu saja aku bahagia melihat mu menderita seperti ini, aku heran dengan mu..., kenapa kau tidak berada di jalan yang lurus saja, padalhan nasib mu sudah baik dari sebelumnya bukan? "
"Cih..... baik bagaimana yang kau maksud, aku hidup berdampingan dengan putri dari pembunuh kedua orang tua ku, apakah itu adalah hidup yang lebih baik,? aku akan lebih senang jika melihat dia mati menderita"
"Wah.... ternyata kau mempunyai sifat yang sangat jelek dan jahat, sayang sekali.... seperti nya hidup mu memang sudah tidak lama lagi"
Ucap Albert mulai mengancam, sedangkan Jessica langsung tertawa terpingkal pingkak setelah mendengar perkataan dari Albert....
"Haha.... apakah kau kira aku takut mati, begitu? asal kau tahu Albert, aku berani melakukan penghianatan ini karena aku memang sudah siap untuk mati, jadi jika kau ingin membunuh ku sekarang juga, silahkan saja... aku tidak takut sama sekali"
Jessica mulai memasang wajah sombongnya, sedangkan Albert dia langsung berjalan mendekati sel dan menyilang tangan nya di atas dada...
"Hey.... kau itu, benar benar tidak bisa di ajak bicara, aku sebenarnya kasihan melihat nasib mu ini, tapi karena kau terlalu bersikap sombong, aku rasa kau memang pantas jika harus berakhir di dunia ini"
"Diam..... pergi sana jauh jauh, aku tidak perlu belas Kasihan dari siapa pun, aku benar-benar membenci kalian semua"
"Haha..., jangan emosi seperti itu Jessica, apakah kau telah melupakan adik mu Jason, kasihan sekali dia karena harus terpuruk akibat kakak tidak tahu diri seperti mu"
Deggg.....
Jessica langsung terdiam membisu setelah mendengar nama dari adik nya tersebut, ya... sudah hampir sebulan lama nya dia tidak pernah bertemu dengan adiknya kembali...
"Jason... dimana dia? kenapa aku tidak melihat dia Albert? apakah kalian telah menghukum dia juga karena penghianatan yang aku lakukan? "
Teriak Jessica mulai kembali frustasi...
"Jangan meneriaki ku wanita sial, kau cari saja adik mu sendiri jika memang kau mampu aku tidak akan menjawab pertanyaan mu ini"
Albert langsung berjalan keluar dari tahanan tersebut, meninggalkan Jessica yang berteriak karena melupakan adik nya....
"Aaakh....... kenapa aku melupakan dia, aku benar-benar bukan kakak yang baik" ucap nya menangis....
__ADS_1