
Dua Minggu sudah berlalu setelah kejadian penangkapan Alexander dan juga atas kematian Wilson yang sudah di kebumikan oleh keluarga nya,
Louis tidak pernah menyangka jika penyamaran nya untuk menggantikan Albert malah akan membawa nya kepada kemenangan..
Setelah Alexander di tangkap dan di masukkan ke dalam penjara bawah tanah, Louis langsung mengutus para mafia Tiger Fang untuk benar benar membasmi mafia Alexander yang masih tersisa, Louis tidak akan membiarkan parasit seperti mereka mempunyai kesempatan untuk tumbuh kembali...
sedangkan untuk Mark Wilson, tepat seminggu yang lalu, dia telah pergi meninggalkan negara A, Louis sangat menyayangkan atas keteledoran dari para mafia nya yang tidak bisa memantau musuh dengan baik,
Mereka terlalu menganggap remeh Diri nya sehingga Mafia Tiger Fang tidak mengetahui jika Mark telah menyusun rencana untuk kabur dari negara A..
"Sayang..... "
Emeli yang melihat kekasih nya itu sedang berdiri di atas balkon mulai berjalan mendatangi nya,
Dengan cepat Louis membalikkan tubuh nya dan menghadap ke arah diri nya..
Sudah 2 minggu berlalu dan mereka benar benar tidak mempunyai waktu walau hanya sekedar untuk bercerita, Louis terlalu sibuk dengan pembalasan dendam nya, tapi setelah ini dia berjanji akan segera menikahi Emeli secepatnya...
"Kemarilah sayang"
Ujar Louis memanggil Emeli yang sudah berjalan mendekati sang kekasih..
Dengan tersenyum manis Emeli langsung memeluk tubuh Louis sangat erat, sungguh dia benar benar merindukan pelukan yang sudah 2 minggu ini tidak dia rasakan kembali..
"Aku merindukan mu Louis"
Ucap Emeli, memeluk tubuh Louis yang kekar dengan erat, begitu pun dengan Louis dia langsung mencium pucuk Kepala Emeli dan mengelus punggung nya dengan lembut
"Aku juga sayang, maaf jika selama 2 minggu ini aku sudah mengabaikan mu"
"Tidak apa apa, aku mengerti,"
"Sayang..., apakah ada hal yang ingin kamu tanyakan? "
Tanya Louis, membuat Emeli langsung mengangguk dengan pelan, Wanita cantik itu sudah mendengar tentang kabar papa nya yang berhasil di tangkap dan di masukkan ke dalam penjara bawah tanah..
Sungguh Emeli sangat merasa terpukul dan sedih, dia benar benar tidak tega, saat mengetahui nasib papa nya yang terbilang sadis dan menyedihkan..
Tapi.. Emeli juga tidak bisa berbuat banyak, karena dia tahu jika papa nya adalah manusia yang sangat jahat dan dia harus mendapatkan ganjaran atas perbuatan nya di masa lalu...
__ADS_1
"Aku mendengar dari para penjaga, jika papa sudah tertangkap dan di kurung di penjara bawah tanah.., apakah itu benar Louis? "
Tanya Emeli memberanikan diri, kini mereka sudah melerai pelukkan itu dan saling menatap satu sama lain
Terlihat aura sedih yang mulai menghiasi wajah cantik Emeli, wanita itu menatap Louis dengan mata berkaca kaca membuat Louis tidak tega melihat nya..
"Benar Emeli, papa mu sudah aku tahan di tahanan bawah tanah, dan saat ini dia sedang terluka akibat terkena tembakan di paha kanan nya... "
Deggg........
Tes.... tes....
Air mata langsung jatuh membanjiri wajah Emeli yang putih mulus, wanita yang mempunyai sifat periang itu kini telah berubah menjadi pendiam dan penuh kesedihan..
Emeli langsung luruh ke bawah lantai dengan menutup mulut nya guna menahan tangis yang sudah ingin pecah...
"Apa ini akhir dari kehidupan papa ku Louis? "
tanya Emeli bersedih, sungguh sebagai seorang putri, dia tetap lah tidak mampu jika melihat orang tua nya hidup menderita..
Louis langsung berjongkok menenangkan Emeli, dia memeluk tubuh mungil itu dengan sayang...
"Iya..,Aku tahu Louis..., dan aku mencoba untuk menerima nya, tapi tetap saja.. hati ku sakit mendengar papa ku menjadi seperti itu, aku tidak akan meminta mu untuk mengampuni nya Louis, tapi biarkan aku menangisi papa ku.. "
"Menangis lah Emeli, agar perasaan mu bisa kembali tenang, "
"Hiks... hiks.... hiks....., maafkan papa ku Louis, aku mewakili nya"
Ucap Emeli di sela sela tangisan nya, membuat Louis langsung memeluk nya dengan erat dan mencoba menenangkan kekasih nya tersebut...
*****
Sedangkan di tahanan bawah tanah, saat ini Jason bersama mafia yang lain nya sedang berjalan memasuki tahanan tersebut...
Sesampainya di dalam, terlihat jika Alexander dia duduk di atas bangku panjang yang tersedia di dalam penjara, dengan kaki yang dia letakkan di atas nya..
Rasa sakit pada paha nya masih sangat terasa menyakitkan, walaupun luka tembak itu sudah di operasi, tapi entah mengapa masih menyiksa se akan peluru tersebut masih setia berada di dalam luka..
Jason dan mafia yang lain nya kini sudah berdiri di depan penjara tersebut, mereka langsung tertawa bahagia melihat penderitaan yang di dapat oleh sang monster pembunuh..
__ADS_1
"Haha..... bagaimana rasa nya Alexander, apakah kau menyukai tempat baru mu? "
Tanya Jason tertawa bahagia, sedangkan Alexander yang menatap para pemuda tersebut pun hanya diam tanpa menjawab...
Hati kecil nya kini mulai merasa menyesal atas apa yang dia lakukan dahulu, sungguh dia benar benar sudah pasrah jika harus mati di tangan mereka semua,
"Kenapa kau hanya Diam Alexander, dimana kesombongan yang kau miliki itu, apakah kau sudah menyerah sekarang? "
Tanya Jason mulai emosi, dengan pelan Alexander pun menjawab pertanyaan mereka..
"Maaf... jika karena aku kalian harus kehilangan kedua orang tua kalian"
Ucap Alexander dengan wajah menyesal, tapi tidak dengan para mafia yang mulai menatap dirinya dengan wajah memerah menahan amarah...
"Mudah sekali kau mengatakan itu Alexander, apa kau kira kami mau memafkan mu, dengar Baik baik perkataan ku ini, kau pasti akan mati dengan sangat mengenaskan, dan itu akan segera terjadi,"
"Aku sudah siap jika kalian ingin membunuh ku saat ini juga"
"Cuih......, enak sekali kau mengatakan nya, apakah kau kira kami akan membunuhmu dengan secepat itu, sebelum kau mati kami akan menyiksa mu terlebih dahulu Alexander sialan"
"Aku akan menerima nya"
Jawab Alexander mulai pasrah,
"Tapi... sebelum aku mati, bisakah aku meminta permohonan kepada bos kalian? "
"Jangan harap Alexander, apakah kau kira kami mau menuruti permintaan mu itu, cihh... dasar tidak tahu malu"
"Aku mohon..., katakan kepada Louis, tolong temui dimana putri ku berada, aku ingin sekali melihat diri nya sebelum kalian membunuh ku,aku mohon? "
"Oh..., jadi kau masih memiliki putri ya, kenapa kau tidak memberitahu sedari awal, agar kami dapat membunuh putri mu juga"
Jawab Jason tersenyum menyeringai, membuat Alexander langsung terkejut mendengar ucapan dari pemuda tersebut..
"Jangan, aku mohon jangan sakiti putri ku, dia tidak terlibat dengan kejahatan yang aku lakukan, aku mohon"
"Kita lihat saja nanti Alexander, karena kami tidak bisa berjanji"
"Sekarang kau nikmati lah masa masa penderitaan mu, besok kami akan kembali lagi untuk memberikan mu sedikit pelajaran"
__ADS_1
Ucap Jason dan para mafia yang lain, setelah itu mereka mulai berbalik meninggal kan penjara yang ada di bawah tanah..