Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
meminta restu Alexander


__ADS_3

"Tidak ini mustahil...... " teriak Alexander yang tak percaya


"Kenapa kau terkejut seperti itu tuan Alexander?"


Tanya Louis yang mulai berjalan mendekati ranjang yang diduduki oleh Alexander...


Pria tua itu langsung menatap ke arah Louis, dia memperhatikan wajah serta penampilan seseorang yang dahulu pernah dia kenali..


"Apa benar kau adalah Louis Anderson, mantan supir ku dahulu? "


Tanya Alexander meyakinkan dirinya, Louis langsung tersenyum menyeringai, dia memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana....


"Kenapa kau sangat tidak percaya Alexander? "


"Jawab saja pertanyaan ku ini Louis, apakah kau memang adalah Louis mantan supir ku dahulu"


Teriak Alexander menatap Louis kesal, Emeli yang melihat situasi tersebut pun mulia memegang tangan papa nya dan mencoba menenangkan nya..


"Pa..., aku mohon jangan seperti ini,"


Ucap Emeli sedih, Alexander langsung beralih menatap ke Arah sang putri, dia tahu jika selama ini putri nya benar benar sudah sangat menderita karena ulah nya sendiri...


"Maafin papa Emeli, maaf Karena papa tidak bisa mengontrol emosi papa"


"Emeli takut melihat papa berteriak, saat ini Emeli ingin memberi tahu papa semua nya, karena papa adalah orang tua Emeli, tapi Emeli mohon, papa harus bisa menerima nya"


"Baiklah, sekarang katakan semua nya nak, papa akan berusaha untuk tetap tenang"


Ucap Alexander memegang kedua bahu putri nya, Emeli mulia menatap mata Alexander dengan lama, dia sudah bertekad untuk memberitahu hubungan nya kepada Sang kekasih agar bisa mendapatkan restu..


"Pa..., aku dan Louis, kami masih menjalin hubungan seperti dulu.. dan sebenarnya selama ini.., aku telah tinggal di kediaman Louis untuk menghindari pencarian yang papa lakukan"


"Apa.....!!!, jadi selama ini kau telah bersembunyi di kediaman Bajingan itu Emeli..., apa yang ada difikiran mu sebenarnya hah...! kenapa kau tinggal satu rumah dengan pria seperti dia? "

__ADS_1


Tanya Alexander dengan wajah terkejut, sedangkan Louis langsung tersenyum miring menahan rasa kesal di dalam dada nya..


"Papa....,Louis bukan pria Bajingan seperti yang papa ucapkan, walaupun kami tinggal satu rumah, tapi dia selalu menghormati ku, "


"Tuan Alexander, anda tidak perlu khawatir dengan kesucian putri anda, karena sampai detik ini, aku masih bisa menahan nafsu ku, tapi.... Untuk kedepan nya aku tidak bisa memastikan, maka dari itu, kedatangan ku kemari karena aku ingin meminta restu kepada mu, seminggu lagi aku akan menikahi Emeli"


Jelas Louis dengan tegas, membuat kedua orang yang ada di depan nya langsung terkejut dan membulatkan mata mereka...


Emeli, tidak menyangka, jika kekasih nya benar benar akan meminta restu kepada sang papa, dan mengajak nya segera ke jenjang pernikahan..


"Louis apakah kamu.....


" Benar Emeli, aku sudah merencanakan nya sejak awal, makan nya aku mau mengajak mu untuk bertemu dengan papa mu, karena aku ingin meminta restu dari diri nya"


Jawab Louis menatap ke arah Emeli, terlihat guratan senyum di bibir Emeli yang merah delima, menambah aura kecantikan yang ada pada dirinya...


"Apakah kau melamar ku saat ini Louis? "


Tanya Emeli mulai meneteskan air mata


"Jangan menangis sayang, aku tidak suka melihat mu mengeluarkan satu tetes air mata pun"


Ucap Louis menyeka air mata di pipi mulus Emeli..


"Aku... hanya terharu Louis, apakah benar jika kau sedang melamar ku saat ini? "


"Iya.., aku melamar mu di depan orang tuan mu Emeli, maaf jika terlihat tidak romantis, tapi aku berjanji akan membuat pesta pernikahan kita dengan sangat meriah"


"Wah....., aku mau Louis,terimakasih Sayang"


Jawab Emeli bahagia, dia langsung memeluk tubuh Louis dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Louis.


Sedangkan Di balik tubuh Emeli, saat ini Alexander menatap ke arah putri nya dengan tersenyum kecut..

__ADS_1


Sungguh dia merasa sangat malu kepada dirinya sendiri, karena dari dahulu sampai saat ini, dia belum bisa memberikan kebahagiaan untuk putri nya,


Louis tersenyum lucu melihat ekspresi yang ada pada wajah Alexander, sebenci benci dirinya, tetap saja Louis harus berlaku baik agar bisa mendapatkan restu dari dirinya..


Setelah melerai pelukkan nya, Emeli langsung membalik kan tubuh nya ke arah samping menatap sang papa..


"Pa..., apakah papa merestui niat baik kami ini..? aku harap papa mau memberikan ku kebahagian pa"


Ucap Emeli memohon...


Dengan berat hati, Alexander terpaksa harus memberikan restu untuk putri nya, karena dia juga tidak tahu akan seperti apa nasib nya kedepan nya nanti..


"Louis, jujur sampai saat ini hati ku masih sangat tidak menyukai mu, dan aku merasa keberatan jika harus memberikan putri ku kepada mu..tapi..., aku juga tidak bisa menjaga nya, jadi aku akan mempercayakan dia dengan mu, aku harap kau selalu membahagiakan nya dan mencintai nya sepenuh hati, jangan sangkut pautkan dendam mu kepada dirinya.. kau hanya boleh membalas kan nya kepada ku, bukan kepada putri ku"


Kata Alexander dengan tatapan tegas, Louis langsung berdiri kembali, dia menatap Alexander dengan tatapan tak kalah menyeramkan..


"Kau bisa mempercayai ku Alexander, karena aku bukan lah pecundang seperti dirimu..., dendam ku hanya kepada mu, bukan kepada putri mu, jadi kau jangan takut jika aku akan melukai putri mu"


"Baiklah.... aku akan pegang perkataan mu itu Louis, dan soal harta ku yang telah kau rebut secara paksa, aku akan memberikan nya kepada Emeli..., dan jika kalian mempunyai anak nanti, aku akan memberikan nya untuk cucu ku kelak... tolong jaga putri ku dan juga calon cucu ku nanti, Karena aku tidak tahu sampai kapan aku akan tetapi hidup... "


"Tentu saja, aku pasti akan menjaga mereka"


Jawab Louis sambil memegang tangan Emeli,


Sedangkan Emeli langsung menatap ke arah wajah Alexander..


"Papa..., maaf jika Emeli tidak bisa menyelamatkan papa, Emeli harap papa baik baik saja di sini"


"Jangan menangis sayang, kamu tidak bersalah atas ke adaan papa saat ini, karena ini adalah hukuman untuk perbuatan papa di masa lalu, pesan papa jadi lah istri yang baik, jika Tuhan berkenan maka papa akan menjadi wali mu di pernikahan nanti"


"Benarkah pa... terimakasih papa.. "


Emeli langsung memeluk sang papa dengan sangat erat, sedangkan Louis hanya menatap mereka dengan hati yang mulai lega...

__ADS_1


"Setelah pernikahan ku selesai, aku akan menyerah kan diri mu kepada para mafia yang memiliki dendam kepada mu Alexander, maaf jika aku telah tega, tapi inilah hukum kehidupan, apa yang kau tuai, itulah yang akan kau tanam.... " gumam Louis


__ADS_2