
Tepat pukul 12.00 siang, Emeli bersama Jessica sudah tiba di dalam mall termewah yang ada di negara A,
Bagai peliharaan yang keluar dari kandang nya, itu lah yang Emeli lakukan, dia sangat bahagia sampai berlari lari di dalam mall Dengan sangat senang, membuat Jessica yang melihat tingkah nona nya itu pun mulai merasa heran
"Jesi.., ayo kita kesana, cepat kejar aku, lihat lah aku bebas saat ini"
Ujar Emeli tanpa sadar, dengan cepat Jessica langsung berlari ke arah Emeli, dan mereka mulai melangkah ke gerai yang menjual banyak pakaian mahal dan mewah..
Sungguh, Emeli benar benar merindukan situasi seperti ini, sudah hampir setengah tahun bersembunyi, membuat Emeli harus melupakan gaya hidup nya yang senang berbelanja...
"Jesi, kau pilih lah mana yang kau suka, ambil saja jangan sungkan,"
"Tapi nona? "
"Jangan menolak Jesi, ini adalah perintah, aku akan membeli banyak barang hari ini, jadi kau juga harus melakukan nya, tenang saja, aku akan membayar nya"
"Baiklah nona" Jawab Jessica menurut,
Setelah puas memilih pakaian, mereka mulai menuju ke gerai yang menjual tas dan juga sepatu, Emeli benar benar membalas dendam karena sudah lama tidak pergi shopping dan berbelanja..
"Wah..., rasa nya aku ingin membeli semua nya"
Ujar Emeli..
"Belilah jika anda menginginkan nya nona, bukan kah tuan Louis sangat lah kaya"
"Kau benar Jesi, tapi aku tidak mau memanfaatkan kekasih ku itu, "
"Oh.., memang nya sebelum ini nona tidak pernah keluar dari villa dan pergi berbelanja? "
"Tidak pernah, sudah hampir setengah tahun aku bersembunyi di dalam villa, bahkan aku rela tidak keluar apa lagi shoping"
Ujar Emeli tanpa sadar, membuat Jessica langsung terkejut dengan apa yang Emeli katakan barusan..
"Kenapa nona seperti orang tahanan saja, apakah tuan Louis melarang anda nona? "
"Bukan.., bukan itu sebab nya, aku tidak mau keluar rumah karena ke inginkan ku sendiri, karena aku sedang kabur dari pencarian papa..., dan aku takut tertangkap jika harus keluar rumah, aku tidak mau jika harus berpisah kembali dengan Louis, makan nya aku rela berkorban demi bisa bersama Louis"
Jawab Emeli berwajah sedih, sedangkan Jessica langsung bertanya tanya dengan apa yang sebenarnya Emeli alami..
__ADS_1
"Siapa sebenarnya nona Emeli, kenapa juga dia melarikan diri dari papa nya sendiri, dan seperti nya hubungan diri nya bersama tuan Louis tidak mendapat kan restu, seperti nya aku semakin penasaran dengan nona Emeli"
Setelah berbelanja kesana kemari, akhirnya mereka mencoba untuk mengistirahatkan kaki mereka dengan duduk di sebuah cafe yang ada di dalam mall tersebut..
Saat ini, mereka sedang makan dengan sangat lahap, Emeli menyantap makanan yang sudah lama tidak pernah dia beli kembali...
Dan Jessica yang memperhatikan nona nya itu pun hanya tersenyum tipis..
"Jesi, kau makan lah yang banyak, jika kau masih kurang kau bisa memesan nya lagi" ujar Emeli
"Terimakasih nona atas tawaran nya, oya nona apakah nona tidak ingin pulang kerumah nona, jika nona merindukan ibu nona maka saya akan menemani anda untuk mengunjungi nya..."
Emeli langsung menghentikan acara makan nya, setelah mendengar perkataan dari Jessica, Emeli baru ingat jika selama dia bersembunyi, dia sudah tidak pernah mengunjungi makam mama nya kembali...
"Kau benar Jessica, kenapa aku bisa melupakan nya, Baik lah setelah ini kita akan pergi menjenguk mama ku"
"Benarkah nona...!
" Iya.., aku juga sangat merindukan diri nya, "
Setelah itu Emeli langsung memanggil salah satu pengawal yang sedari tadi mengikuti mereka,
Perintah Emeli kepada para pengawal yang di utus oleh Louis...
"Anda mau pergi kemana nona, tahukah anda jika ke adaan masih berbahaya saat ini"
Kata salah satu pengawal tersebut, Emeli langsung menatap pria berbadan kekar itu dengan wajah kesal..
"Aku tahu..., tapi aku sangat ingin pergi ketempat itu, kau... bukan kah tugas mu untuk menjaga ku, jadi untuk apa khawatir"
Sindir Emeli kepada sang pengawal, membuat pengawal tersebut langsung mengikuti kemauan Emeli...
Saat ini mereka berempat sudah berada di dalam mobil, Emeli yang memang sudah mau menerima Jessica, saat ini dia merasa nyaman dan senang karena memiliki satu orang teman wanita yang terlihat baik dan juga pengertian...
Emeli tidak segan segan untuk bersikap manja kepada wanita itu, ya mungkin karena Emeli terlahir menjadi anak semata Wayang, jadi setelah mempunyai teman yang nyaman untuk nya, dia pun langsung bersikap layak nya seperti saudara..
"Nona.., apakah masih jauh tempat tinggal ibu nona? " tanya Jessica penasaran
"Tidak terlalu jauh kok, sebentar lagi kita sampai" Jawab Emeli bahagia..
__ADS_1
Tak lama kemudian, mobil mereka telah berhenti di tempat berkumpul nya pemakaman para keluarga kaya,
Jessica menatap terkejut, saat melihat ke arah tempat yang mereka kunjungi, bukan kah ini kuburan,kenapa Emeli membawa nya ke tempat ini..
"Nona.., ini...? "
"Iya.., ini lah rumah mama ku Jesi, dia berada disana, bersama dengan yang lain nya, " ujar Emeli menunjuk ke arah kuburan yang berjejer rapi..
Dengan cepat, Emeli langsung turun meninggal Jessica yang masih diam mematung, sedangkan dua pengawal tersebut telah berlari mengikuti Emeli...
"Hallo mama, maaf ya jika Emeli baru menjenguk mama lagi, maaf karena Emeli tidak bisa menjaga keluarga kita ma, terutama papa" ucap Emeli menangis...
Dia meluapkan apa pun yang dia pendam selama ini, sampai akhirnya salah satu pengawal yang berjaga mulai menyadarkan Emeli...
"Nona.., kenapa anda membawa Jessica untuk ikut ketempat ini,apakah nona lupa jika dia memiliki dendam kesumat kepada orang tua nona"
Jelas pengawal itu mengingat kan yang membuat Emeli langsung diam membeku..
"Ya Tuhan..., kenapa aku lupa.. "
Ujar Emeli menatap dua pengawal tersebut,
"Nona, sangat tidak baik jika sampai Jessica mengetahui siapa nona sebenarnya, kita tidak pernah tahu hati seseorang nona"
"Kau benar..., kenapa aku jadi ceroboh begini, ya sudah sekarang ayo kita pergi sebelum dia datang menyusul ku"
Ajak Emeli dengan panik, sedangkan Jessica saat ini dia sudah hampir tiba di pemakaman milik ibu Emeli..
"Kau mau pergi kemana, bukan kah kau belum sempat mengirimkan doa untuk ibu mu? "
"Sudah,, aku sudah mengirim nya, sekarang ayo kita pergi sekarang, karena perut ku terasa tidak enak" ucap Emeli berbohong..
Jessica langsung melirik ke arah batu nisan yang telah di tutupi oleh tubuh pengawal, mereka sengaja melakukan itu semua agar wanita tersebut tidak dapat membaca nama di ujung batu nisan tersebut..
"Ayo Jessica, aku sudah tidak tahan"
Ajak Emeli membuat tubuh Jessica berbalik untuk kembali keluar dari pemakaman..
Setelah itu mereka mulai berjalan beriringan menuju ke dalam mobil...
__ADS_1
".dasar Emeli ceroboh, bagaimana bisa aku lupa jika Jessica sangat lah membenci keluarga ku, seperti nya mulai saat ini aku harus berhati-hati lagi, "