
Saat ini, telah terjadi perang Dingin di antara dua kubu yang sama sama mempunyai kehebatan dan kekuasaan,
Louis duduk di kursi dengan sangat gagah serta terlihat santai, di belakang nya telah berdiri Asisten Mike, Jason dan juga Albert yang kini tidak lagi mengenakan penutup wajah..
Didepan Kursi yang Louis duduki, yang dipisahkan oleh meja yang ada di tengah nya, kini telah duduk pria paruh baya serta pria muda yang berada di samping nya
Alexander Guzman dan juga Mark Wilson, sama sama menatap sinis ke arah Louis Anderson, sang musuh bebuyutan,
Beberapa jam setelah menyelesaikan misi, Louis langsung mendapatkan telfon dari Asisten Mike jika para musuh nya mengajak bertemu diri nya di cafe yang sangat rahasia dan tertutup oleh publik,
Louis yang merasa mendapatkan kesempatan untuk mengajak Alexander berdamai dengan berbagai syarat yang sudah dia rancang pun mulai tersenyum bahagia..
Hingga terjadilah pertemuan seperti saat ini, Louis yang di tatap oleh kedua orang berbeda generasi itu pun mulai tersenyum miring...
"Jangan menatap ku seperti itu, tuan Alexander, anda membuat ku ingin tertawa"
Ujar Louis tersenyum mengejek.. membuat ke-dua orang tersebut langsung naik pitam dan tersulut emosi...
"Apa kau sedang meremehkan ku Louis..? " tanya Alexander menatap intens
"Tentu saja tidak tuan Alexander, aku hanya menebak nya saja tadi, kali saja kau ingin mengatakan sesuatu kepada"
"Heh..., sepertinya kau lupa siapa diri ku y Louis Anderson, sekarang aku langsung to the point dengan mu, sebenarnya apa niat mu mengganggu kekuasaan ku hah? " tanya Alexander menatap Louis tajam..
Membuat Louis kembali tertawa kecil sambil menaikkan sebelah kaki nya di atas paha milik nya,
Alexander melihat tidak suka ke arah Louis, Sepertinya pria bau kencur itu benar benar telah menantang diri nya, Sedangkan Mark langsung memasang ekspresi menahan emosi..
"Seperti yang Anda tahu tuan Alexander, aku ingin melakukan perdamaian dengan kalian berdua,"
"Cih...... berani sekali kau meminta hal itu kepada kami Louis, memang nya kau kira kau itu siapa hah! "
"Tentu saja aku adalah penerus mu Alexander, aku yang akan meneruskan kehebatan dan kekuasaan mu dalam memimpin para mafia kembali ke jalan nya yang benar, dan aku juga yang akan membantu pemerintah untuk melindungi negara dan juga para rakyat nya dari tindakan kejahatan dan ketidak adilan seperti saat ini, " jawab Louis dengan lantang...
"Apa maksud perkataan mu brengsek! " teriak Alexander menggebrak meja...
__ADS_1
Brakk... ....
Suasana semakin berubah dingin dan mencekam, Albert yang berada di belakang tubuh Louis kini mulai merasa dilema, tanpa yang lain tahu, jika Mark selalu bos nya telah memberi isyarat melalui mata untuk menghabisi Louis dari belakang...
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa aku tidak bisa membunuh pria yang ada di depan ku ini, bukan kah sebelum nya aku sangat bersemangat dan menggebu-gebu,kenapa aku ini, aku seperti dilema" ujar Albert di dalam hati..
"Hahahh..........., kenapa anda marah marah tuan Alexander, ingat lah umur anda saat ini, aku takut jika anda terkena serangan jantung mendadak" ujar Louis tersenyum lucu...
Membuat Albert dan kedua pria tersebut, mulai menatap ke arah Louis dengan perasaan terkejut dan marah...
"Kau benar benar sudah merendah kan harga diri ku Louis Anderson, kau dengar baik baik perkataan ku ini, sampai mati pun aku Alexander Guzman tidak akan tunduk kepada siapa pun, bahkan pemerintah sekali pun harus patuh kepada ku, apalagi kau yang hanya anak kemarin sore, jika perlu aku akan menghabisi mu saat ini juga, dan meratakan seluruh anggota mu hingga habis tak tersisa, aku sudah terbiasa membunuh orang Louis, jadi kau telah salah karena memilih ku untuk bermain main...
Deggg........
Alexander langsung mengambil senjata nya dan menodong kan nya ke arah kepala Louis Anderson, dia sudah berdiri dengan tegal dan tersenyum menyeringai.
Begitu pun dengan Mark Wilson, yang ikut menodong kan senjata tepat di jantung Louis,
Membuat ketiga orang yang berada di belakang Louis duduk merasa terkejut dan dengan spontan mereka juga ikut menodong kan senjata ke arah Alexander dan Mark...
"Cih...., benar benar anak buah bodoh, apa kau kira kau bisa melawan ku hah..!" teriak Alexander marah
Tak lama kemudian, terdengar suara kokangan senjata yang di tekan oleh Alexander, seperti nya pria paruh baya itu adalah orang yang sangat sadis,
Tanpa Jason dan Asisten Mike sadari, jika ternyata Albert telah mengarahkan senjata milik nya ke punggung Louis,
Dia mendekatkan tubuh nya dan menodong senjata itu dari bawah, Louis langsung terkejut saat merasakan ada sesuatu benda yang menyentuh diri nya, dan dia mulai tersenyum menyeringai..
"Apa kau ingin membunuh ku secara diam-diam Albert? " tanya Louis berbisik
"Iya, kau adalah musuh bos ku, maka aku akan membunuh mu Louis"
"Ck... ck.. ck... ternyata kau belum mengerti juga ya, apa perlu aku mengatakan semua tentang diri ku sebenarnya, dasar Albert sialan, kau benar benar lambat dan bodoh"
Ucap Louis merasa kesal,
__ADS_1
"Jangan banyak omong, sekarang ayo bangun, kita lakukan trik selanjutnya" ucap Albert menekan senjata tersebut di tubuh Louis..
Dengan terpaksa Louis ikut berdiri dari duduk nya, Albert memegang kedua tangan Louis ke arah belakang, dan mulai berjalan menjauhi kursi dan meja yang ada di depan nya..
Membuat ke empat pria yang saling menodong itu kini melihat ke arah mereka berdua....
"Bos...... " teriak Jason dan Asisten Mike bersamaan...
Dengan cepat Louis memberikan Isyarat mengunakan mata nya agar tetap tenang dan tidak panik, sedangkan Alexander dan Mark langsung tertawa terbahak-bahak melihat kepintaran dari utusan mereka...
"Hahha....., bagus Albert, kau benar benar pintar dalam bertindak, ayo cepat bawa dia ke arah ku Albert, kenapa kau malah menjauhkan nya" ucap Mark berteriak..
"Mampus kau Louis Anderson, aku rasa kepandaian mu itu tidak ada guna nya dengan ku, lihatlah saat ini, kau benar benar layu seperti sayuran busuk, hahah... "
Mereka berdua mulai menurunkan senjata dan berjalan ke arah Louis yang masih di pegang oleh Albert, tanpa mereka berdua tahu, jika saat ini, Albert sudah memberikan senjata milik nya ke tangan Kanan Louis yang dia pegang di balik tubuh pria itu, sedangkan Albert gantian mengambil senjata api yang terselip di belakang tubuh Louis...
"Sekarang.... " ucap Albert memberi aba aba...
Dengan cepat, Albert melepaskan tangan nya dan mulai menodong kan senjata ke arah Alexander dan juga Mark Wilson, begitu pun dengan Louis, dia langsung mengarahkan senjata yang dia pegang ke arah musuh bebuyutan nya..
"Albert.. apa yang kau lakukan penghianat! " teriak Mark terkejut..
Tanpa menunggu lama, Louis langsung menekan senjata tersebut hingga melesat di samping tubuh mereka,
Dorr....
Terkejut, itulah yang Alexander dan Mark rasakan, tanpa menunggu lama mereka mulai melakukan penyerangan, dan dengan cepat, Louis kembali menumpahkan peluru panas nya ke arah tubuh Mark Wilson.
Dorr......
Dorr.....
Dorr r....
Kedua orang tersebut langsung jatuh ke lantai, dengan suara jeritan yang memilukan...
__ADS_1