
Saat ini Louis masih terkejut dengan apa yang baru saja dia lihat, penyusup itu, hanya membuka penutup wajah nya selama 5 menit, tapi keterkejutan Louis masih berlangsung hingga saat ini,
Dia masih menatap layar CCTV tersebut, yang menampakkan kegiatan sang penyusup yang sudah berbaring di atas ranjang tingkat tersebut,
Tadi dia sempat berganti baju dan membuka penutup wajah yang dia gunakan, dan saat itu lah Louis menatap wajah sang penyusup yang sangat mirip dengan wajah seseorang yang dia kenal..
"Apa... apa aku salah melihat.., tapi, dia benar-benar mirip dengan sahabat ku Albert"
Gumam Louis pelan,tanpa sadar Louis telah melupakan panggilan seorang wanita yang terus memanggil manggil nama nya hingga beberapa kali...
"Louis Anderson.... !! "
Teriak Emeli yang merasa kesal karena tidak di gubris oleh sang kekasih,
"Ya Tuhan, aku melupakan Emeli"
Ucap Louis terkejut, dia langsung mengambil handphone yang tidak sengaja telah dia letakkan di atas meja, terlihat jika telfon itu masih terhubung dengan nomor seseorang,
"Sayang..., apakah kau masih disana? " tanya Louis pelan
"Tentu saja.., apa kau kira aku akan meninggalkan mu tidur begitu saja! Louis kenapa kau membuat ku menunggu seperti ini? " tanya Emeli yang masih kesal
"Maaf, aku tadi sedang mengecek sesuatu, jadi membuat ku tidak fokus sayang"
"Louis, aku rasa saat ini kau sedang kelelahan, sekarang istirahat lah dan segera tidur, " ucap Emeli menyarankan
"Baiklah, terimakasih sayang, karena kau telah memperhatikan ku, oya besok aku akan bertemu dengan papa mu untuk yang pertama kali nya, sejak wajah ku telah berubah, apakah kau ingin menitipkan sesuatu? " tanya Louis menggoda
"Benarkah...!!! Louis aku mohon, jika bertemu papa, tolong jangan sakiti dia, lebih baik kau sakiti saja Mark Wilson yang sok ke gantengan itu, agar aku tidak di jodohkan lagi dengan nya, Louis aku... aku ingin mengatakan sesuatu untuk nya, " aku merindukan papa ku, tapi aku juga takut bertemu dengan nya" emm..... tapi jangan katakan kepada nya ya, semoga kalian bisa berdamai Louis" ucap Emeli sedih
Bagaimana pun hati seorang anak, tetap saja dia menyayangi dan mengkhawatirkan ayah nya sendiri, dan berharap jika pria yang dia cintai bisa saling berdamai dengan sang ayah,
"Emeli, aku tidak bisa berjanji soal berdamai,karena keputusan ada di tangan papa mu sayang, jika saja papa mu masih ingin mengibarkan bendera, perang untuk ku, maka dengan berat hati aku akan menerima tantangan nya itu sayang"
Jawab Louis lembut, dari hati yang paling dalam, sebenarnya dia pun tidak tega jika harus menyakiti pria yang paling kekasih nya sayangi, tapi tetap saja kejahatan harus segera dia lengserkan dan berantas, apa pun caranya...
__ADS_1
"Baik lah, aku mengerti, jika begitu, ayo kita tidur sayang, ini sudah terlalu larut"
Ucap Emeli menahan tangis, Louis langsung mencium Emeli melalui handphone milik nya, dan dia menguckan kata sayang di akhir panggilan,
Setelah itu, baru lah telfon tersebut terputus, saat ini Emeli mulai meluapkan kesedihan nya, dia berdiri di depan jendela kaca yang ada dikamar milik nya,
Menyibak gorden dan menatap ke arah luar jendela, Tanpa terasa Emeli mulai meneteskan air mata nya, dan bergumam dengan kecil...
"Papa..., aku berdoa agar engkau mau memilih jalan terbaik saat ini, tapi jika kau masih memilih jalan terbalik, maka aku benar-benar tidak dapat menyelamatkan mu papa"
Ucap Emeli berbisik, tanpa dia sadari jika seseorang yang sedang tidur di ranjang milik nya saat ini, ternyata masih terjaga dan mendengarkan semua pembicaraan yang Emeli ucapkan...
"*Apa maksud perkataan nona Emeli tadi, kenapa dia sangat takut jika tuan Louis menghabisi papa nya? memang nya siapa papa nya nona Emeli, sehingga Louis wajib membasmi nya"
Ucap Jessica bertanya tanya di dalam hati",
Dan saat Emeli ingin berbalik, Jessica pun langsung memejamkan mata nya kembali, Untuk berpura-pura tidur, sedangkan Emeli dia sudah terlihat tenang dan naik ke atas ranjang..
Deggg........
"Dia...., kenapa aku bisa lupa jika dia sedang berada di kamar ku, bagaimana jika dia mendengar semua pembicaraan ku bersama Louis, sepertinya aku harus mengecek nya"
Gumam Emeli, langsung naik ke atas ranjang, mendekatkan diri nya disamping tubuh Jessica,
Tak lama kemudian, Emeli mulai memeriksa Jessica yang tampak sudah tertidur dengan lelap
"Syukur lah, sepertinya dia tidak mendengar semua pembicaraan ku barusan"
Ujar Emeli langsung berbaring di samping tubuh Jessica,
*****
Tidak terasa pagi pun telah menyapa begitu cepat, Louis yang baru beberapa jam tertidur itu pun kini harus segera bangun karena suara sistem yang mulai datang memanggil,
Sambil mengucek mata nya, Louis mencoba duduk di atas ranjang dan menjawab panggilan sistem yang telah menganggu tidur pagi nya...
__ADS_1
( Selamat pagi tuan rumah,)
"Pagi sistem, kenapa kau selalu mengganggu tidur ku, apakah kau tidak tahu jika aku baru saja tidur 2 jam yang lalu" ujar Louis kesal
(Tuan rumah memiliki misi yang harus segera tuan rumah selesai kan, bangkit lah dan segera mencuci muka tuan rumah, )
"Misi apa yang ingin kau berikan Sistem? kenapa sangat mendadak sekali? " tanya Louis heran
( Tuan rumah harus menambah kan poin yang sudah anda tukarkan,dan misi ini bernilai 10 poin, tuan rumah harus berlari sekitar 42 ribu meter selama satu jam)
"Apa.....!!!, kenapa jauh sekali sistem? "
( Itu adalah misi nya tuan rumah, segera laksanakan atau anda akan mendapatkan hukuman lebih dari misi tersebut)
"Jangan..., baiklah aku akan melakukan nya,"
Ucap Louis langsung membuka celana kantor dan juga baju kemeja yang masih dia kenakan sedari semalam
Kini Louis hanya memakai celana boxer hitam dan juga baju kaos hitam, dan dengan cepat, Louis langsung berlari keluar dari kamar milik nya,
Sesampainya di bawah, Louis berlari dengan kencang untuk menyelesaikan misi nya, dia mengabaikan para mafia yang berjaga dan menyapa nya dengan hormat...
"Ayo.. kamu pasti bisa Louis " Gumam Louis menyemangati,
Kini dia sudah berada di luar perkarangan markas, para mafia yang melihat bos nya keluar dari Gerbang pun langsung berlari mengikuti langkah Louis,
"Ada apa dengan bos besar? kenapa dia berlari dengan sangat kencang? " tanya mereka heran..
Albert yang kebetulan melihat Louis berlari ke arah luar markas pun mulai mengikutinya di belakang para mafia yang sedang mengejar Louis,
"Aku ikut ya" ucap Albert kepada mafia yang lain nya,
"Iya, kita harus menjaga keselamatan bos besar" Jawab salah satu mafia..
Albert sedikit tersenyum, setelah mendapatkan izin dari para mafia, berdoa di dalam hati, agar mendapatkan kesempatan untuk melumpuhkan incaran nya...
__ADS_1