Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
Mark menantang Louis


__ADS_3

Serangan terus diberikan antara satu sama lain, tapi tetap saja anak buah milik Mark kalah jumlah dengan mafia milik Louis, mereka masih saling menembak di balik persembunyian masing-masing membuat kerusakan yang tidak dapat terhindarkan lagi


Louis yang melihat mafia nya terus diserang langsung berlari mendatangi musuh dari belakang, dia menembak anak buah Mark tepat di punggung belakang nya..


Doorrr........


"Aakhh.......... "


Terdengar suara jeritan dari musuh yang terkena tembakkan Louis,


Peluru itu menembus sampai dada depan nya hingga memuncrat kan darah dari tubuh musuh tersebut, dan langsung ambruk ke atas lantai


Brukkkk........


Satu persatu anak buah Mark sudah roboh di habisi Louis dan mafia milik nya, dan mereka mulai kembali berkumpul untuk menuju ke arah depan ruangan kantor,


Saat tiba disana, terlihat jika Mark sedang menembaki para mafia yang mulai mendekati nya, Louis yang merasa geram pun langsung mengarah kan senjata api nya ke arah Mark berdiri


Doorrrr................


Brakkk.........


Dengan sekali tembakan, senjata yang di pegang oleh Mark langsung jatuh ke atas lantai ,membuat Mark merasa sangat terkejut, dia langsung mengarah kan pandangan nya ke sekitar ruangan,


"Kau....... "


teriak Mark saat melihat Louis dan mafia nya sudah berdiri menatap Mark tajam


"Bagaimana bisa kau masih hidup, bukan kah di dalam ruangan itu anak buah ku.....


" Apa...., pasti kau mengira jika aku dan para karyawan ku sudah habis di bunuh oleh anak buah mu kan? "


Kata Louis menyangkal perkataan Mark, dia tersenyum sinis menatap Mark dengan tatapan mengejek, membuat Mark kembali meradang dan marah


"Bangsat......, tidak mungkin para karyawan mu bisa memiliki dan menggunakan senjata api, kau pasti menipu ku Louis sialan... "


"Hahaha.....jangan seperti anak kecil Mark, kita ini bukan sedang bermain, tapi kita sedang berperang, jadi jika aku menipu mu saat ini, itu adalah hal yang sah dilakukan, kau saja yang terlalu bodoh, sekarang lihat lah di belakang mu Mark, kau sudah kalah....., karena kau sudah sendirian saat ini"

__ADS_1


Jelas Louis menertawakan Mark Wilson dengan lucu, membuat Mark semakin marah dan juga panik..


Apa benar yang dikatakan oleh musuh nya jika dia sudah kalah, benar benar memalukan, bagaimana bisa seorang Mark Wilson putra penguasa kedua di negara A bisa kalah strategi dengan pria yang bukan siapa siapa..


Mark mencoba untuk tetap tenang, dia berharap agar anak buah susulan yang dia perintah kan akan segera tiba dan membantu dirinya


"Kenapa kau diam Mark, sepertinya kau sudah kalah telak dengan ku, sekarang serahkan dirimu,berlutut memohon dan aku akan mengampuni mu Mark" Kata Louis menatap wajah Mark intens


"Jangan mimpi Louis, sampai mati pun aku tidak akan menyerah dengan mu,walaupun aku sendiri aku masih bisa melawan mu, jika kau berani ayo kita duel satu lawan satu, aku akan mematahkan leher mu itu"


Tantang Mark menatap Louis tajam, dia berfikir dengan begitu pasti akan sedikit mengulur waktu, lagian dia sangat yakin jika Louis tidak bisa ilmu bela diri...


Louis mulai tersenyum menyeringai mendengar tantangan dari rival nya tersebut, dengan perlahan dia melangkah maju beberapa langkah dan langsung melepaskan beberapa senjata yang terdapat di saku celana dan baju nya...


Dia memberikan senjata tersebut kepada anak buah yang berada di belakang tubuh nya dan kembali berbalik menatap Mark dengan tatapan tak kalah tajam


"Aku Terima tantangan mu Mark Wilson, mari kita bertarung tanpa menggunakan senjata apapun, " ajak Louis tersenyum menyeringai


Brakkk........


Mark langsung membuang senjata api yang dia pegang tadi ke bawah lantai,


"Ayo kita mulai Louis, jangan menangis jika kau merasakan sakit dari tendang yang akan aku berikan, " ejek Mark


"Baiklah, kita buktikan siapa yang akan memohon ampun nanti nya"


Louis dan Mark mulai mengambil ancang ancang, dan detik berikut nya mereka sudah saling menyerang satu sama lain


"Hiaaatttt.......... "


Teriak mereka berdua menggema di ruangan kantor tersebut, Mark dengan lihai mulai menendang dan melancarkan aksi nya ke tubuh Louis,


Dan Louis membiarkan Mark melakukan itu, terlihat Jika Mark terus tersenyum mengejek, dia merasa senang karena mengetahui jika rival nya tersebut tidak pintar menghindari pukulan..


Bukk..... buk... buk......


Mark terus memukul Tubuh Louis membabi buta, walau terasa sangat sakit pada tangan nya, tapi dia tetap melakukan nya, dan terakhir dia mulai mengepalkan sebelah tangan nya meninju wajah Louis yang masih tampak bersih..

__ADS_1


Bukkkk.....


Brakkkkk...


"Akhh....... " jerit Louis


Louis jatuh tersungkur di atas lantai, sepertinya wajah nya tidak memiliki kekuatan yang sama seperti tubuh nya, darah mulai mengalir di sudut bibir Louis dan dia mulai menyeka nya menggunakan tangan


"Bajingan...., berani sekali kau menyerang wajah ku Mark" teriak Louis marah


Dia langsung bangkit dan berlari menerjang tubuh Mark dengan kuat, menyebabkan Mark gantian jatuh tersungkur,


"Bangsat kau Louis" teriak Mark marah


Louis langsung berdiri dan berjongkok tepat di atas tubuh Mark, dan dengan cepat dia memberikan tunjangan dan bogem mentah ke wajah Mark yang putih mulus


Buk...bukk... buk.....


"Akkkhhhh......, teriak Mark menahan sakit


Darah segar sudah keluar dari pipi dan bibir Mark, pelipis mata nya pun mulai sedikit pecah, pukulan yang Louis berikan terasa sangat menyakitkan, dengan tenaga yang tersisa Mark mengangkat kedua kaki nya dan menendang perut Louis dengan keras..


Brukkkk.....


Tubuh Louis langsung tergeser kebelakang, membuat Mark cepat cepat bangkit dari tidur nya, Mark langsung berlari ke arah lobi kantor, dia berlari sekuat tenaga dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuh dan wajah nya..


"Bos..., dia melarikan diri bos... " teriak salah satu mafia yang melihat


"Biarkan saja, aku ingin dia mengadu kepada Alexander, oya hubungi teman mu yang berada di luar, suruh mereka mengikuti mobil Mark dari belakang, aku sangat ingin tahu apa yang akan pria pengecut itu lakukan"


"Baik bos, " ucap mereka kompak,


Setelah itu, Louis langsung menatap asisten nya Mike,


"Mike, kau bereskan Kantor ku sesegera mungkin, aku ingin beberapa jam lagi semua terlihat rapi seperti sedia kala, agar para karyawan bisa kembali bekerja.. " perintah Louis


"Baik tuan muda, akan saya laksanakan" ucap Mike hormat

__ADS_1


Setelah itu, Louis langsung berjalan menuju ke lift, dia akan kembali keruangan kerja nya untuk mengobati luka pada sudut bibir nya yang mengeluarkan darah...


"Bangsat....., kenapa sistem tidak memberitahuku jika kekuatan nya tidak berlaku pada wajah ku yang tampan ini, jika begini jadi nya, wajah ku bisa jelek karena terluka" ucap Louis kesal sendiri...


__ADS_2