
Dengan cepat kini Louis sudah mengukung tubuh Emeli hingga rapat, mereka saling menatap satu sama lain, menikmati ke sempurnaan makhluk Tuhan yang sangat indah dan menawan,
Louis membelai wajah sang kekasih yang terasa sangat lembut dan halus, membuat Emeli merasa geli dengan sentuhan yang di berikan oleh Louis
Dia langsung tersenyum dan mengalungkan kedua tangan nya ke leher Louis,
"Jangan seperti itu sayang, kamu membuat ku geli" ucap Emeli tersenyum
Louis yang mendengar ucapan dari sang kekasih pun langsung mencium bibir merah tersebut dengan sangat rakus,
Mereka menikmati ciuman panas dengan lidah saling membelit lidah satu sama lain,sedangkan tangan Louis sudah mulai menapakkan ke atas bukit yang terlihat berisi tersebut, dia meremat nya pelan, membuat Emeli mengeluarkan suara erotis nya...
"Ahh.............
Louis yang mendengar suara paling merdu dan indah itu pun langsung bersemangat, dia menambah kecepatan ciuman buas nya dengan sangat bergairah, begitu pun dengan Emeli, tampa dia sadar kini dia sudah menaikkan tanktop yang dia kenakan, memudahkan Louis untuk menyentuh bukit itu ke kanan dan kekiri,
Bagai membuat adonan kue, Louis meremat nya dengan lembut dan bergairah, sampai akhirnya Louis mulai menurunkan kepala nya tepat di dada bidang milik Emeli
Louis menyesap benda kenyal berwarna merah itu dengan gerakkan cepat, membuat Emeli mulai Menggelinjang karena merasa perasaan geli bercampur nikmat,
Mereka saling menikmati setiap sentuhan antara satu lain, terdengar suara erotis yang menghiasi ruangan tersebut, dan setelah puas, Louis kembali menatap sang kekasih guna meminta izin..
"Ayo sayang" ajak Emeli mengizinkan
Louis langsung tersenyum senang, dengan cepat, dia mulai membuka pakaian yang dia kenakan dan selanjutnya membuka lapisan bawah yang Emeli kenakan
Sambil terus melanjutkan ciuman mereka yang terasa sangat bergairah,
"Aku ingin menyentuh nya" ucap Louis disela sela ciuman nya,
Tampa menjawab, Emeli langsung mengarahkan tangan nya ke daerah sensitif milik nya, dan Louis yang mendapat kan lampu hijau dari sang kekasih pun langsung melakukan aksinya..
Tapi detik kemudian......
__ADS_1
"Kenapa berhenti sayang? " tanya Emeli merasa heran
"Sayang, kenapa terasa sangat lengket dan becek? " ucap Louis tak kalah heran
"Benarkah, mungkin itu reaksi dari ku sayang, ayo cepat, aku sudah menginginkan nya,
" Baiklah"
ucap Louis kembali melakukan aksi nya kembali, sampai akhirnya Emeli mengingat sesuatu dan menjerit dengan kencang
"Aaaaaaaa....................
" Sayang, kenapa kau berteriak? apakah aku menyakiti mu? " tanya Louis panik
Emeli mulai menggeser tubuh nya dan bangkit dari ranjang, membuat Louis merasa terkejut dengan apa yang di lakukan sang kekasih
"Ada apa Emeli? kenapa kamu......
"Kenapa, memang nya kenapa dengan jari tangan ku, apakah...
" Hah....., Emeli ini darah apa...? " tanya Louis berteriak
Emeli dengan cepat langsung memungut pakaian nya yang ada di atas ranjang, dan dia mulai mengenakan nya kembali,
"Emeli...., jangan bilang jika jari ku sudah memecahkan sel keperawanan mu.. "
Bukkkkk......
Dengan cepat, Emeli langsung melemparkan bantal ke wajah Louis, dan dia mulai menarik tubuh Louis untuk beranjak dari atas ranjang
"Sayang....., maaf sepertinya aku sedang datang bulan, ayo cepat cuci tangan mu segera" ajak Emeli mendorong tubuh Louis memasuki kamar mandi
"Apa........!!!! jadi kau........
__ADS_1
Belum selesai berbicara, Emeli sudah menutup pintu kamar mandi dari luar, membuat Louis merasa sangat terkejut,
" Sayang......, aku akan turun ke kamar ku sebentar, untuk mengambil pembalut yang masih ada disana, maaf ya jika harus gagal lagi, bay sayang "
Teriak Emeli langsung pergi dari kamar milik Louis,
Kini tinggal lah Louis seorang diri di dalam kamar mandi, dia menyempatkan untuk menatap warna merah yang ada di jari tangan nya..
"Huh....., benar benar sial malam ini, "
Ucap Louis langsung mencuci tangan nya dengan air bersih, tak lupa juga menyabuni nya untuk menghilangkan bau yang tidak sedap...
****
Sedangkan di tempat lain, saat ini Mark Wilson sedang mengatur rencana penyerangan untuk Louis Anderson, dia mulai melibatkan kekuasaan yang di miliki oleh Alexander, dan juga bantuan pemerintah yang berada di tangan mereka...
"Boy......, aku ingin besok kita menyerang kantor milik Louis Anderson, aku akan masuk kesana dengan alasan menjalin kerja sama, aku yakin mereka akan mengizinkan kita untuk masuk"
"Tapi, bagaimana jika mereka tidak mengizinkan kita bos? "
"Bodoh....., langsung habisi mereka semua Boy, apa lagi yang kita takutkan, para militer negara juga sudah tunduk dengan kita, jadi aku yakin jika tidak akan ada yang melindungi perusahaan dan juga, pemilik nya" jawab Mark penuh percaya diri
"Baik bos, kami akan menyiapkan segala nya malam ini juga"
"Bagus, oya...., jangan beritahu paman Alexander tentang penyerangan yang kita lakukan Boy, karena aku sudah tidak mau mengikuti nya lagi, menurut ku dia terlalu lambat dalam menghabisi musuh" ucap Mark kesal
"Baik bos, saya akan mengikuti perintah anda, jika begitu, saya permisi sekarang juga"
"Hemm.... "
Jawab Mark singkat, dengan tersenyum senang, Mark mulai bermain sendiri karena sudah tidak mempercayai Alexander sebagai Sekutu nya, tapi dia akan tetap memakai kekuasaan dan mafia yang Alexander miliki, dia sangat percaya jika rencana nya kali ini akan berhasil dengan kemenangan, karena yang dia tahu jika Louis Anderson adalah pria yang hanya memiliki kekayaan yang tidak seberapa banyak, Mark berfikir jika kekayaan Louis pasti sudah habis karena harus membeli perusahaan tua tersebut, dan tampa dia curiga jika Louis ternyata juga memiliki mafia yang tak kalah hebat seperti milik Alexander...
"Terima lah kekalahan mu Louis Anderson"
__ADS_1