
Setelah menempuh perjalanan yang terdapat rintangan dan halangan, akhirnya Louis Anderson dan juga Asisten Mike telah tiba di depan gerbang markas besar
Dengan dijaga oleh beberapa mafia berbadan tegap dan besar, mereka yang melihat mobil bos besar telah tiba pun langsung menyambutnya dengan hormat..
Setelah itu, mereka langsung membuka pintu gerbang dan mempersilahkan mobil bos besar mafia tersebut untuk masuk ke dalam markas..
Setelah turun dari mobil, Louis dan Asisten Mike langsung di sambut bahagia oleh 1000 lebih anggota mafia Tiger fang yang telah berkumpul di lapangan tersebut,
Louis merasa bangga dan bahagia, karena akhirnya keinginan diri nya mempunyai anggota mafia sendiri bisa terlaksana dengan membanggakan, mereka semua sudah Louis anggap seperti saudara sendiri, karena kesetiaan mereka yang tidak dapat di ragukan lagi, bahkan mereka rela mati asalkan tidak berkhianat kepada Louis Anderson..
"Selamat malam bos besar"
Sapa para mafia Tiger Fang hormat dan kompak,
"Selamat malam juga para mafia ku yang setia" Jawab Louis tersenyum..
Kini Louis sudah berada di depan mereka dengan berdiri sangat gagah, tubuh Louis tidak kalah kekar dn tinggi, jadi sangat mencolok ketika berdiri di depan mereka, begitu pun dengan Asisten Mike, yang bertubuh kekar dan memiliki tato Tiger Fang yang keren di tubuh dan tangan nya...
"Malam ini, aku akan mengumumkan jika aku sedang melakukan negosiasi kepada pihak Alexander dan sekutunya, cara itu sengaja aku lakukan agar kita terlihat adil kepada musuh, karena walau bagaimana pun kita harus memberikan kesempatan perdamaian kepada setiap orang, dan jika mereka menolak nya, maka sudah tugas kita untuk menumpas kejahatan mereka," jelas Louis
Tak lama kemudian, pembicaraan penting itu pun di lanjutkan oleh Asisten Mike
"Yang dikatakan bos besar ada benar nya, tadi siang aku sudah mengirim kan negosiasi perdamaian kepada Alexander, dengan syarat jika mereka harus menyerah dan membubarkan mafia milik mereka di negara ini, tapi sampai saat ini belum ada respon apa pun dari mereka, malah tadi saat kami sedang dalam perjalanan kemari, aku dan bos besar di serang oleh anak buah Alexander, tapi kami bisa mengatasi nya, dan jika besok mereka tidak mengirimkan jawaban juga, maka kita akan menantang mereka untuk melakukan perang secara terbuka, bagaimana menurut kalian semua, apakah kalian siap? "
Tanya Asisten Mike berteriak, dengan cepat mereka langsung menunduk hormat dan menjawab dengan sangat lantang
Tak lama terdengar dengan keras suara para mafia yang menjawab pertanyaan Asisten Mike,
"Kami siap ketua, kami berjanji akan menaruh kan segenap nyawa kami untuk menumpas kejahatan Alexander dan melindungi bos besar, kami akan melakukan penyerangan serta perang terbuka tanpa takut dan menyerah ketua"
__ADS_1
Ucap mereka dengan kompak, Louis dan Asisten Mike langsung tersenyum menatap mereka, tanpa para mafia tahu jika sedari tadi mata Louis tidak luput dari pencarian nya kepada penyusup yang berani menyamar dan masuk kedalam markas..
Walaupun Louis tidak di bantu oleh Sistem untuk mendeteksi kejahatan, tapi dengan kepintaran dan kepekaan yang dia miliki, Louis bisa menilai dan membaca gerak gerik dari. setiap orang yang menjawab setiap pertanyaan dari Asisten Mike
"Tertangkap kau Penyusup"
Gumam Louis pelan, sedari tadi dia terus menatap ke arah satu orang anggota mafia yang terlihat tidak lancar dalamn menjawab setiap pertanyaan.
Pria Tersebut berada di barisan depan bernomor dua, bukan hanya itu saja yang membuat Louis bisa curiga, dia penyusup itu, selalu terlihat tidak tenang, dan membuang muka jika Louis tidak sengaja menatap ke arah nya lama..
"Kau kira kau lebih pintar dari pada aku ya..!! jika kau bisa mengelabui anak buah ku, maka tidak dengan diriku ini penyusup, tapi jujur aku acungi jempol keberanian mu tersebut, karena telah berani masuk dan berada di kerumunan para mafia ku,... bagaimana jika kau ketahuan saat ini juga!! aku yakin kau akan mati dalam hitungan detik saja,"
Gumam Louis tersenyum menatap intens ke arah Albert...
Sedangkan Albert, yang di tatap sedari tadi dengan Louis Anderson pun mulai sedikit goyang dan tidak tenang..
bagaimana pun, jika kita berdiri di kandang macan dan berkumpul dengan para macan tersebut, pasti akan terasa sangat mendebarkan, dan itulah yang Albert rasakan saat ini, tanpa terasa dia telah mengeluarkan keringat dingin di balik penutup wajah nya...
Gumam Albert pelan, dia berusaha untuk kembali tenang kembali,..
Beberapa jam melakukan perkumpulan, akhirnya tepat pukul 23.00 malam mereka semua mulai membubarkan diri,
Albert yang ingin berjalan mengikuti langkah kaki teman nya yang lain untuk menuju ke gedung asrama ternyataa malah di panggil oleh ketua Jason
"Hey... kau siapa nama mu? " tanya Ketua Jason menatap Albert lekat
"Saya Nico ketua" jawab Albert hormat
"Oh, Nico, sepertinya aku belum bisa mengenali kalian satu persatu, oya kau ayo ikut aku menghadap bos besar"
__ADS_1
"Apa.......!!!!, tapi...
" Jangan membantah, kita memiliki misi penting, dan aku membutuhkan beberapa orang untuk menyelesaikan nya" jelas Ketua Jason
Dengan langkah lesu lunglai, Albert terpaksa mengikuti langkah kaki Ketua Jason dan beberapa mafia yang lain untuk menuju masuk ke dalam markas besar...
******
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di markas milik Alexander, saat ini dia masih berkumpul membahas negosiasi yang di layangkan oleh musuh nya Louis Anderson,
Alexander dan juga Mark bersikeras jika mereka tidak akan menerima negosiasi tersebut, tidak ada kata perdamaian dalam kamus mereka, karena hanya mereka lah yang boleh di takuti dan berkuasa di negara tersebut...
"Benar-benar bajingan, aku sangat membenci pria itu paman, dia sudah menginjak injak harga diri kita saat ini, "
Teriak Mark marah, begitu pun dengan Alexander, dia sudah mengeluarkan tanduk dan juga asap di atas kepala nya...
"Besok aku akan menemui nya, aku bukan pengecut yang tidak berani bertatap muka dengan para musuh, kita akan mengajak nya melakukan gencatan senjata"
"Kau benar paman, kita buktikan kepada pria sombong itu, jika kita lah yang berkuasa di negara ini, jika perlu kita habisi dia saat itu juga paman, aku sudah sangat ingin membunuh nya paman"
Ucap Mark emosi tingkat tinggi, tak lama kemudian datang lah seseorang mafia yang masuk dengan di angkat oleh Mafia yang lain nya..
"Bos,kami kalah melawan Louis Anderson bos, dan dia telah mematahkan kedua tangan ku bos"
Adu pria tersebut, Alexander yang mendengar laporan tersebut pun langsung naik pitam dan marah, lagi lagi mafia milik nya gagal mengalahkan Louis Anderson,,
"Dasar bodoh.... "
Dooooorrrr............. dorrr...
__ADS_1
..
Darah segar langsung tergenang membanjiri lantai tersebut...