
Mark Wilson merasa sangat terkejut, saat salah satu anak buah nya memberikan kabar jika anak buah yang berjaga di luar kantor milik Louis sudah habis di serang
Dengan cepat Mark mendatangi pria tersebut dan mencengkram leher nya dengan sangat kuat..
"Aa........ ampun tuan..... " ucap pria tersebut dengan terbata bata
"Dasar bodoh, kalian benar benar sudah mengecewakan aku, bagaimana bisa mafia terhebat seperti kalian kalah dengan begitu mudah hah"
Ujar Mark dengan suara ditahan, dia berusaha sebisa mungkin menutupi emosi nya dari rival nya yaitu Louis,
"Ma... af... tuan, kami... diserang... dari kejauhan....., mereka bersembunyi tan.. pa menampakkan diri tu..an... "
"Kan sudah aku bilang agar tetap terus waspada, kita belum mengetahui seberapa hebat kekuatan lawan, karena Hacker pun tidak bisa membobol data pribadi milik nya, sekarang juga kau telfon teman mu yang lain, suruh mereka datang secepat mungkin, karena kita akan membalas serangan mereka "
Bisik Louis ditelinga pria tersebut, setelah itu, dia langsung melepaskan cengkraman nya dan kembali bersikap biasa saja,
Louis dan para direksi di kantor milik nya hanya menatap pria arogan tersebut dengan tersenyum tipis, Louis sangat tahu jika Mark adalah orang yang terlalu gengsi dalam mengakui kekalahan,
Maka dari itu, dia tetap bergaya cool seakan tidak terjadi apa pun di depan Louis, bahkan dia tidak mau menuduh Louis jika dia lah dalang di balik habis nya anak buah milik nya yang mengepung kantor tersebut.
"Ada apa tuan Mark...? aku lihat wajah mu seperti orang yang sedang panik" ucap Louis mulai memprovokasi
Mark langsung menatap Louis dengan tatapan tajam, sungguh dia merasa sangat panas jika ada seseorang yang berani mengejek dirinya
"Jangan mengada ngada Louis brengsek, aku tidak merasa panik sedikit pun, sekarang aku akan menantang mu Louis sialan, " teriak Mark marah
"Haha......, apa kau masih berani untuk melawan ku Mark, setelah kau tahu jika anak buah yang mengepung kantor ku sudah habis di bunuh"
__ADS_1
Ucap Louis tertawa membuat Mark langsung terdiam, jadi benar jika kematian anak buah nya adalah ulah dari Louis Anderson, siapa dia sebenarnya? bukan kah dia hanya pembisnis biasa, apa mungkin dia memiliki anggota mafia juga? tapi itu sangat lah mustahil, karena tidak ada mafia lain yang terdeteksi selain mafia milik Alexander, kalau pun Louis mempunyai anak buah, pasti itu hanya kumpulan para berandal dan para preman yang terbilang sangat murahan dan kalah jauh dari kehebatan mafia Alexander,
Mark mulai berfikir dan bertanya tanya di dalam benak nya, belum lagi dengan senjata yang mereka gunakan, senjata api tanpa suara yang sangat canggih dan langka, hanya beberapa negara saja yang bisa mendapatkan nya, lalu dari mana Louis mendapatkan senjata tersebut, sedangkan Dia sudah memerintah kan menteri Pertahanan negara untuk menutup akses penjual beli an senjata api dari semua orang selain Alexander dan diri nya,
"Kenapa kau diam Mark..? apa kau sedang memikirkan sesuatu tentang diri ku"
Ucap Louis membuyarkan lamunan Mark, Louis tertawa lucu melihat raut wajah Mark yang terlihat sangat bingung, dan dia menyukai kebingungan dari rival nya tersebut
"Siapa kau sebenarnya Louis Anderson? "
"kenapa kau menanyakan siapa aku, bukan kah kau sudah mengetahui nya"
"Jangan mengulang pertanyaan ku brengsek, aku tidak suka jika ada yang mengabaikan pertanyaan ku" teriak Mark emosi
"Benarkah....? tapi sepertinya aku sangat suka mengulang pertanyaan mu Mark..., " Jawab Louis santai
"Bedebah kau Louis, sekarang katakan apa mau sebenarnya, kenapa kau selalu mengganggu kegiatan yang kami lakukan, aku tahu jika kematian anggota mafia dan juga penyelamatan penduduk di kawasan timur, itu semua adalah ulah mu kan... ? tidak mungkin orang lain yang berani melakukan nya selain diri mu"
"Brengsek,......, sebenarnya apa mau mu, jika kau mau uang ataupun perusahaan, aku dan paman Alexander akan memberikan nya, tapi dengan satu syarat kau harus tunduk dengan kekuasaan kami, dan kau hentikan perlawanan mu kepada kami" tawar Mark kepada Louis
Louis langsung tertawa setelah mendengar penawaran yang di lontarkan oleh Mark, dia tersenyum lucu membuat Mark semakin meradang...
"Cukup sudah kau mengejek ku Louis bajingan!!! seperti nya kau memang lebih suka aku habisi dari pada menurut kepada kekuasaan ku" teriak Mark marah
Dengan cepat Louis langsung menghentikan tawa nya dan mulai menatap Wajah Mark dengan intens
"Dengar perkataan ku ini baik baik Mark Wilson, aku.... Louis Anderson tidak akan pernah menyerah apa lagi bertekuk lutut di hadapan mu dan Alexander, aku beserta orang-orang ku akan terus menghabisi mafia milik mu sampai habis tak tersisa, dan aku juga akan mengambil alih kekuasaan yang kalian miliki, jadi sekarang siapkan mental dan kekuatan kalian, agar kita bisa berperang dengan imbang"
__ADS_1
"Bangsat...., apa kau menantang ku dan paman Alexander? apa kau tidak tahu seberapa besar kekuatan yang kami miliki hah"
"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu tuan Mark yang terhormat, karena yang aku ingin kan hanyalah menumbangkan kekuasaan kalian di negara kelahiran ku ini, sudah cukup kau bersama pria tua itu menjajah negara ini dengan keji, sekarang aku adalah lawan sepadan untuk kalian berdua" ucap Louis tersenyum miring
"Baiklah, jika itu mau mu, tidak perlu menunggu besok, karena aku akan segera meruntuhkan kantor milik mu ini, kalian semua cepat habisi para pekerja di kantor ini, bunuh sampai tidak ada yang tersisa"
Perintah Mark kepada ke sepuluh anak buah nya
"Baik bos" jawab mereka kompak, langsung memegang senjata masing masing,
Louis yang melihat pergerakkan musuh pun langsung mundur ke belakang, dia mendekat kan dirinya di samping tubuh asisten Mike
"Mike,apakah para karyawan dan direksi sudah di tempat kan diruangan rahasia"
"Sudah tuan, sekarang kantor sudah bersih dari para pekerja, dan para mafia kita yang menyamar pun sudah siap dengan senjata masing masing,"
"Bagus, saat nya menyerang Mike" ucap Louis langsung berlari ke arah balik dinding, mereka mulai mengambil tempat masing masing untuk menembak musuh,
Mark yang melihat tingkah mereka pun mulai tersenyum senang, dia mengira jika para direksi milik Louis mulai takut akan serangan nya..
"Kejar mereka, jangan sampai satu orang pun lolos, aku yakin para pekerja itu tidak memiliki senjata apa pun, "
Ucap Mark yakin, tampa dia tahu jika para direksi dan karyawan yang berada di lantai satu adalah mafia Tiger Fang yang sudah menyamar
Dorrr........ dorr..........,
Suara tembakan mulai menggema di setiap ruangan yang ada di lantai satu, Mafia milik Louis membawa mereka memasuki ruangan para karyawan yang membuat mereka memudahkan untuk bersembunyi
__ADS_1
Serangan terus terjadi, membuat Mark tertawa bahagia,...
"Haha......, mampus kalian semua" teriak Mark tertawa...