Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
Emeli sudah 2 bulan menghilang


__ADS_3

Keesokan pagi nya dikamar pribadi milik Louis Anderson, saat ini pria tersebut masih tidur sambil berpelukkan dengan sang kekasih,


Tadi saat ingin beranjak dari atas ranjang, Tiba-tiba saja Emeli menahan Tangan Louis dan menarik nya kembali agar mau memeluk diri nya.


Dan dengan senang hati Louis melakukan permintaan kekasih nya tersebut, karena waktu masih menunjukkan pukul 06.00 pagi


"Sayang...., kenapa melarang ku untuk bangun? apakah kau masih menikmati pelukkan yang aku berikan? "


Tanya Louis kepada Emeli,tanpa menjawab pertanyaan Louis, Emeli malah kembali menenggelamkan kepala nya di dada bidang milik Louis


"Iya..., aku memang merindukan mu, dan aku sangat menyukai pelukkan mu ini sayang, terasa hangat dan wangi.... "


"Benarkah..! seperti nya indra penciuman telah terganggu sayang, karena bau tubuh ku saat ini terasa sangat kecut"


"Tidak.., ini wangi sayang..., biarkan untuk beberapa menit lagi ya.. "


Ujar Emeli merapat kan pelukkan nya, tak lama kemudian terdengar suara handphone milik Louis yang berdering tepat di samping tubuh Emeli,


Dengan perlahan Louis langsung mengambil handphone tersebut dan mengangkat nya..


"Hallo Jason..., bagaimana pekerjaan mu? "


"Beres bos, tadi malam aku dan yang lain telah berhasil melaksanakan misi yang bos berikan, kami berhasil mengikuti pria penguntit itu dan menyusup masuk ke dalam kamar pribadi nya dan langsung mengambil memori card yang ada di kamera milik pria itu dengan tipu muslihat bos"


"Bagus Jason, sekarang saat nya kau memantau pergerakan diri nya, aku yakin pria penguntit itu akan melakukan aksi nya kembali"


"Baik bos, kami akan melaksanakan tugas yang bos berikan, oya soal mafia milik Alexander, mereka juga sedang memantau pergerakan bos besar,"


"Benarkah...! jika begitu, habisi mereka Jason, jangan biar kan satu pun dari mereka bisa kembali pulang ke markas Alexander, saat nya untuk memusnahkan mafia Alexander satu persatu"


"Laksanakan bos"


Jawab Jason bersemangat, setelah itu dia langsung mematikan panggilan tersebut,


Emeli yang mendengar pembicaraan dari sang kekasih pun mulai bangkit dan melerai pelukkan nya..


"Ada apa sayang? kenapa kau melepaskan pelukan ku? " tanya Louis penasaran


"Louis, aku mendengar jika kau memanggil nama Jason, apakah itu adalah adik dari Jessica? "


"Iya sayang, dia adalah adik kandung jessica yang menjadi salah satu ketua dari mafia ku, "


"Benarkah...! Louis aku... aku merasa takut dengan keberadaan Jessica di villa ini, bagaimana jika dia mengetahui siapa aku sebenarnya? "

__ADS_1


Tanya Emeli kembali merasa panik, Louis yang menatap wajah panik Emeli pun langsung memegang kedua pipi nya dan mengelus nya...


"Sayang..., percayalah kepada ku, jessica tidak akan mengetahui siapa kau sebenarnya, karena dirumah ini tidak ada yang tahu selain asisten Mike, sedangkan untuk ke amanan mu, para anak buah ku akan menjaga dirimu 24 jam lama nya"


"Baiklah, aku percaya kepada mu Louis, tapi... kenapa kau tidak membawa Jessica keluar dari rumah ini saja, aku... tidak tenang jika dia ada didekat ku"


" Baiklah, jika itu mau mu,maka aku akan memerintah kan jessica untuk bekerja di bagian bersih bersih rumah.. "


"Louis......, maksud ku bukan seperti itu, jangan jadikan dia pembantu, aku tidak tega melihat nya, baiklah... aku akan mencoba untuk menerima nya dan berteman baik dengan nya, sekarang kau segera lah bersiap siap, aku juga akan menyiapkan sarapan untuk mu"


"Benarkah sayang...! tadi bukan nya kau bilang......


" Iya..... sekarang aku berubah fikiran, sepertinya tidak ada salahnya jika aku berteman dengan nya mulai saat ini"


"Terimakasih sayang, jika begitu aku akan mandi sekarang juga"


Ucap Louis mengecup bibir Emeli, setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar mandi,


Sedangkan Emeli, dia mulai tersenyum bahagia, Kekasih nya itu selalu saja bisa membuat hati nya bahagia...


"Kau selalu membuatku terkejut, baiklah, sekarang waktu nya aku membereskan tempat tidur, " ucap Emeli..


Dengan semangat 45 Emeli langsung membereskan tempat tidur dan menyiapkan baju kerja milik kekasih nya..setelah itu dia langsung keluar menuju ke ruang makan


"Selamat pagi nona muda" sapa Jessica ramah


"Pagi Jessica.., kau sedang apa berada disini? "


"Saya sedang membantu bibi menyiapkan sarapan pagi nona dan tuan muda"


"Oh...,sekarang sudah ada aku disini dan kau bisa menunggu ku ditaman, oya apakah kau sudah sarapan pagi?" tanya Emeli mencoba bersikap ramah


"Sudah nona, jika begitu saya akan menunggu di taman sekarang juga"


"Hem... "


Jawab Emeli singkat, setelah itu dia pun langsung membantu para bibi untuk menyiapkan sarapan pagi mereka,


****


Sedangkan di rumah milik Alexander, saat ini pria paruh baya tersebut sedang duduk termenung di meja makan nya seorang diri...


Tertata banyak makanan yang tersedia di atas meja makan yang sangat mewah itu, tapi entah mengapa tetap saja tidak ada nafsu nya untuk menyantap makanan tersebut,

__ADS_1


Tidak terasa 2 bulan sudah seorang Alexander kehilangan putri tercinta nya, dan saat ini dia benar benar merasakan kesunyian dan kekosongan di dalam hati nya...


"Apa yang sebenarnya terjadi, aku benar-benar kehilangan kebahagiaan ku, bahkan putri ku sendiri tidak bahagia hidup bersama ku, sebenarnya berada dimana dia saat ini? " tanya Nya mulai frustasi


"Dasar bodoh kau Alexander, kau mempunyai banyak kekuasaan di seluruh dunia, bahkan koneksi mu pun berada dimana mana, tapi untuk menemukan satu orang putri saja aku tidak mampu, bodoh kau Alexander, " teriak Alexander marah...


Dengan cepat Alexander langsung menghempaskan seluruh makanan yang berada di atas meja makan tersebut


Praaaannnggggg...............


Terdengar suara pecahaan kaca gelas dan piring yang berjatuhan di atas lantai, para pelayanan serta mafia yang berjaga di ruang makan itu pun hanya bisa menatap diam membisu tanpa berkata sedikit pun


"Bajingan...., benar benar bodoh kalian semua, tidak berguna, hei cepat kalian berkumpul disini"


Panggil Alexander kepada para mafia nya, mereka langsung berlari dengan takut menatap wajah pria paruh baya tersebut


"Hormat kami bos"


"Sudah jangan banyak basa basi, kalian semua cari dimana putri ku berada, aku tidak menerima alasan apa pun, sudah 2 bulan kalian mencari tanpa ada informasi apa pun, aku mau hari ini juga kalian bawa pulang putri ku, ingat itu"


Teriak Alexander merasa emosi, dia langsung melangkah kaki nya meninggal kan ruang makan tersebut ,


Sesampainya di ruang tamu, ternyata sudah ada tamu yang baru tiba di rumah Alexander..


"Pagi paman! " sapa Mark tersenyum senang


"Ada apa kau kemari Mark? apakah kau sudah sembuh dari luka mu itu? "


"Sudah paman, lihat lah wajah ku sudah tidak sejelek 2 hari yang lalu, paman aku memiliki informasi yang sangat bagus untuk paman"


Ujar Mark sambil duduk di kursi tamu yang ada diruangan tersebut..


"Informasi apa Mark, jangan mengatakan yang tidak penting, karena aku sangat pusing saat ini"


Ucap Alexander ikut duduk di kursi yang lain nya, dia menatap wajah Mark dengan sangat intens


"Ini mengenai musuh kita Louis Anderson paman"


"Iya...,informasi apa yang kau dapat kan Mark? " tanya Alexander penasaran..


"Aku sudah menemukan kelemahan dari pria itu, dia memiliki seorang wanita yang sangat dia cintai, jadi jika kita ingin menghancurkan nya, maka kita harus bisa menculik wanita tersebut paman, aku yakin dia akan bertekuk lutut di kaki kita paman" ucap Mark sangat yakin...


"Benarkah Mark....?? "

__ADS_1


__ADS_2