Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
Kekhawatiran seorang putri


__ADS_3

Setelah selesai melakukan rapat pribadi, mereka berlima langsung memutuskan untuk membubarkan diri dan kembali ke ruangan kerja masing-masing


Tak lupa juga Menteri Pertahanan mengirim pesan kepada Louis menggunakan nomor pribadi milik nya dan memberitahu semua keputusan yang pak Presiden pilih..


"Louis, jangan panik, Karena aku sudah berhasil menghentikan dan mencabut kembali surat pencabutan untuk perusahaan milik mu, kau tetap bisa beroperasi tanpa cemas ataupun takut, karena mereka tidak akan berani untuk melawan mu lagi


Tulis Menteri Pertahanan di dalam pesan milik nya, dia terpaksa melakukan itu karena seluruh kantor pemerintahan sudah terpasang CCTV dan alat penyadap telfon,


Setelah selesai, dia pun kembali untuk melanjutkan pekerjaan nya,


***


Sedangkan di kantor milik Louis saat ini dia sudah membaca pesan yang dikirim kan oleh sang Menteri Pertahanan, rasa lega mulai menyeruak di wajah nya membuat Emeli menjadi penasaran


"Ada apa sayang? kenapa tiba-tiba kamu tersenyum? "


Tanya Emeli yang duduk di kursi sambil memperhatikan kekasih nya tesebut


Louis yang mendapat pertanyaan tersebut pun mulai keluar sifat jahil nya, bagaimana jika dia sedikit mengerjai Emeli


"Ini.... aku mendapatkan pesan dari seorang wanita'"


Jawab Louis membuat Emeli langsung bangkit dari duduk nya, sambil memasang wajah cemberut


"Siapa wanita itu? jangan bercanda Louis" teriak Emeli marah


"Aku juga tidak tahu, tapi dia mengatakan jika ingin mengajak ku bertemu dan menemani nya makan malam"


"Louis....., lalu apakah kamu mau? "


"Ya...., bagaimana aku ingin menolak nya, sepertinya aku penasaran siapa orang ini sebenarnya" jawab Louis menahan tawa


"Kau......, huh...... terserah lah aku akan pergi saat ini juga"


Emeli langsung bangkit dari duduk nya dengan perasaan marah, dia berbalik badan dan berjalan sambil menghentak hentak kan kaki,


Hingga sesampainya di depan pintu kerja milik Louis, Tiba-tiba pintu ruangan tersebut tidak bisa di buka ...


"Kenapa tidak bisa dibuka, siapa yang mengunci nya? "


Tanya Emeli heran, dia masih ingat jika sedari tadi tidak ada yang mengunci pintu tersebut


Dengan wajah kesal Emeli langsung membalikkan tubuh dan wajah nya menatap ke arah Louis yang tersenyum

__ADS_1


"Cepat buka pintu nya" perintah Emeli marah


"Kenapa, bukan kah pintu nya tidak terkunci? " tanya Louis berpura-pura bodoh


"Louis jangan membuat ku bertambah kesal"


Teriak Emeli menahan kesedihan di mata nya, Louis yang mulai tidak tahan dengan sandiwara nya itu pun langsung bangkit dari kursi kerja nya berjalan menuju ke arah Emeli berdiri


"Kenapa marah marah? "


Tanya Louis ingin menyentuh pipi Emeli, tapi dengan cepat Emeli langsung menepis nya dan membuang muka


"Jangan menyentuh ku,"


"Kenapa tidak boleh, bukan kah kau sangat menyukai nya? " goda Louis


"Tidak..., aku Marah kepada mu Louis, kau.. kau berani mengirim pesan dengan wanita lain di depan ku, apa begini tingkah mu yang sebenarnya Louis, jika aku tidak ada dan kau sedang bekerja kau selalu.......


Cuupp.......


Louis langsung menghentikan omelan Emeli dengan mencium bibir merah tersebut dengan sangat lembut..


Emeli mencoba untuk tidak menerima nya dan menghindari ciuman Louis, tapi dengan cepat Louis malah semakin merapat kan tubuh nya memeluk tubuh Emeli erat..


Emeli mencoba untuk memberontak, hati nyaa benar benar sangat kesal saat ini dengan pengakuan yang Louis ucapkan tadi


"Eeeemmmmmmm.... emmmm....


" Jangan memberontak terus sayang, kau membuat ku menjadi bergairah "


Bisik Louis tepat di telinga Emeli


"Lepas Louis, kau benar benar masih membuat ku kesal" ucap Emeli menangis


Louis yang sudah tidak tega pun langsung menyeka air mata itu dengan sayang


Dia menyentuh wajah Emeli dan mencium seluruh wajah nya


"Kenapa kamu menangis, apakah kamu masih meragukan kesetiaan ku sampai saat ini? "


"Aku tidak meragukan nya, tapi ucapan mu tadi membuat ku menjadi kesal"


Ujar Emeli menunduk,

__ADS_1


"Maaf, aku hanya bercanda sayang, aku hanya ingin membuat mu sedikit mengeluarkan Emosi, agar tidak terlalu bosan berada di kantor milik ku"


jelas Louis menatap wajah Emeli intens, Emeli langsung membalas tatapan itu, dia mulai mendongak kan wajah nya menatap ke arah Louis


"Benarkah seperti itu? " tanya Emeli penasaran


"Tentu saja sayang, mana mungkin aku berkirim pesan dengan wanita lain"


"Lalu siapa yang telah mengirim pesan yang membuat mu tersenyum bahagia"


"Haha..., itu pak Menteri Pertahanan yang mengirim nya sayang, dia mengatakan jika pemerintah telah mencabut kembali surat perizinan tersebut, dan pemerintah juga sudah memberikan kepercayaan nya kepada Menteri Pertahanan untuk melakukan perlawanan terhadap papa mu Alexander, maaf aku hanya bercanda tadi sayang"


"Kau.... benar benar mengejutkan ku Louis... "


Peluk Emeli dengan erat, dia sangat tahu jika pacar nya tersebut tidak lah mungkin untuk mendua kan nya, tapi entah mengapa saat mendengar perkataan dari Louis tadi tetap saja jiwa ke wanitaan nya meronta ronta dan marah...


beberapa menit berpelukan tiba-tiba Emeli teringat dengan perkataan Louis menyangkut papa nya tersebut


Dia mulai melerai pelukkan nya dan menatap Louis dengan Intens


"Ada apa sayang...? " tanya Louis heran


"Louis, apakah pemerintah juga akan menumbangkan kekuasaan papa ku? "


"Tentu saja sayang, karena mereka juga merasa tertekan dengan ulah dari papa mu, bahkan pak presiden pun tidak dapat berkutik di depan papa mu" jelas Louis


"Benarkah...! kenapa papa sangat jahat dan tega, "


"Aku juga tidak tahu, dia hanya memiliki satu putri seperti mu, aku juga bingung sebenarnya untuk apa papa mu sangat rakus dengan kekuasaan dan kekayaan, memang nya jika dia mati nanti siapa yang akan meneruskan usaha nya itu,? "


"Aku juga tidak mau jika harus meneruskan semua milik papa, mungkin ini lah alasan nya mengapa aku dijodohkan dengan Mark Wilson, dia ingin menjadikan Mark sebagai penerus nya kelak"


"Iy, kau benar sayang, tapi aku rasa Mark itu adalah seorang pria pengecut, bahkan dia rela berkhianat demi keselamatan nya sendiri, aku takut jika suatu saat nanti dia akan meninggalkan kan papa mu dan membiarkan papa mu merasakan hukuman sendiri, sedangkan dia memilih kabur dari negara ini"


Jelas Louis mulai memprediksi, Emeli langsung terkejut setelah mendengar ucapan dari kekasih nya tersebut


Sejelek-jeleknya seorang anak, tetap saja di hati mereka tersimpan rasa sayang dan cinta terhadap orang tua nya sendiri


"Louis, apakah aku bisa menelfon papa Alexander,? aku... sangat ingin menasehati nya seperti dulu, sebelum semua nya terlanjur terjadi"


ucap Emeli memohon, Louis yang mengerti dengan perasaan kekasih nya tersebut pun langsung memeluk tubuh Emeli dengan erat...


"Akan aku usahakan, agar mereka tidak bisa melacak keberadaan mu Emeli.... "

__ADS_1


__ADS_2