
Sedangkan Albert, saat ini dia sudah membuka pintu rumah milik nya, tapi ketika tiba di luar, Albert tidak menemukan siapa pun, dia mulai meneliti sekali lagi, mungkin saja orang yang baru mengetuk pintu barusan melangkah pergi atapun sedang bersembunyi di balik dinding rumah..
"Sial...., tidak ada orang satu pun, sepertinya aku sedang dikerjai oleh seseorang"
Ucap Albert mengumpat, setelah memastikan keadaan diluar rumah, kini Albert kembali masuk kedalam dan mengunci pintu dengan rapat,
Rasa nya dia sudah sangat ingin melaporkan semua informasi yang dia dapat kan kepada sang bos besar, agar dia dapat beristirahat sejenak...
Albert sangat mengetahui siapa itu Mark Wilson, sejujurnya dia sedikit merasa keberatan menjadi salah satu orang kepercayaan Mark Wilson, tapi kembali lagi kedunia nyata, jika yang lebih kaya akan selalu bekuasa dimana pun mereka berada, sedangkan orang bawahan seperti dia, harus mengikuti semua perintah sang penguasa atau jika tidak dia akan kehilangan seluruh anggota keluarga nya secara keji,
Albert harus bekerja menjadi penjahat guna untuk menghidupi dan membiayai seluruh anggota keluarga nya, ibu nya mengidap penyakit gagal jantung serta penyakit komplikasi yang lain nya,
Maka dari Itu, Albert tidak berfikir dengan panjang atas pekerjaan yang dia lakukan, karena yang dia tau hanyalah bisa mendapatkan uang secara cepat guna untuk pengobatan sang ibu tercinta
"Huh.... aku sangat lelah rasa nya, kapan aku bisa beristirahat sejenak, tanpa harus melakukan tindak kejahatan"
Ujar Albert berjalan memasuki kamar pribadi nya, setelah tiba di dalam kamar, Albert langsung berjalan ke arah meja kerja tersebut, dia ingin segera melihat hasil foto yang dia dapatkan,
Dan saat ini Albert telah duduk di kursi yang ada disamping meja, dia mulai menghidupkan laptop milik nya dan membuka seluruh folder yang tersambung dengan memory card tersebut,
Tapi detik kemudian, Albert sangat terkejut, saat mengetahui jika Memory Card yang ada di dalam Laptop milik nya telah kosong dan hilang
"Brengsek,... kenapa memory nya tidak ada, aku sangat ingat jika aku sudah menaruh nya di dalam laptop ini, tapi kenapa tidak ada.... "
Teriak Albert frustasi, dia terus mencari serta mengobrak abrik meja kerja tersebut,
"Aaa..... kenapa ada saja halangan nya, padalhan sedikit lagi aku akan mendapatkan uang dengan foto yang ada di memory itu"
__ADS_1
Albert merasa emosi dan marah, dia terus mencari kesana kemari, hingga tanpa sengaja mata ny menatap ke arah jendela kaca yang telah terbuka.....
Albert mendekati jendela itu dan mulai mengingat ingat sesuatu..
Hingga detik kemudian....
"Brengsek, bajingan, ternyata sudah ada yang menipu ku, sepertinya ini adalah ulah dari anak buah Louis Anderson, bagaimana aku bisa masuk ke dalam perangkap mereka, dasar bodoh kau Albert"
Teriak pria tersebut dengan emosi, hingga beberapa detik kemudian, terdengar suara handphone milik nya yang berdering dengan kuat...
Terlihat di dalam layar, Jika yang memanggil nya adalah bos besar Mark Wilson,
Dengan menyeka keringat dingin, Albert langsung mengangkat panggilan tersebut..
"Halo bos" sapa Albert pelan
"Halo, kau kemana saja hah, bukan kah aku sudah mengatakan jika kau harus mengabarkan pantaun mu setiap saat, tapi apa yang kau lakukan, kau benar benar membuat ku kesal Albert" teriak pria diseberang sana
"Oh..., kau sudah berani ya melawan perintah ku Albert, sekarang cepat kau katakan, informasi apa saja yang kau dapat hah"
"Bos...,dalam satu harian ini aku sudah memantau gerak gerik Louis Anderson bos, dan baru tadi sore dia keluar dari kantor milik nya, aku mengikuti nya dengan diam diam dan aku melihat jika dia pergi menuju ke mall bersama seorang wanita bos"
Jelas Albert melapor membuat Mark terkejut mendengar nya, dia tidak menyangka jika Louis yang terlihat sangat tertutup dengan kehidupan pribadi nya ternyata juga mempunyai seorang wanita..
"Benarkah Al, lalu apalagi yang kau lihat, cepat beritahu aku semua nya" ujar Mark tidak sabar
"Mereka berjalan dengan sangat mesra dan aku melihat Louis beberapa kali mencium serta memeluk wanita tersebut, dari pantaun yang aku lihat sepertinya wanita itu sangat lah istimewa untuk seorang Louis, karena dia selalu menuruti semua keinginan wanita tersebut"
__ADS_1
"Wah...... amazing Albert, kau benar benar sangat pintar, apakah kau tidak mempunyai foto mereka, aku ingin sekali melihat nya, "
"Maaf bos, saya tidak sempat mengambil foto mereka, karena ke adaan saya waktu itu benar benar harus tidak terlihat oleh Louis Anderson,"
"Baiklah, tidak apa apa, tapi untuk misi selanjutnya kau harus bisa memfoto mereka, oya bagaimana dengan wajah wanita tersebut, apakah dia sangat cantik? "
"Aku..... aku tidak bisa melihat dengan jelas bos, Karena dia memakai masker, tapi dari yang aku perhatikan wanita itu sangat cantik, berbadan mungil berisi dan sangat lah menggoda"
Jelas Albert sambil mengingat kembali wanita yang bersama Louis Anderson
"Benarkah..., huh... sepertinya dia memilki selera yang sangat tinggi, tapi tetap saja selera ku lebih bagus dari pada dia, karena Emeli ku tidak akan terkalahkan oleh siapa pun, oya kau besok harus bisa mengikuti dia kembali, dapatkan alamat rumah Louis Ander, dengan begitu kita bisa mengetahui sisi kelemahan nya"
"Baik bos, lalu bagaimana dengan bayaran nya bos? "
"Tenanglah Albert, sehabis ini aku akan langsung mentransfer mu, dan besok jika kau berhasil aku akan mentransfer mu lebih besar lagi" ucap Mark tertawa
"Terimakasih bos, aku pasti akan melakukan tugas ini dengan baik dan berhasil"
"Okey, aku tunggu kabar selanjutnya"
Setelah itu panggillan langsung mati, Albert mulai melihat pesan yang masuk ke dalam handphone milik nya,
Setelah itu dia mulai membuka dan membaca nya, terdapat bukti transferan senilai 50 juta,, Albert tersenyum bahagia
"Akhirnya aku bisa mendapatkan uang dengan mudah, besok aku pastikan aku akan berhasil mengikuti Louis Anderson, semoga saja dia tidak mencurigai ku lagi"
Ucap Albert senang setelah itu dia pun mulai merangkak naik ke atas ranjang milik nya..
__ADS_1
Sambil mengingat ke adaan ibu nya yang di rawat dirumah sakit, dulu dia memiliki tempat untuk mengadu dan berkeluh kesah, tapi semenjak keluarga sahabat serta sahabat nya meninggal dunia, dia kini hanya sebatang kara hidup di negara A tersebut,
"Albert, kau harus bisa menjadi pembunuh bayaran profesional, bukan kah ini adalah ke inginkan ku sedari dulu, walaupun bukan anggota mafia Alexander tapi aku bangga karena bisa bergabung dengan Sekutu nya Mark Wilson, Louis andai kau tahu jika aku sudah meniti karir di kehidupan Sekutu Alexander, pasti kau akan bangga kepada ku, seperti aku bangga kepada mu saat melihat mu bekerja sebagai supir Alexander sang penguasa.. kau sangat lah keren Louis, walau pun akhirnya kau harus meninggalkan dunia akibat kecelakaan tragis, tenang lah disana teman" ucap Albert menutup mata nya...