Layanan Sistem Balas Dendam

Layanan Sistem Balas Dendam
Kejadian di mall


__ADS_3

Louis masih menatap terkejut dengan baju yang baru saja Emeli perlihatkan,


Baju tidur berwarna pink cerah dengan motif hello kitty yang sangat besar dan mencolok di depan baju tersebut, kini sudah berada di kedua tangan Emeli,


Terlihat jika baju itu adalah baju couple berlengan pendek, begitu juga dengan celana nya, yang hanya sampai sedengkul,..


Louis mulai memicingkan sebelah mata nya, mencoba menerka nerka, apa jangan jangan baju itu yang akan di beli oleh kekasih nya,


Louis langsung mengangkat topi yang dia kenakan dan menggaruk rambut nya yang terasa tidak gatal, seperti nya kekasih nya ini mulai berulah kembali


"Sayang.., itu baju untuk siapa? "


Tanya Louis melihat kekanan dan kiri, Emeli yang mendapat pertanyaan seperti itu pun langsung berlari ke arah Louis dan meletakkan baju itu di tubuh Louis


"Sayang..., apa yang kau....


" Suttt......... diamlah sayang, jangan goyang terus, aku sedang mengukur tubuh mu saat ini"


Ucap Emeli menatap Louis, dia dengan tersenyum bahagia menatap ke arah baju tidur yang dia lengket kan ke tubuh Louis


"Sayang, ini sangat pas dengan ukuran tubuh mu, aku mau ambil yang ini saja"


Ucap Emeli senang, Louis langsung membulatkan kedua mata nya dengan lebar


"Sayang.. apakah tidak ada motif yang lainnya, atau jika tidak motif yang polos saja, berwarna hitam atau pun coklat"


"Tidak ada sayang, dan aku sangat ingin kita membeli baju couple ini, boleh ya, aku yakin pasti kita akan sangat imut nanti"


Ucap Emeli sambil membayangkan sesuatu, Louis yang melihat nya pun mulai meraup wajah nya dengan tangan


"Sayang,... tapi baju itu tidak cocok dengan tubuh ku"


"Tidak sayang, aku sangat ingin membeli motif ini, mau ya... plisss...... "


Ucap Emeli mengatupkan kedua tangan nya, Louis langsung lemas melihat raut wajah yang menggemaskan tersebut, dengan berat hati dia pun langsung mengangguk..


"Yea...., terimakasih sayang, aku akan membeli ini sekarang juga"


Emeli langsung mendatangi kasir dan membayar beberapa baju yang telah dia pilih, sebelum pergi tadi, Louis sudah memberikan diri nya kartu ATM tanpa batas, tentu saja dengan senang hati Emeli menerima nya...


Setelah puas berbelanja, mereka berdua mulai berhenti di cafe yang ada di dalam mall,


Sekarang sudah menunjukkan pukul 19.00 malam, jadi mereka memutuskan untuk sekalian makan malam..


"Sayang, kenapa makanan nya sangat banyak? " tanya Emeli heran


"Iya, aku sengaja memesan semua makanan yang kamu sukai sayang, agar kamu bisa puas menikmati nya"

__ADS_1


"Wah....terimakasih sayang, ayo kita segera makan" ucap Emeli sambil membuka sendikit masker yang masih dia kenakan.


Mereka mulai memakan makanan yang sudah terhidang di atas meja dengan sangat lahap,


Begitupun dengan seorang pria yang sedari tadi mengikuti mereka berdua, dia ikut duduk dan makan malam tepat di 3 meja dari meja yang Louis duduki, sepertinya penguntit itu pun juga merasa kelaparan..


Louis tersenyum menyeringai menatap pria tersebut, dia masih memakai penyamaran nya dan juga memakai masker yang menutupi wajah nya,


Sama seperti yang mereka berdua lakukan, penguntit tersebut pun makan dengan membuka sedikit masker tanpa membuka seluruh nya..


"Sayang, aku kenyang sekali" ujar Emeli yang sedang menyeka mulut nya dengan tisu


Louis tersenyum lucu melihat kekasih nya tersebut, dia lebih persis seperti anak dari kalangan menengah dari pada anak dari keturunan Sultan,


"Sayang..., apakah kamu sangat kekenyangan? " tanya Louis khawatir


"Iya sayang, dan seperti nya aku.........


" Aku apa..? kenapa wajah mu jadi memerah seperti itu? " tanya Louis panik


"Sayang.... ayo kita ke toilet, aku ingin pup"


"Apa.....!!!! "


"Ya sudah ayo,sepertinya kebiasaan mu itu tidak pernah berubah ya"


Ajak Emeli memegang sebelah tangan Louis dengan erat, mereka pun mulai berlari ke arah toilet yang tersedia mall tersebut,,


Sedangkan sang penguntit yang masih memakan makanan nya, mulai ikut berlari dengan ke adaan mulut terisi penuh


"Benar benar mereka berdua ini, apa mereka tidak tahu jika aku belum selesai makan" ucap nya mengumpat


Kini Emeli sudah masuk ke dalam toilet wanita, dan Louis hanya menunggu nya di luar toilet, dia sedang melihat ke arah pintu masuk mana tahu penguntit itu masih mengikuti mereka juga, maka Louis akan mengambil tindakan..


Beberapa menit kemudian, datang lah seorang pria yang sedari tadi Louis curigai, kebetulan daerah toilet sedang sepi jadi kesempatan bagus untuk nya melakukan penyerangan..


Louis yang mendengar langkah kaki dengan pelan itu pun mulai bersembunyi di balik dinding, kali ini dia akan menjebak penguntit tersebut dan menangkap nya, Louis sudah mengeluarkan senjata tajam nya yang dia simpan dibalik baju,


Dan dia sudah mengambil posisi untuk bersembunyi, sedangkan penguntit tersebut, mulai berjalan mendekati pintu masuk ruang toilet, dia berjalan dengan pelan sambil melihat kekanan dan kekiri, persis seperti seorang maling...


"Kemana mereka, kenapa aku kehilangan jejak, apa mungkin mereka berdua masuk kedalam toilet bersamaan.., ? "


Tanya pria tersebut, dia masih menatap ke seluruh ruangan tersebut, tidak mungkin dia memasuki toilet dan memeriksa nya, dan beberapa detik kemudian..


Greepp.....


"Apa kau mencari ku penguntit? "

__ADS_1


Tanya Louis yang sudah memeluk pria tersebut dari arah belakang, Louis menodong kan senjata tajam nya tepat di leher pria tersebut


"Kau...., bagaimana kau tahu? "


Tanya Albert dengan nada terkejut, sungguh dia tidak menyangka jika penyamaran nya telah diketahui oleh incaran,


"Apa kau kira aku bodoh hah...! dari awal kau mengikuti ku, aku sudah tahu kau lah orang yang mengikuti ku,, "


"Tidak mungkin, kau pasti salah sangka, aku tidak mengikuti mu tuan"


"Jangan bersilat lidah, karena kau sudah tertangkap basah, sekarang cepat kau berikan kamera mu yang sudah memfoto ku bersama seorang wanita , cepat" teriak Louis


"Aku..... aku tidak tahu apa maksud mu tuan, tolong lepas kan aku sekarang juga"


"Apa kau kira aku mau melepaskan kau begitu saja hah? jika kau tidak mau menyerahkan kamera itu, maka, aku akan menggoreskan pisau ini tepat di kulit leher mu"


"Baiklah, tapi tolong jauhkan dahulu pisau mu itu, "


Louis langsung merenggang kan pisau tesebut, dan Albert yang merasa mempunyai kesempatan untuk kabur pun langsung menyikut perut Louis dengan kekuatan penuh,


Louis yang merasa terkejut mulai menjauh dari Albert, membuat Albert mempunyai kesempatan untuk melarikan diri,


"Brengsek, apa kau kira kau bisa kabur dari ku hah! " teriak Louis marah


Dengan cepat Louis kembali menarik tangan Albert dan memberikan nya tinju mentah...


Buukk.......


Albert terhuyung kebelakang, membuat kamera yang ada di saku baju nya jatuh ke atas lantai


Brakk.........


Louis yang mempunyai kesempatan untuk mengambil nya pun mulai berlari ke arah kamera tersebut, tapi belum sempat tersentuh, Tiba-tiba Albert sudah menahan nya dan memberikan nya bogem mentah tepat di wajah


Bukkk....


Louis sedikit terhuyung kebelakang, merasakan sakit di sudut bibir nya,


"Bangsat kau pria sialan" teriak Louis marah,


Dia mulai Meencekram kerah baju pria tersebut, dengan tangan yang terkepal kuat..


"Hiiaaattttt.....


" Berhenti Louis " teriak Emeli tiba-tiba


Louis langsung menghentikan gerakkan tangan nya tersebut, membuat penguntit itu menolak tubuh Louis dan mengambil kamera yang terjatuh, selanjutnya dia langsung berlari dengan kencang...

__ADS_1


__ADS_2