
"Mark..... "
" Albert...... "
Teriak ke-dua orang secara bersamaan, Kedua nya jatuh ke atas lantai secara bersamaan juga, membuat kedua orang dan yang lain nya langsung merasa panik..
Alexander langsung berteriak memanggil mafia milik nya yang berjaga di luar ruangan VIP tersebut,
Begitupun dengan Louis, dengan cepat dia mengangkat tubuh Albert di bantu oleh Jason dan juga Asisten Mike...
"Kau harus bertahan Al... "
Ucap Louis dengan perasaan sedih,mereka bertiga pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan tergesa-gesa,
Sedangkan Alexander sudah tidak memperdulikan musuh nya lagi, dia fokus mengangkat tubuh Mark yang juga sama mengenaskan nya...
"Bertahan lah Mark..., kau adalah calon menantu ku, pewaris untuk kekuasaan dan kekayaan ku, aku mohon"
Ucap Alexander yang dibantu oleh 5 orang mafia,
Setelah keluar dari cafe tersebut, Alexander langsung menaiki mobil milik nya ke arah rumah sakit yang dia miliki,
Mark Wilson, terkena tembakan hampir tepat di jantung nya, yang mengakibatkan Mark langsung jatuh dan pingsan..
"Bangsat.... aku akan membunuhmu Louis Anderson, kau benar benar sudah menantang ku, "
ucap Alexander geram, setengah jam perjalanan akhirnya mereka telah tiba di rumah sakit milik Alexander,
Dengan cepat Alexander memerintah kan para petugas medis untuk menangani Mark Wilson yang sudah kritis...
******
Begitupun dengan Louis dan yang lain nya, saat ini dia membawa Albert kembali ke dalam markas, di sana sudah tersedia alat medis yang lengkap dan juga dokter yang handal....
Dengan melewati jalan rahasia, akhirnya mereka bisa lebih cepat sampai di markas besar..
"Bertahan lah Albert"
Ucap Louis membuat mereka yang berada di dalam satu mobil mulai menatap Louis heran..
Karena setahu mereka, pria yang sedang bertaruh nyawa untuk menyelamatkan bos mereka dari tembakan Mark adalah pria yang bernama Nico, tapi mengapa bos memanggilnya dengan nama Albert..
Sesampainya di perkarangan Markas, Louis dan anak buah nya langsung mengangkat tubuh Albert yang sudah pingsan tak berdaya..
__ADS_1
Mereka menaruh Albert di atas Brangkar dan membawa nya keruangan perobatan,
Dokter Zico yang beberapa bulan sudah bergabung dengan mafia milik Louis , langsung memeriksa ke adaan Albert yang terlihat Kritis..
"Tuan, sebaiknya anda tunggu di luar dulu bersama yang lain nya, biarkan saya bekerja dengan fokus, karena saya akan melakukan operasi untuk luka yang terkena tembakan bos"
"Baiklah, tidak masalah Dokter, tolong kau selamatkan dia, karena dia sudah bertaruh nyawa untuk melindungi ku... "
"Baik tuan, akan saya lakukan"
Ucap dokter Zico, setelah itu mereka semua mulai berjalan keluar dari ruangan tersebut, dan Dokter Zico langsung menutup pintu perawatan dengan rapat...
Setiba nya di luar ruangan, Asisten Mike langsung mendatangi bos besar mereka yang tampak sangat berantakan...
"Bos..., apa sebaiknya anda tidak membersihkan diri terlebih dahulu? "
"Tidak..., biarkan aku seperti ini"
Jawab Louis yang sudah duduk di atas lantai, saat ini dia benar benar merasa marah dan kecewa,
Bagaimana bisa, sahabat nya sendiri, rela berkorban dan melindungi diri nya dari tembakan yang Mark Wilson layangkan,
Apakah Albert saat ini telah menyadari, siapa dia sebenarnya,..
"Dasar bodoh..., kenapa kau menjadi tameng untuk ku Albert, padalhan tanpa kau lindungi pun aku sudah tahu jika dia akan menembak ku, dan aku sudah bersiap untuk menangkap peluru itu, tapi.... kau tiba-tiba datang mendorong ku dengan kuat... kenapa Albert.. apakah kau sudah menyadari siapa aku sebenarnya? "
Tak lama kemudian, pintu ruang perawatan telah terbuka, disusul dengan keluar nya dokter Zico beserta para perawat mafia yang membantu dokter tersebut.
Louis langsung bangkit dari duduk nya berjalan mendatangi dokter tersebut..
"Bagaimana Dok...? " tanya Louis panik
"Dia selamat tuan, tapi ke adaan nya masih sangat kritis, untung saja peluru itu tidak mengenai jantung nya, jadi dia masih bisa diselamatkan"
"Bagus lah,.... aku sangat takut jika terjadi sesuatu dengan nya, lalu kapan dia sadar dokter? "
Tanya Louis dengan wajah khawatir, membuat kedua pria yang berada di belakang nya mulai mengerutkan kening mereka..
"Saat ini dia masih syok dan dalam keadaan pingsan, jika tidak besok mungkin lusa dia akan siuaman,"
"Ya sudah tidak apa apa, terimakasih karena kau sudah berhasil menyelamatkan dia, sekarang kau bisa pergi beristirahat"
"Baik, terimakasih tuan, kami permisi.. "
__ADS_1
Setelah kepergian dokter Zico dan juga perawat mafia, Louis langsung membalikkan tubuh nya menatap ke arah Asisten Mike dan juga jason...
"Kalian bedua, lakukan penyerangan ke markas mafia milik Alexander, ingat gunakan trik yang aku ajarkan, bagi menjadi dia kelompok, satu kelompok memancing mangsa, dan satu lagi menyerang masuk kedalam markas, apa kalian berdua mengerti? "
"Kami mengerti bos, kami akan bergerak sekarang juga"
"Iy, aku tunggu kabar baik dari kalian semua"
Ucap Louis, dan mereka berdua langsung pergi menjalankan perintah yang Louis berikan..
Setelah kepergian anak buah nay, Louis kembali membuka pintu dan masuk kedalam ruang perawatan tersebut,
Setiba nya di dalam, Louis menatap nanar ke arah sahabat nya Albert, pria yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup nya saat berada di kampung halaman,
Mereka akhirnya berpisah karena ayah Louis mendapat pekerjaan di kota, dan mengharuskan mereka untuk pindah ke kota,
Dan beberapa tahun tinggal di kota, Louis mendapatkan penawar pekerjaan untuk bergabung di geng mafia milik Alexander, karena kepiawaian nya dalam bekerja akhirnya salah satu ketua nya di dalam Gang mengusulkan agar Louis Anderson mengikuti tes pemilihan supir untuk keluarga Alexander Guzman,
Saat itu lah, nasib berpihak baik kepada nya, akhirnya Louis menjadi sopir pribadi keluarga Alexander Guzman...
"Untuk apa kau menyusul ku ke kota dan bergabung dengan Mark Wilson Albert..? apakah kau ingin menjadi seperti ku? , aku benar-benar salah karena telah menceritakan kebahagiaan ku saat bergabung menjadi anggota mafia Alexander, karena mereka tidak sebaik yang aku ceritakan Al..., ini semua salah ku"
Ucap Louis bersedih, tak lama kemudian, terdengar suara handphone yang berdering di dalam saku celana milik Albert.
Dengan cepat Louis langsung berjalan mencari benda pipih tersebut, dia merogoh saku celana Albert dan mengambil handphone milik nya...
"Hallo... "
Sapa Louis di telfon..
"Albert, sekarang juga kau harus kembali ke markas, atau jika tidak ibu mu yang berada di rumah sakit, akan mati di tangan kami.. "
"Apa maksud perkataan mu hah? " tanya Louis emosi
" Jangan membentak kami Albert, kau pasti saat ini sedang terluka akibat terkena tembakan yang di layangkan oleh bos Mark, dasar bodoh, jika dalam 30 menit kau tidak tiba di tempat lokasi yang kami kirimkan, maka kau akan melihat jasad ibu mu yang sudah menegang.. "
"Baik... aku akan datang kesana, jangan kau sentuh ibu ku"
"Okey, 30 menit dari sekarang.. "
klik...
Setelah panggilan tersebut mati, Louis langsung menatap ke arah Albert yang masih terlelap tidur..
__ADS_1
"Beristirahat lah Albert, aku akan menggantikan mu dan menyelamatkan ibu mu, "
Ucap Louis langsung pergi keluar dari ruangan tersebut...