
"Lepaskan aku bajingan!! "
Teriak Jessica mencoba memberontak, sedangkan Mark hanya tersenyum menyeringai melihat reaksi dari wanita tersebut..
Dia masih mencekal pergelangan tangan Jessica dengan sangat kuat, membuat wanita tersebut meringis merasakan sakit
"Kau tidak akan mendapatkan apapun jika menangkap ku, karena aku tidak tahu menahu soal Louis Anderson"
Jelas Jessica mencoba berbohong, tak lama kemudian, Mark mulai menarik tangan Jessica agar wanita itu dapat bangkit berdiri kembali...
"Bangun lah, jangan duduk seperti itu di aspal, kau terlihat sangat menyedihkan"
Ucap Mark membantu Jessica untuk berdiri kembali, dan Jessica mulai mengikuti perintah tersebut, dia mencoba berdiri dengan tangan yang masih di pegang erat oleh Mark..
Setelah itu, Mark mulai menarik tubuh Jessica agar berjalan mengikuti nya ke arah mobil..
"Kau mau membawa ku kemana? kenapa kau tidak melepaskan ku juga! " teriak Jessica berusaha memberontak kembali
"Kau tidak akan melepaskan mu begitu saja, karena kau adalah senjata yang ampuh untuk kami, sekarang, masuklah, dan tetap tenang di dalam"
Ujar Mark langsung membuka pintu mobil belakang, dan mendorong tubuh Jessica dengan paksa, sehingga wanita itu, terjelungup di kursi mobil...
"Aku tidak mau, kenapa kau memaksa ku, lepas kan aku sekarang juga"
Teriak Jessica tak menyerah, Dengan cepat Mark mulai menutup pintu mobil, sedangkan Pria yang berada di samping Jessica langsung menutup mulut wanita itu, dengan sebuah sapu tangan....
Beberapa detik kemudian, Jessica pun mulai memejamkan mata nya, dan saat ini Mark telah masuk kembali ke dalam mobil, di samping nya seorang pria berwajah cacat mulai menatap Mark dengan tatapan tajam...
"Kenapa kau menculik seorang wanita? apakah dia yang bernama Emeli? "
Tanya pria tersebut yang tak lain adalah Pablo,
"Bukan paman, mana mungkin Emeli ku berwajah jelek seperti dia," Jawab Mark tersenyum mengejek...
"Benarkah dia jelek, aku rasa dia sangat lah cantik"
"Oh.., apakah paman tertarik dengan nya, jika paman mau, paman bisa menikmati nya"
Kata Mark sambil menatap ke arah belakang, tak lama kemudian, mereka bertiga mulai tertawa bersama...
__ADS_1
Setelah itu, Mark mulai melanjutkan perjalanan nya, menuju ke tempat persembunyian yang menjadi markas nya dahulu...
Di dalam Mobil, Pablo dan juga Jack mulai merencanakan penyerangan untuk Louis Anderson, mereka semua ingin mengepung markas milik Louis dan menguasai tempat tersebut..
Berita tentang senjata canggih yang dimiliki oleh Louis mulai terdengar di seluruh para setiap anggota mafia diseluruh dunia, dan mereka yang memang mengincar senjata langka itu, mulai berbondong-bondong untuk merebut nya dari sang pemilik...
"Bagaimana dengan kondisi di bagian timur, apakah mereka masih menyerang? "
Tanya Pablo penasaran...
"Sudah tidak, karena mafia Tiger fang yang menyerang mulai pergi melarikan diri"
"Benarkah!! aku kira mereka itu hebat, tapi ternyata sama saja dengan para pengecut yang pintar berbicara"
"Paman.., jangan terlalu meremehkan mereka, karena aku dulu juga sama seperti dirimu, tapi apa yang aku dapat kan sekarang, semua kekuasaan dan juga harta milik ku, habis tak tersisa, Louis adalah pria yang sangat licik paman, dia selalu menyusun strategi penyerangan dengan sangat matang"
Jelas Mark memperingatkan, membuat Pablo dan juga Jack langsung tertawa terbahak bahak..
"Apakah kau meragukan kekuatan kami Mark..! bahkan 10 orang Louis pun aku sanggup mengalahkan nya"
"Iya.., bukan seperti itu paman, tapi aku merasa jika Louis bukan lah orang sembarangan, dia memiliki kepintaran dan juga ilmu bela diri yang melebihi manusia pada umum nya, bahkan kehebatan nya dalam bertindak, sangat rapi seperti seseorang yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi kedepan nya"
Jawab Jack tertawa lucu, di ikuti oleh Pablo yang juga ikut tertawa
Sedangkan Mark hanya diam tanpa memberikan tanggapan nya, dia berharap Semoga saja yang di ucapkan oleh Jack ada benar nya, jika Louis menang karena keberuntungan....
Beberapa jam kemudian, mereka telah tiba di markas tersembunyi milik Mark Wilson, seperti nya hanya tempat ini lah yang belum terlacak oleh Louis,
Karena markas tersebut masih sama seperti saat dia tinggalkan sebelum nya...
Setelah itu, dia pun mulai mengeluarkan menggendong tubuh Jessica, mereka akan mengurung wanita tersebut sampai wanita itu mau di ajak bekerja sama...
****
Sedangkan di wilayah bagian timur, Louis beserta mafia Tiger Fang mulai bersembunyi di semak belukar, mereka memantau pergerakan musuh yang kini mulai beristirahat setelah membalas serangan dari kelompok Albert...
sedangkan kelompok mafia yang di ketuai oleh Albert, mulai bergabung dengan Louis dan juga mafia yang lain nya
"Bagaimana Al? apakah kau melihat Mark dan juga Pablo? "
__ADS_1
Tanya Louis berbisik,
"Tidak, aku tidak menemukan mereka, aku rasa mereka telah menyelinap keluar dari wilayah ini tanpa kami ketahui, "
"Benarkah...!! sepertinya Mark sudah mencium rencana kita ini, jika begitu sekalian saja kita habisi para Sekutu yang membela nya"
Perintah Louis dengan perasaan marah, sedangkan Albert mulai tersenyum menyeringai...
"Dengan senang hati teman, jika begitu mari kita serang mereka"
Ajak Albert mulai mengokang senjata milik nya, dan setelah itu dia langsung menatap ke arah belakang memberi aba aba kepada para mafia yang sudah Siap dengan senjata mereka...
"Ayo kita serang mereka, agar mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa"
Dengan cepat para mafia Tiger Fang mulai berjalan dengan cepat, mereka menyusuri tempat tersebut yang mulai terasa sunyi..
Srekkk.....
"Aakhhh....... "
Teriak mereka yang di tebas oleh Albert menggunakan pedang yang dia pegang, tak lama kemudian, para musuh yang lain mulai keluar dari tempat peristirahatan, dan Louis yang sudah mengepung dari arah belakang langsung menguarkan senjata nya untuk menghabisi musuh secara brutal..
Dorr....
Dorr....
Dor.....
Suara tembak saling bersahutan, menggelegar di keheningan malam, ... para Mafia Tiger Fang bergerak menyerang tanpa memberi pengampunan untuk para musuh...
Sehingga Sekutu dari Mark Wilson mulai berjatuhan, dan tersisa lah kedua bos Mafia tersebut, yang langsung di todong kan senjata oleh Louis dan juga Albert...
"Menyerah atau mati"
Tanya Louis menatap mereka berdua,
"Tidak akan, lebih baik mati dari pada harus menjadi tahana abadi mu Louis Anderson"
"Baiklah, jika itu yang kau minta... "
__ADS_1
Dorr...