
Mark Wilson tersenyum miring atas perlakuan yang di lakukan oleh Alexander, dia langsung bangkit dari duduknya dan memutar arah menatap Alexander
Sambil menyilangkan kedua tangan nya, Mark tersenyum menyeringai membuat Alexander merasa heran dan menatap nya dengan intens
"Kenapa kau menatap ku seperti itu? " tanya Alexander
"Menurut paman, kenapa...? "
"Mana aku tahu, sudah lah aku sedang tidak bersemangat saat ini" ucap Alexander menunduk..
"Paman, aku rasa kau sudah salah mengambil keputusan,aku perhatikan setiap paman marah, pasti paman selalu menembak mati para mafia, apakah paman tidak takut jika mafia milik paman akan semakin habis... "
Ujar Mark membuat Alexander kembali menatap dirinya dengan tatapan tajam
"Apa maksud perkataan mu Mark? apa kau kira mafia ku di negara ini sangat sedikit hah! bahkan diluar negara pun aku memiliki anggota mafia yang sangat banyak, jadi jangan panik seperti itu Mark"
"Bukan panik paman, tapi aku hanya ingin mengingatkan paman saja,karena menurut perkiraan ku, disetiap hari nya paman telah kehilangan para anggota mafia paman, akibat ulah dari musuh kita, "
"Haha......, oh jadi maksud mu, karena Louis sialan itu sudah berhasil menghabisi mafia ku, jadi kau berfikir jika aku akan kekurangan anggota mafia begitu! "
"Iya paman... " jawab Mark singkat.
Setelah mendengar Jawaban dari Mark, Alexander pun langsung bangkit dari duduk nya dan mendekati Mark berdiri
Dia mulai memukuli pundak Mark dengan pelan, sambil tersenyum menyeringai
"Jangan panik seperti itu Mark, kau terlihat seperti seorang pengecut saat ini, bukan kah kau adalah calon menantu ku, pewaris dari kekuasaan, dan kehebatan ku di negara ini,"
"Cih......, apa semua itu masih berlaku paman! memang nya aku akan menikah dengan anak paman yang mana, ? " tanya Mark mengejek
"Tentu saja dengan putri paman yang sangat cantik dan manis, Emeli Guzman"
"Hahaha........, apa paman yakin itu semua akan terjadi? bukti nya hingga sekarang saja paman tidak bisa menemukan keberadaan nya"
"Iya..., kau memang benar Mark, tapi sebentar lagi paman yakin akan menemukan dimana anak itu berada, oya kau menginap lah disini karena besok kita akan melakukan pertemuan kepada musuh kita "
"Baiklah paman, tapi.... sepertinya aku tidak ingin memakai kamar tamu malam ini"
__ADS_1
"Lalu... kau mau memakai kamar yang mana? " tanya Alexander heran
"Aku ingin memakai kamar Emeli, untuk meluapkan rasa rindu ku terhadap dirinya"
Jawab Mark membuat Alexander langsung tersenyum bahagia,
"Baiklah, kau boleh menggunakan kamar nya yang berada di lantai atas, oya terimakasih ya Mark karena kau sudah setia menantikan putri ku kembali" ucap Alexander memuji
"Tentu saja paman, itu ku lakukan karena aku sangat mencintai putri paman"
Jawab Mark tersenyum meyakinkan, membuat Alexander langsung memeluk tubuh Mark dengan sayang..
"Wah... kau benar benar calon menantu yang sangat ideal Mark, pilihan ku memang lah sangat tepat"
"Terimakasih paman"
Jawab Mark bahagia, setelah itu Alexander langsung melerai pelukan nya dan pergi menuju ke kamar milik nya yang ada di lantai bawah
Sedangkan Mark saat ini mulai tersenyum bahagia
"Percaya lah kepada ku paman, agar kau selalu menjadikan aku menantu ideal mu, yang akan mendapatkan seluruh harta dan kekuasaan serta istri yang tak kalah cantik, persetan dengan cinta, karena yang aku inginkan hanya harta serta putri mu Paman Alexander yang bodoh"
Sesampainya di kamar mewah tersebut, Mark langsung berbaring di atas ranjang yang sangat empuk dan bersih, kamar yang tercium wangi dari parfum Emeli, masih terasa menghiasi kamar itu,
Karena walaupun sudah dua bulan di tinggal kan Papa Alexander tetap saja menyuruh para pelayan nya untuk setiap hari membersihkan kamar tersebut..
"Wangi sekali..., aku jadi merindukan mu Emeli" ujar Mark membayangkan wajah Emeli,
Dan tanpa sengaja, Tiba-tiba mata nya melihat ke arah meja nakas yang terdapat beberapa foto yang berjejer di dalam album putih,
Mark langsung bangkit dan duduk di tepi ranjang sambil menatap foto tersebut,
"Bangsat...., ternyata dia masih menyimpan foto pria ini, kenapa paman Alexander tidak membuang nya ke tempat sampah"
Ucap Mark marah, dan langsung membanting foto album tersebut,
Taarrr........
__ADS_1
Serpihan kaca mulai berserak di atas lantai, setelah itu dia langsung mengambil foto itu dah merobek nya hingga menjadi serpihan kecil,
"Kau sudah mati Louis, dan kau tidak pantas ada di kamar kekasih ku, lihat saja kau Emeli, jika aku menemukan mu, aku pastikan aku akan merenggut kesucian mu agar kau tidak pergi dari ku untuk selamanya, aku yakin pasti akan tiba saat yang aku ucapkan ini Emeli"
Teriak Mark emosi, setelah itu dia mulai menenangkan diri nya kembali dan beranjak naik ke atas ranjang..
******
.
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di markas besar, saat ini Louis memutuskan untuk menginap di kamar yang ada di dalam markas,
Malam ini, dia ingin memantau pergerakkan pria yang telah dia curigai sebelum nya, kebetulan seluruh area Markas dan juga kamar para Mafia memiliki CCTV yang tersambung di setiap sudut nya, jadi memudahkan Louis untuk memantau pergerakkan penyusup tersebut..
"Malam ini juga, aku pasti bisa melihat wajah mu itu, dan mengetahui apa saja yang akan kau rencanakan"
Ujar Louis sambil menatap ke arah laptop milik nya yang tersambung dengan CCTV, saat ini dia sedang memperhatikan bilik kamar milik Penyusup tersebut bersama ke tiga mafia lain nya,
Terlihat dari CCTV tersebut, jika pria itu belum juga membuka penutup wajah nya, seperti nya dia sengaja agar tidak di kenali oleh ke tiga orang mafia yang berada di kamar itu
Hingga beberapa menit kemudian, Louis dikejutkan dengan suara telfon yang berdering di handphone milik nya..
"Hallo sayang.. " sapa Louis kepada sang kekasih, sambil tersenyum bahagia
" Halo juga sayang, sayang... kenapa sampai saat ini kamu belum tiba juga di villa? "tanya Emeli panik
" Sayang, maaf Karena aku lupa memberi tahu mu, malam ini, aku tidak pulang ke villa dan kau....
"Kenapa tidak pulang Louis...! lalu kau tidur dimana saat ini, dan bagaimana dengan ku, aku tidak mau tidur tanpa kamu" ucap Emeli sedih
"Jangan seperti itu sayang, aku melakukan ini karena ada hal penting yang sedang aku kerjakan, bagaimana jika kamu menyuruh Jessica untuk tidur menemani mu malam ini, bukan kah saat ini kalian berdua sudah berteman"
"Baiklah, aku akan mengajak nya menemani ku tidur,.. sayang kau harus menjaga kesehatan dan ke amanan ya..! "
"Okey sayang..., aku pasti.......
" Dia..... "
__ADS_1
Teriak Louis yang sedang memantau kamera CCTV tersebut...
"Tidak mungkin" teriak Louis meraup wajahnya,