
Setelah wasit memberi tanda dimulainya pertandingan, para peserta yang sudah tidak lagi mampu menahan ambisinya memenangkan pertandingan langsung menyerang dengan membabi buta.
Bang bang banggggg...
Dhuaarrrrrrrrr...
cring cring...
trang tranggggg..
Suara ledakan dan gemuruh dentuman senjata dari para peserta terdengar ke segala penjuru arena, tak sedikit dari peserta yang terlempar keluar arena. meski kesemua peserta berada pada tahap bumi namun level yang berbeda serta pengalaman dan tingkat keahlian penguasaan jurus membuat banyak peserta tak mampu bertahan.
Wen wen justru sebaliknya, dari tadi dia tidak menyerang, sambil menghindari serangan dengan lompat sana sini, wen wen mencoba untuk menguras tenaga lawan terlebih dahulu dan mempelajari sesegera mungkin kelebihan dan kelemahan lawan. Memang dia adalah jenius dari sektenya namun iu tak membuat wen wen lengah dan aroga jika berada dalam sebuah pertempuran karna dia sangat faham satu kesalahan kecil dapat membuat nyawanya terancam bahkan melayang.
Dari kejauhan Master Jun tersenyum melihat pola gerakan muridnya melompat lompat bagaikan harimau betina. selain kakek wen wen, master Jun lah orang yang paling mengenal wen wen.
Tak terasa 10 menit telah berlalu dan diatas arena hanya tersisa 8 peserta yang bertahan. setelah cukup lama menghindar dan mempelajari situasi, kini wen wen telah membuat urutan targetnya. 7 pendekar muda tadi bersiap kembali untuk saling jual beli serangan, tiba tiba mereka semua merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkan wen wen, cahaya putih kebiruan terpancar dari sekujur tubuhnya dan Bammmmmmmm suara ledakan bergema diarena membuat peserta yang tadinya bersiap menyerang kini menjadi siaga penuh.
"Oh jadi selama ini kamu memanfaatkan kami rupanya, membiarkan kami saling serang dengan tujuan menguras tenaga dalam kami kemudian mempelajari kelemahan kami semua. kamu sungguh licik" gumam seorang peserta dengan cakar emasnya yang merupakan senjata pusaka bumi.
__ADS_1
"hahaha ternyata kamu cukup pintar cakar emas, namun saya rasa itu sudah terlambat" wen wen tertawa dengan cekikikan melihat ekspresi lawannya yang sudah mengetahui rencananya.
meskipun ada dua peserta dihadapannya menggunakan pusaka bumi tetap saja wen wen tak gentar, karena memang tujuannya 10 menit terakhir adalah menguras tenaga lawan. wen wen paham untuk menggunakan senjata pusaka membutuhkan energi yang besar jadi jika berhasil menguras energi dari musuh terlebih dulu tentunya musuh tidak akan memberikan perlawanan yang maksimal meski menggunakan senjata pusaka.
"Kurang ajar kau gadis iblis, kau mempermainkan kami, akan kuhabisi kau dengan pusaka Kapak berlianku. matiiiiiiii kauuuuuuu" dengan teriakan lantang bercampur amarah seorang pendekar kapak melesat cepat kearah wen wen seakan dia ingin membelah tubuh gadis yang mempermainkannya sedari awal.
Dhuarrrrrrrrrrrrr
ledakan dahsyat terjadi setelah kapak itu menyentuh lantai arena. menyadari serangan kapak itu tak akan mungkin dengan mudahnya membunuh seseorang dengan aura yang dipancarkan wen wen sebelumnya, membuat pendekar cakar emas melesat cepat "Jurus cakar rembulan hiaaaa"
Crengggg crenggg crenggg
Naas setelah asap benturan kapak tadi dengan lantai arena menghilang, tampak 5 orang pendekar yang sudah tergeletak tak sadarkan diri dibawah kaki wen wen yang berada dipojok arena, dan yang lebih membuat pendekar cakar emas terhuyung kaget karna jurus cakaran rembulannya tersebut malah membuat pendekar kapak yang sempat bersekutu dengannya melawan wen wen akhirnya tumbang dengan kondisi pakaian compang camping dan disekujur tubuhnya terdapat bekas cakaran yang menyemburkan darah segar.
"Aa aa apaaa yang terjadi mengapa jadi begini" matanya melotot seakan pendekar cakar emas tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Khihihihi hei hei hei jangan kaget begitu, pasti kamu tak menyangkanya kan" wen wen tertawa licik seakan menikmati ekspresi lawannya.
"Jaa a diii kamu sengaja membiarkan pendekar kapak itu menyerangmu untuk menghasilkan debu bercampur asap pekat pada saat pusaka kapak itu menghantam arena agar saya bisa segera menyerangmu dengan jurus cakar rembulan sehingga tak mampu menghindarinya akibat kabut tersebut, tapi dengan memanfaatkan itu kamu malah menyerang dengan cepat kelima peserta yang sedang menaruh fokus pada ke dua jurus kami, namun seharusnya pendekar kapar dapat menghindari jurusku tapi kenapa dia diam menerimanya?" ekspresi kaget tak percaya dari pendekar cakar emas terlihat jelas saat berusaha mengevaluasi strategi yang dilancarkan wen wen.
__ADS_1
"ahahahhaaaa kamu memang benar tapi seperti yang kusampaikan tadi kamu sudah terlambat dan lagi lagi kamu terlambat mengetahuinya hahaha" dengan tawanya yang keras wen wen seakan sedang memberi tahu kepada lawannya bahwa kalian bukan lawanku.
Pendekar cakar emas berusaha menahan keterkejutannya namun dia sadar wen wen bukanlah tandingannya dan hanya ada satu difikirannya yaitu Menyerah, karena meski tak menyerah dia akan tetap kalah dengan kondisinya sekarang namun sebelum menyerah dia mengajukan pertanyaan "satu pertanyaan lagi dan jika kamu menjawabnya saya akan menyerah, tolong jelaskan kenapa pendekar kapak dengan pusaka bumi itu tak menghindari seranganku?".
"Ohhh itu, baiklah karena saya adalah gadis cantik dan baik hati maka saya akan memberimu sedikit bocoran. sebenarnya sebelum saya melompat keluar dari asap tadi, saya melemparkan obat bius yang mampu membuat seseorang dalam 1 kedipan pingsan, tapi sayang tampaknya seranganmu lebih cepat dari tubuhnya yang perlahan jatuh kearena makanya kondisinya jadi menyedihkan begitu, sepertinya kamu sangat kejam mencakar seseorang yang sedang pingsan huhhhh sungguh perilaku tak baik hahahaha" sungguh wen wen kali ini tertawa terbahak bahak karena telah mempermainkan mereka semua.
"Kaaaa kamuuu kamuu sungguh licik" pendekar cakar emas serasa ingin menyerangnya namun dia sadar dengan kondisi. Dia berfikir "dengan kepintarannya membuat strategi dan kondisi tubuhnya yang prima ditambah ketidak tahuanku dengan kemampuannya tentu akan memberikan ancaman besar bagiku, hummm sebaiknya saya menyerah dan terus bertahan hidup untuk menjadi kuat dan suatu saat engkau akan kubalas".
"Baiklah seorang lelaki tidak boleh menarik kata-katanya, wasit saya menyerah" ucap pendekar cakar emas sambil mengangkat tangannya.
"Hohohohooo ternyata pertandingan ke enam ini meski singkat namun kita beruntung dapat melihat seorang jenius ahli strategi dan tanpa basa basi saya umumkan pemenang pertarungan sesi ke 6 adalah Wen wen" dengan riangnya wasit itu mengeraskan suaranya seakan tak pernah melihat seorang jenius strategi perang.
Liu jie tiba tiba memecah keheningan diantara kelompok wen wen dengan berteriak dan berlari kearah wen wen. "horeee horee horeee kakak menang asikkk asikk selamat kakak, saya tidak menyangka kakak sangat hebat dalam mengatur strategi perang bahkan kakak sempat mengejek mereka haha, saya beruntung bisa memiliki kakak yang jenius".
"Ahhh kan sudah kakak bilang apapun yang terjadi saya akan memenangkan pertandingan ini khikhikhi" wen wen menjawabnya sambil berjalan menuju kelompoknya.
"Guru, semuanya maaf ya tadi agak lama mengurus mereka semua haha" wen wen kembali tertawa.
"Hummm wen sepertinya kelakuanmu tak pernah berubah, baiklah sekarang kita sisa menunggu pertandingan Liu jie lalu kemudian kembali ke penginapan untuk beristirahat, karena sekarang Liu jie menjadi adiknya wen wen tentunya dia menjadi bagian dari kita semua" ucap guru jun sambil memberi arahan.
__ADS_1
"Baik master" sahut semua orang dikelompok itu. namun berbeda dengan Liu jie, dia malah menampakkan mata yang berkaca kaca terharu melihat hal ini, Liu jie kemudian membungkuk dihadapan mereka semua "Kalian semua adalah orang baik, saya berjanji akan menjaga kalian" kemudian Liu jie kembali tegap dan menatap mereka semua dengan tatapan bahagia.