Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
54. Pusaka Kaisar Kegelapan


__ADS_3

Mendengar Iblis itu tak berhenti mengoceh membuat Sirei tertawa terbahak bahak, dia merapatkan bibirnya ketelinga iblis kegelapan dan membisikkan sesuatu.


Mendengar kata kata sirei barusan membuat mata iblis kegelapan terbelalak, ekspresinya seakan memberitahu bahwa sungguh dia salah memilih lawan.


"Maafkan kebodohanku yang tak mengenalimu, tolong lepaskan saya" Iblis kegelapan mengemis untuk nyawanya tanpa lagi perduli dengan gelarnya sebagai iblis kegelapan yang telah melegenda.


Melihat kejadian barusan membuat sirei tertawa terpingkal pingkal "Hahahahaaa dasar guoooblokkk kapokkk".


"Baiklah kamu akan saya lepaskan dengan satu syarat" kali ini Liu jie memasang ekspresi serius.


"Apa itu tuan?" Iblis kegelapan menjawab dengan sesegera mungkin melihat situasinya yang tidak menguntungkan.


"Uhmmmm saya belum punya syarat tunggu ya saya rapat dadakan dulu ahahaaaa" Liu jie tertawa karena merasa dirinya sangat lemah kalau urusan beginian.


Dia segera menghampiri sirei dan meminra usul, sedangkan sirei lagi lagi harus tertawa terbahak bahak melihat sikap Liu jie yang hebat tapi suka sembrono berkata kata.


"Uhmm jadi bagaimana menurutmu Rei? apa kita suruh saja dia yang masak Naga itu? atau kita suruh pergi belanja dikota semua masakan yang enak?" Liu jie berlagak seakan berfikir keras tentang syarat tersebut.


Melihat dan mendengar ucapan Liu jie membuat seluruh anggota bintang surgawi melongo dan jengkel terutama wen wen. dialam dimensi wen wen mengoceh "dasar tidak berguna masa kesempatan emas begini hanya mau digunakan untuk makanan hufttt".

__ADS_1


"Ayo rei, menurutmu usulanku hebat kan? yeeeaaaaa" Dengan penuh percaya diri dan dagu yang terangkat Liu jie bangga dengan idenya tersebut.


"Uhmmm tuan, sepertinya ide tuan sangat brilian tapi apa tidak disayangkan kalau kesempatan seperti ini dilepas hanya untuj makanan?" Sirei mencoba menolak ide itu dengan halus.


Tanpa fikir panjang Liu jie melompat dan menatap sirei dengan tajam "Uhmmm sepertinya kali ini kau sangat benar kawan, kita gabungkan ide, saya satu dan kamu satu trus nanti saya ralat persyaratannya menjadi dua ahahahaa, sepertinya saya makin meningkat dalam bernegosiasi".


Sebenarnya sirei ingin tertawa tapi takut menyinggung tuannya yang saat ini kekuatannya masih belum mampu terukur.


"Baiklah tuan, ada hal yang sangat dia sayangi terlepas dari nyawanya sendiri, sini tuan saya bisik" Sirei kemudian membisikkan ditelinga Liu jie idenya tersebut.


"Ahhhh masa sih? tapi tadi tak nampak kalo itu hebat. tapi tak apalah, nanti itu hadiah buat kamu saja asal jangan ganggu ayam panggang bumbu pedasku yah" Liu jie tersenyum sambil sedikit menitiskan air liur membayangkan nikmatnya ayam panggang dan masakan lainnya.


"Baiklah, persyaratan diubah menjadi dua dan tak ada tawar menawar. kalau kau tidak setuju maka setiap tulangmu akan kujadikan kayu bakar. yang pertama kamu harus kekota dan membeli semuaaaaaaa masakan enak yang ada terutama ayam panggang pedas dikaki gunung dan yang kedua saya menginginkan Gelang roda api yang berputar melingkar di kedua pergelangan kakimu".


"Tuuuaaannn taaa tapiii syarat yang kedua sangat berat tuan, apa tuan tidak bisa minta yang lain?" Iblis kegelapan sangat berat menyetujuinya mengingat gelang roda api tersebut adalah pusaka yang hanya ada satu dialam semesta dan satu satunya peninggalan Kaisar Kegelapan.


"Sepertinya kamu lebih sayang pada gelang itu daripada nyawamu, baiklah mending kamu saya binasakan dulu baru kemudian saya ambil gelang itu" Mata Liu jie tiba tiba berubah menjadi putih dan semakin menyilaukan keadaan sekitar.


"Tuuu tungguuuu tuan, baiklah saya setuju" Iblis kegelapan sangat mengenal jurus ini, sehingga membuatnya sangat ketakutan dan rela melepas apa saja demi selamat dari jurus ini.

__ADS_1


Hanya dalam sekejap mata Gelang roda api tersebut kini berpindah dan melekat dikedua pergelangan kaki Liu jie.


"Uhmmm tampaknya sangat pas denganku ya rei, ngomong apa gunanya ini hahaaaa" Liu jie lagi lagi memasang ekspresi berfikir keras sepetti biasanya.


melihat hal tersebut tak membuat sirei kaget lagi, dia faham betul bahwa Liu jie hanya mencoba tampak berfikir agar terlihat keren. Sirei kemudian memberi penjelasan lewat telepati seperti biasanya.


"Gelang roda api adalah pusaka peninggalan kaisar kegelapan, siapa saja yang memiliki dan mampu mengendalikannya maka takkan tertandingi didunia kegelapan. semakin kuat pemiliknya maka semakin mematikan serangan yang dihasilkan dari roda tersebut. kalau tuan masih belum faham nanti saya jelaskan lebih detil dalam perjalanan".


"Ohhh begitu, baiklah sekarang saya akan melepasmu dan segera penuhi persyaratan pertama, tapi kalau kamu kabur maka saya berjanji akan mencarimu sampai keujung dunia" Liu jie menatap mata iblis kegelapan dengan penuh intimidasi seakan matanya berkata jangan membuat kesalahan.


"Baiklah tuan, saya berjanji"


Bummmmmmmmmm


Rantai tersebut kini kembali masuk kedalam telapak tangan Liu jie diiringi suara ledakan kecil pada tubuh sang iblis kegelapan. tanpa membuang waktu iblis kegelapan dengan sigap menghilang ditengah kepulan energi hitam yang menyelimutinya.


"Ahhh sekarang kita sisa menanti makan siang, ayoooo semuanya kumpulllllll" Liu jie dengan santainya mengundang semua pendekar yang tadi sedang bertarung untuk kumpul menanti makan siang. satu persatu anggota bintang surgawi pun muncul dari alam dimensi Liu jie.


Para pendekar mendekat dengan penuh rasa takut setelah tau kebenaran dan kehebatan Liu jie, mereka lebih memilih jadi anak penurut demi selamat dari maut.

__ADS_1


"Sirei, tarik aura pembunuhmu dulu. itu bisa membuat mereka semua pingsan, sekarang mending kamu ceritakan padaku cara menggunakan pusaka baru ini ikhihihii" Liu jie tertawa kecil karena penasaran roda api yang kecil ternyata adalah pusaka yang sangat istimewa.


__ADS_2