Legenda Dewa Perang

Legenda Dewa Perang
29. Semangat Juang Kerajaan batu lima


__ADS_3

Merasakan sendiri efek dari kekuatan jurus Liu jie membuat Xie Xue si singa api berlutut dihadapan Liu jie "Anak muda saya mengaku kalah, Aura yang kamu keluarkan sudah cukup memberikanku gambaran betapa mengerikannya dirimu, sebelum saya menjadi binatang tungganganmu bolehkah saya mengetahui siapa sebenarnya sosok yang akan menjadi tuanku?".


"hehe kamu terlalu berlebihan, saya hanya manusia biasa yang mendapat keberuntungan menjadi murid dari dewa naga emas" Liu jie menjawab pertanyaan xiu xue dengan sedikit menggaruk kepalanya.


Mendengar jawaban tersebut membuat Xie xue belum yakin sepenuhnya, dia berfikir bahwa masih ada yang Liu jie sembunyikan namun tetap saja membuatnya terkejut mengetahui bahwa Liu jie merupakan murid langsung dari Shangdi.


"Dewa andai saja dari awal saya tau kalau pemuda itu muridmu, tentu saja saya tak perlu merasakan tekanan serangannya yang hampir membuat organ dalamku pecah. Menjadi tunggangan Liu jie akan menjadi sebuah pencapaian tertinggiku dikehidupan ini" Xie xue melirik ke arah shangdi dan segera menghampiri Liu jie dengan membungkukkan badan seraya memberi tanda bahwa dirinya siap ditunggangi.


Didalam hati, Xie xue sungguh bangga bisa terpilih menjadi tunggangan murid seorang dewa "Tak kusangka perbuatan baikku selama ini dengan menjauhi kejahatan membuatku mendapat kehormatan dari kaisar langit untuk mendampingi Liu jie".


"Baiklah xie xue, saya akan menjelaskan situasi yang akan kita hadapi" Liu jie mengelus bulu api xie xue dengan lembut sambil menyampaikan tujuan kedatangannya di bukit ini.


Bulu api milik xie xue memiliki hawa panas yang sangat menyengat namun bagi mereka yang dikehendakinya, bulu api tersebut takkan berpengaruh apapun. hal tersebut sebagai salah satu pertahanan alami yang dimiliki xie xue.


Setelah menjelaskan keadaan tentang pasukan kekaisaran benua api dan kerajaan batu lima, kini Liu jie segera memperkenalkan satu persatu kepada xie xue. lagi lahi xie xue terperanjat kaget setelah mengetahui bahwa dikelompok ini terdapat sosok Moyu si siluman ular bulan dan Sirei si Iblis perang.


"Tuan, meskipun jumlah kita sedikit namun kualitas kekuatan yang kita miliki melebihi kekuatan benua api. Saya sangat yakin akan hal ini tuan karena saya adalah tokoh legenda kebesaran kekaisaran benua api masa lalu". xie xue memberikan penjelasan panjang lebar ini karena mengetahui selain wen wen, mereka yang ada dikelompok ini dapat dikatakan sebagai pasukan pemusnah.


"Saya tak berniat untuk menghancurkan Kekaisaran benua api, saya hanya ingin memberi pelajaran kepada mereka agar mengubur niat mereka. kita cuma perlu membunuh ke tiga jenderal besarnya, jadi dengan kematian mereka bertiga tentu akan menjadi pukulan berat bagi pasukannya sehingga menarik diri dari medan peperangan" Liu jie mencoba menjelaskan rencananya tersebut.


"Tapi tuan mengapa tak sekalian kita musnahkan mereka semua?" Sirei yang selama perjalanan hanya diam kininangkat bicara.


"Apa kamu tau bahwa ada sosok istri, anak dan kerabat yang menunggu mereka pulang? Sirei saya tau julukan iblis perang yang melekat padamu bukan karena kamu memiliki hati pemaaf tapi saya ingin kamu mulai belajar bahwa memberi kehidupan jauh lebih baik daripada mengambil kehidupan, ada saatnya kita harus membunuh dan melepas, potong kepala musuhmu maka seluruh anggota tubuh lainnya akan ikut mati, sampai disini apa kamu faham saudaraku?" Liu jie menjawab sirei namun jawabannya disertai penekanan yang tegas dan menyisipkan sedikit petuah didalamnya.


Sambil mengangguk anggukan kepalanya, Sirei tersenyum mendengar jawaban Liu jie, dalam hati dia berfikir "Ternyata semakin kesini saya semakin yakin bahwa Liu jie adalah reinkarnasi dewa perang, sikapnya yang tegas, berani, sedikit konyol dan penuh dengan keadilan sangat menyerupai sikap sikap dasar dari dewa perang".

__ADS_1


Kemudian sirei memberikan jawaban yang membuat mereka semua bergidik takut kecuali Shangdi dan Liu jie, "Saya bangga bisa mendampingimu tuan, namun jika engkau menginginkan diriku memusnahkan satu benua maka perintahkan dan akan kumusnahkan seisi benua tersebut".


Tentu saja perkataan Sirei tadi membuat Wen wen, Moyu dan Xie xue sedikit pucat, bagi mereka bertiga sosok yang dapat memusnahkan satu benua bukanlah sosok yang dapat disinggung. mereka bertiga hanya bisa menelan ludah. Namun berbeda dengan Liu Jie dan Shangdi.


"Baiklah, akan ada masanya saya membiarkanmu bersenang senang tapi untuk saat ini target kita hanyalah ketiga jenderal itu" Liu jie pun tersenyum melihat sikap sirei yang mampu mengontrol diri meskipun memiliki kekuatan yang mengerikan.


Shangdi yang sedari tadi hanya diam dan menyaksikan kini lagi lagi tersenyum melihat Liu jie semakin dewasa dan mampu mengontrol pasukan kecilnya.


"Baiklah Jie'er mulai dari sini saya serahkan kepadamu, kamu harus belajar menjadi sosok pemimpin. Mulailah dengan kelompok kecilmu ini, Apa ada yang keberatan dengan hal ini?" Shangdi melirik mereka semua satu persatu dengan menyipitkan mata untuk melihat dengan jelas pancaran mata ketulusan atau rasa keberatan dari mereka.


"Saya sangat setuju" sahut Sirei dengan sigap.


"saya juga, saya juga, saya juga setuju" Wen wen, Moyu dan Xie xue serentak menganggguk setuju dengan keputusan Shangdi.


"Baiklah, Jie'er pelajari situasi sebelum mengambil tindakan. ingat nyawamu dan pasukanmu berada ditanganmu" setelah memberi nasihat kepada muridnya, tiba tiba shangdi masuk kembali ketubuh Liu jie dan menjadi tatto seperti biasanya namun kali ini dia membentuk Shangdi memenuhi tubuh Liu jie tanpa sedikitpun celah tubuhnya kosong dari tatto.


Suara gemuruh terdengar dari kejauhan, seakan tanah mengalami goncangan gempa. hentakan kaki pasukan kekaisaran benua api membuat pasukan kerajaan batu lima sedikit merasakan ketakutan dan kehilangan semangat berperang. terlebih lagi bala bantuan dari kaisar Qyu wei belum tiba.


Raja batu lima serta pasukan menyadari bahwa untuk saat ini mereka hanya bisa bertahan dari gempuran gempuran pasukan lawan sambil menunggu bantuan tiba, akan tetapi satu hal yang tak di prediksi oleh mereka semua bahwa sebentar lagi kemenangan akan ada dipihak kerajaan batu lima berkat pasukan kecil Liu jie.


Kini jarak pasukan kekaisaran benua api hanya lima kilometer dari gerbang kerajaan batu lima, Panglima perang kerajaan batu lima yang bernama Xiaohe berdiri dibelakang sang raja yang bernama Songhye dimenara benteng kerajaan. Xiaohe dan Songhye menelan ludah melihat lautan manusia dihadapannya, namun Xiaohe dikenal dengan sosok berprinsip lebih baik mati tak bersisa daripada harus lari bagai pengecut.


Xiaohe meminta ijin kepada Songhye untuk membangkitkan semangat kepada pasukan setelah melihat ada rasa gentar yang menyelinap di hati pasukan pasukannya.


setelah mendapat ijin, Xiaohe mengumpulkan tenaga dalamnya kemudian menghunuskan pedang kelangit sambil berteriak dengan keras dan lantang keseluruh penjuru kerajaan hingga suaranya bisa didengar bahkan tikus didalam lubang sekalipun.

__ADS_1


"Saudara setanah airku Ingatlah Hari ini akan dikenang sepanjang masa


Berjuanglah dan Angkat senjata kalian dengan gagah berani


Ukirlah nama kalian sebagai salah satu pahlawan kebebasan


Jadikan hari ini sebagai kisah kepahlawanan pengantar tidur bagi generasi berikutnya


Buatlah anak cucu kita kelak bangga akan keberanian para leluhurnya yang tak kenal kta gentar menghadapi maut


Berjuanglah bersamaku, Jadilah Tameng utama Kekaisaran kita dan ukirlah nama kalian dalam sejarah kepahlawanan Kekaisaran Benua Besi hingga tak ada satupun orang diseluruh penjuru yang akan meragukan keberanian Kerajaan Batu lima".


Teriakan Xiaohe ternyata sesuai dugaannya, kini sorak sorai perlawanan terdengar diseluruh penjuru kerajaan batu lima, kini bukan hanya pendekar dan tentara kerajaan yang bersiap menyambut maut, bahkan semua warga yang mampu mengangkat senjata juga ikut bergabung dengan barisan tentara kerajaan. Para lansia, anak anak dan mereka yang tak sanggup angkat senjata mulai membuat kelompok sebagai pasukan pendukung medis, pengantar obat, pengangkat tandu, penyedia air minum dan lain lainnya.


Melihat rakyatnya bersatu, Songhye memandangi langit, sambil menitiskan air mata dia berteriak kearah langit sehingga teriakannya tersebut membuat seluruh pasukan dan rakyat Kerajaan batu lima ikut menitiskan air mata dan seakan siap menjemput kematian


"Wahai Kaisar Langit lihatlah


Wahai dewa dewi yang agung lihatlah


Saya berharap kalian akan merahmati dan merestui setiap tetes darah perjuangan rakyatku dalam membela tanah airnya


Jika akan ada nyawa yang melayang dimedan laga maka biarkan nyawaku yang menjadi pertama".


Kemudian Songhye memandang seluruh rakyat dan pasukannya sambil menghunus pedang kelangit dan berteriak sekuat tenaga "Wahai rakyatku yang pemberani, Hidup bersama kalian adalah sebuah kebanggan dan mati bersama kalian adalah sebuah kehormatan besar bagiku, berjuanglah bersamakuuuuuuuu".

__ADS_1


Mendengar seruan raja mereka, semangat para prajurit dan rakyat makin menjadi jadi. bahkan terlihat sosok seorang ibu mengikat putranya yang masih bayi dipunggungnya dengan sebuah selendang dan mengangkat kotak medis setinggi tingginya sambil bersorak sorai.


Note: 《《《 Jangan lupa dukung LDP lewat vote ya biar LDP bisa bertahan hingga akhir seperti sebuah lagu "Hingga Akhir Waktu" 😄😉😉😉 》》》


__ADS_2