
Sekujur tubuh sirei perlahan mengeluarkan aura biru kehitaman. tiba tiba suasana ditempat itu berubah menjadi Hutan kegelapan, pohon pohon disekitar hutan tumbuh lebat dengan akar akar besarnya yang merambat kesana sini, tak ada tanda tanda kehidupan, kabut tebal menyelimuti dunia tersebut dan sepasang mata muncul dari langit yang gelap kemudian tiba tiba suara yang serak memecah keheningan "Sungguh disayangkan, sembilan menit yang kalian miliki tak kalian manfaatkan dengan baik, Sekuat apapun kalian jangan bermimpi untuk bisa kabur dari dimensi kegelapanku hahaha".
"Aaa aappa ini"
"Diii di dimana kita"
"Gawatttt kalau tak salah dia bilang ini alam dimensinya"
"Jenderal bagaimana ini, kita terjebak"
Dalam kebingungan dan ketakutan mereka coba saling bertukar informasi dan mencari solusi agar bisa keluar dari dimensi milik Sirei.
"Jika ini memang alam dimensi miliknya maka satu satunya cara bisa keluar adalah membunuhnya tapi menurut mitos leluhurku dimasa lalu, yang bisa menciptakan jurus ini dikenal sebagai iblis perang. hanya dirinya seorang yang selamat keluar itupun karena dia menggunakan Jurus larangan penghisap kehidupan dan segera menghisap ribuan jiwa pasukan dan pendekar yang tersisa dan mengumpulkannya dalam satu serangan hingga berhasil membuat robekan celah di langit, melihat kesempatan itu dia segera berteleport keluar lewat celah tersebut dengan sisa sisa kekuatan yang dia miliki. Setelah berhasil keluar diapun tersungkur tak berdaya karena kehabisan tenaga, dia berfikir pasti akan mati meski berhasil keluar namun ternyata diluar dugaannya, si Iblis perang memberinya hadiah kesempatan hidup atas kegigihannya mengorbankan ribuan jiwa untuk bisa lolos. kisah itu pun menjadi sebuah legenda dan berubah menjadi mitos seiring waktu". Salah seorang jenderal yang digelar Sang Maut menceritakan sedikit mitos yang tersimpan dalam buku usang milik keluarganya.
"Jika memang sosok serigala ekor sembilan itu adalah sosok yang ada dalam kisah tadi maka tak ada harapan bagi kita untuk lolos" Pendekar langit dan jenderal yang tersisa kini memucat, tangannya gemetaran sementara jurus jurus mereka tadi kini lenyap ditelan kegelapan.
"Hei anak manusia, ceritamu sungguh menarik perhatianku. Seingatku memang dulu saya pernah melepaskan satu orang namun tak kusangka dia bisa bertahan hidup, jangan bermimpi akan mendapatkan kesempatan yang sama terlebih lagi tuanku si pendekar bertopeng menginginkan kematian kalian berdelapan hahahaha". Sirei tertawa dengan nada sombong dan keras sehingga memekakan telinga mereka berdelapan.
Arrrrghhhhhhhhh
Uaahhhhhkkkkkhhhhh
Tidakkkkkkkkk Arrrghhhhhh
__ADS_1
Suara rintihan kesakitan tiba tiba memecah suasa diantara mereka, tempat itu begitu gelap sehingga untuk melihat satu sama lain adalah hal yang mustahil.
"Merintihlahhhhhhh, menangislahhhhhh dan memohonlahhhh hahahahahaaa" Suara tersebut sungguh membuat Sirei senang.
Sirei menyerang mereka satu persatu, ada yang sirei tusuk dari ***** tembus ke kepala layaknya ayam panggang, ada yang kepalanya digenggam dan ditarik hingga kepalanya terlepas dan tampak tulangnya ikut keluar bersama dengan kepala yang lepas dari tubuh tersebut, dan salah satu jenderal tak kalah menyedihkan saat tubuhnya tergantung diudara dengan kaki dan tangan ditarik oleh akar rambat pohon kemudian tubuhnya dibelah dari kepala hingga ujung kaki sehingga tampak seperti ikan kering yang dibelah dan banyak siksaan lainnya yang membuat mereka berdelapan mati dengan sangat mengenaskan.
Sirei melakukan penyiksaan tak lebih dari semenit, suara teriakan kesakitan yang hebat tiba tiba berubah menjadi suasana yang hening. mereka semua telah meregang nyawa dengan mengenaskan. Merasa telah menyelesaikan tugas dari Liu jie, Sirei akhirnya menghilangkan alam dimensinya dan kembali kelokasi sebelumnya.
Sirei terdiam dengan mulut menganga melihat sisa pasukan benua api yang dibiarkan hidup atas perintah Liu jie "Apakah saya berlebihan?" ucap sirei dalam hati sambil melangkah kearah Liu jie.
Mata xie xue melotot karena tak menyangka ternyata Iblis perang memang sangat menakutkan, dalam hati dia bersyukur karena menjadi sekutu sang iblis perang setelah menyaksikan kekuatan sirei.
Sedangkan Liu jie dan Shangdi tak begitu kaget, karena bagi mereka Alam dimensi bukanlah hal yang baru terlebih mereka berdua memiliki jurus untuk mengoyak alam dimensi andaikan terjebak didalamnya.
Plok plok plokkk
"Terima kasih tuan sudah memberikanku kesempatan menikmati kedelapan manusia tadi" Sirei membungkuk dan memberi hormat.
Melihat Sirei melakukan hal itu membuat Liu jie merasa tak enak, dia yang tadi duduk dipunggung xie xue kini berteleport kehadapan sirei dan menepuk pundaknya "Sudahlah jangan begitu, nah kamu sudah mengambil kehidupan jadi sekarang saya ingin kamu belajar memberi kehidupan" Liu jie melirik pasukan yang tersisa dengan harapan sirei akan memetik pelajaran dari mengambil dan memberi kehidupan.
"Baik tuan" Sirei menjawab dengan menganggukan kepala. Mata sirei kini tertuju kearah sisa pasukan kekaisaran benua api sambil perlahan melangkah, kakinya tak memijak tanah sehingga lebih menggambarkan sosok sirei bukanlah siluman rendahan.
"Kalian sungguh beruntung, berterima kasihlah kepada tuanku. jika bukan karena dia yang ingin saya belajar memberi kehidupan maka kalian akan merasakan sebuah sakit yang teramat pedih sebelum kematian menjemput. Pulanglah dan mulai kehidupan yang baru" ucapan Sirei yang tegas tersebut bagaikan angin segar yang menerpa wajah mereka di tengah cuaca yang panas.
__ADS_1
Mereka semua tiba tiba serentak bersujud kehadapan Liu jie dan Sirei sambil berterima kasih.
"Tuan pendekar terima kasih, saya dan keluargaku berutang besar kepada pendekar"
"Terima kasih tuan yang bijaksana, anda sangat bermurah hati"
"Terimakasih tuan, maafkan kami yang bodoh ini telah menyinggung kekuatan yang maha dahsyat"
Mereka semua bersyujud sambil mengucapkan kalimat yang mereka anggap sangat pantas untuk dikeluarkan sebagai ucapan terima kasih diberikan kesempatan kedua.
Liu jie kemudian mengangkat tangannya seakan memberi perintah agar Xie xue menarik kembali jurusnya yang mengurung pasukan kekaisaran benua api. seketika itu juga Xie xue faham dan segera menarik jurusnya.
Melihat mereka sudah bebas dari juris xie xue, salah satu prajurit yang berada ditahap pendekar jiwa tiba tiba menyobek baju dalamnya yang berwarna putih dan mengikat di ujung tombaknya, tanpa menunggu aba aba dari sang komandan yang masih bersujud, prajurit tersebut berlari kedepan kerajaan batu lima sambil mengayun ayunkan tombaknya sehingga tampak kain tersebut berkibar pertanda menyerah.
Melihat hal tersebut Membuat Songhye berteriak keras "Kitaaaaa menanggggg, kita berhasil memukul mundur mereka semua, Pendekar Liu jie dan kelompoknya berhasil menundukkan mereka semua. hidup pendekar Liu jie, hidup pendekar bertopeng".
Seakan tak sadar karena diliputi rasa bahagia kemenangan yang takkan mungkin bisa berada dipihak mereka, Songhye berlari kepuncak menara kerajaan dan mengibarkan bendera kerajaan batu lima dengan sekuat tenaga. Songhye bagaikan kerasukan, jabatannya sebagai raja tak menghentikannya melakukan hal tersebut. kemenangan yang bahkan dalam mimpipun takkan mungkin dia dapat, kini malah bisa merasakan langsung kemenangan tersebut.
Melihat raja mereka berdiri dipuncak menara sambil mengibarkan bendera kebesaran kerajaan membuat Xiaohe ikut melompat menyusul Songhye dan memeluknya dengan deru air mata yang mengalir deras.
sebenarnya Songhye adalah adik dari Xiaohe, hubungan mereka berdua bukan rahasia dikerajaan batu lima, para pasukan dan rakyat yang melihat hal iti turut menangis dan bersorak sorai bahagia.
Dari kejauhan Liu jie tersenyum, akan tetapi senyumnya tak berlangsung lama karena tiba tiba sebuah suara membuatnya gemetaran.
__ADS_1
Kerrrrrrrr kerrrrrrr kerrrrr
"Guruuuu saya lapar" Ucap Liu jie sambil memegang perutnya dengan kaki uang sedikit gemetar.