
"Kini perjalanan baru akan dimulai" Liu jie berucap dengan pelan sambil menutup mata dan menarik nafas dalam dalam.
"Jie'er jadi apa rencanamu sekarang?" Shangdi kini mengajak Liu jie berkomunikasi lewat telepati.
"Saat ini kita terus saja berjalan keutara guru, soalnya dari informasi yang saya dengar dari pendekar pendekar di restaurant, akan ada festival bunga teratai salju yang hanya akan diadakan setiap seratus tahun sekali. untuk sekarang ayo kita kedepan sana guru melihat keramaian apa itu" Liu jie kini berjalan dengan santai kedalam kerumunan orang.
Kini dia sudah tidak menggunakan topeng karena hancur dalam pertempuran sebelumnya, parasnya yang rupawan menjadi maghnet kuat bagi para wanita.
"Guru coba perhatikan gadis gadis ini, tampaknya biji mata mereka sebentar lagi menggelinding tuh, apa saya sebegitu tampannya ya guru haha" Liu bersikap cool tapi dia tertawa terbahak bahak difikirannya.
"Iyalah terserah kamu saja" sahut Shangdi.
"Sungguh malang nasib kaisar song, putra mahkota gugur dimedan perang saat penyerangan ke kaisar ming dulu dan kini sang putri menghilang entah kemana saat melakukan ekspedisi pencarian pusaka"
"Sebenarnya saya masih tidak habis fikir, sang putri yang dikenal sebagai dewi perang masa sih bisa ikut gugur seperti rumor yang beredar"
__ADS_1
"Ahhh meski hadiah sayembara kali ini sangat besar namun resikonya pasti sepadan"
"Tidak peduli apa resikonya, jika menjadi pemenang maka tentunya menjadi suami sang putri pasti akan mengubah seluruh takdir keturunanku hehe"
"Iyalah, tapi sebelum itu tercapai sepertinya kamu sudah habis dimakan cacing tanah dikuburan haha"
Pendekar pendekar yang hadir berkelompok itu tengah ramai membahas sayembara yang dilakukan oleh kaisar song, dan tentu ini membuat Liu jie bersemangat, bukan karena hadiahnya tapi mendengar bahwa awal mula dari masalah ini adalah pencarian sebuah pusaka.
"Baiklah guru, saya sudah tau intinya, kita kekedai itu saja minum arak sambil menunggu registrasi sayembara ini dibuka" Liu jie kini beralih ke kekedai disekitar area tersebut.
"Entahlah tapi jangan bertindak gegabah, cukup amati saja" Fei jun tampak tidak peduli dengan Hou tin.
"Pelayan apa satu koin emas ini cukup untuk arak terbaikmu" Liu jie berbisik ditelinga pelayan tersebut karena memang ini kali pertama dia akan melakukan semuanya sendiri sejak didunia manusia, biasanya dia terima beres dari anggota bintang surgawi.
Pelayan itu pun berbisik "Saya tidak tau pendekar ini datang dari alam mana sampai tidak tau hal dasar begini tapi satu koin emas bisa membuat tuan tidak kelaparan selama sebulan".
__ADS_1
"Husssttt jangan ribut ya, sebenarnya saya hanya ingin menguji kejujuranmu sebagai pelayan makanya saya berbisik, ya sudah karena kamu jujur cukup bawakan saya ayam panggang, sayur tumis dan arak, kembaliannya buat kamu saja sebagai bayaran kejujuranmu oke" Liu jie kini mengedipkan mata.
"hahaha kamu memang pandai bersilat lidah, tidak rugi kamu suka berkumpul dengan dewi dewi dialam dewa" Shangdi terkekeh mendengar penjelasan Liu jie kepada pelayan tersebut.
"Pendekar secantik kamu duduk sendiri apa tidak kesepian? ayo sini gabung dengan kelompokku nanti saya akan menjamin keselamatanmu haha" Ucap salah satu pendekar muda yang dipunggungnya terdapat dua senjata menyilang menyerupai tombak dengan panjang masing masing 1 meter.
Pendekar perempuan itu hanya diam dan menikmati makanannya tanpa merasa terganggu. hal ini membuat pria tadi geram dan kembali ke mejanya.
"Hihihi wanita yang dingin, untung dia tidak jadi kekasihku. bisa kubayangkan andai saya tergigit ular terus mulutku penuh busa dan berharap mendapatkan pelukan perpisahan sedang dia akan memasang ekspresi dingin wahhh mungkin dia hanya akan menatapku sampai mati tanpa ucapan perpisahan hihi " Liu jie terkekeh kecil melihat kejadian barusan.
Ternyata ucapan Liu jie terdengar oleh gadis tersebut, tiba tiba bulu kuduk Liu jie berdiri dan saat Liu jie menoleh kegadis tersebut ternyata Gadis itu sedang memutar mutar sebuah belati dijarinya dan matanya menyipit bagaikan elang yang siap menerkam mangsanya.
"Bahaya hihi" Liu jie segera bersiul siul dan matanya memutar mutar kearah kedai seakan tak merasa bersalah dengan ucapannya barusan.
Gadis itu kini berdiri dan membawa araknya kemeja Liu jie "Ehmmm ehmmm, Hummmm temani saya minum arak kalau tidak kamu akan me-".
__ADS_1
Belum sempat gadis itu menyelesaikan ucapannya, Liu jie segera menjawab " Iii i i iya nona kebetulan saya juga tidak punya teman minum arak hehe".